Showing posts with label murai. Show all posts
Showing posts with label murai. Show all posts

Tuesday, November 17, 2015

6 Langkah Perawatan Murai Batu Yang Mencabuti Bulu

6 Langkah Perawatan Murai Batu Yang Mencabuti Bulu. Murai Batu salah satu jenis burung  yang memiliki bulu indah serta merdu dalam berkicau, namun bagaimana jika sang murai milik anda sering mencabuti bulu-bulunya. Kejadian seperti ini mungkin sering anda temui, dimana sang burung mencabuti bulunya sendiri. Bagaimana jika hal ini terjadi pada peliharaan anda dan bagaimana cara mengobatinya? Mungkin tips ini bisa menjadi rujukan untuk mengatasi MB anda yang sering  mencabuti bulunya.
6 Langkah Perawatan Murai Batu Yang Mencabuti Bulu
6 Langkah Perawatan Murai Batu Yang Mencabuti Bulu
6 Langkah Perawatan Murai Batu Yang Mencabuti Bulu

Penyebab Murai Batu Mencabuti Bulu
Burung murai batu yang sering mencabuti bulu dada bisa jadi karena disebabkan oleh hama atau bakteri yang ada pada bulunya. Bakteri ini biasanya selalu menyerang atau menghinggapi pada bagian bawah dada.

Penyebab utama dari keadaan ini adalah karena kebersihan kandang/sangkar burung murai  yang tidak baik, kotor, dan lembab. Sangkar burung yang kotor merupakan alat yang sangat disenangi oleh bakteri, pertumbuhan dan perkembangbiakkan menjadikan burung MB anda terkena imbasnya. Sedangkan sangkar burung yang berudara lembab akan mempermudah pertumbuhan bakteri didalam kandang.

Perawatan Burung Murai Batu Yang Mencabuti Bulu
Pertama, Selalu bersihkan kandang/sangkar setiap hari serta ganti bekas air minum dan sisa makanan.
Kedua, Jemur Murai Batu beserta sangkarnya pada pagi hari, karena sinar ultra violet yang berasal dari matahari dapat mematikan kuman-kuman, jamur, dan bakteri yang ada pada burung serta sangkar.
Ketiga, Jika murai sudah terkena jamur hentikan pemandian terlebih dahulu antar 4 hingga 6 hari.
Keempat, Obati burung MB anda dengan kunyit yang dikupas terlebih dahulu kulitnya. Caranya dengan dioleskan atau bisa diparut terlebih dahulu baru dioleskan pada bagian yang terkena jamur/bakteri (bagian yang dicabuti bulunya). Proses ini dilakukan sampai burung tidak lagi mencabuti bulunya.
Kelima, Jika burung murai batu sudah tidak melakukan cabut bulu maka bisa dilakukan perawatan seperti semula saat burung tidak terkena jamur.
Keenam, Hilangkan kebiasaan memandikan burung dengan air bekas mandi burung-burung lain peliharan anda, karena bisa jadi kuman menular melalui air bekas mandi burung.
Itulah langkah-langkah perawatan murai batu yang mencabuti bulu, semoga berguna bagi burung peliharaan anda dan cepat pulih agar kembali dapat mendengarkan suara murai batu yang indah.
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Saturday, October 17, 2015

Tips Menjaga Kualitas Murai

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau : Tips Menjaga Kualitas Murai. Murai batu adalah jenis burung berkicau yang paling popular diantara burung ocehan yang lainnya di Indonesia. Keindahan bulu serta kicau murai yang merdu menjadikan burung ini banyak diminati para pecinta burung meskipun harganya tergolong cukup mahal.

Tips Menjaga Kualitas Murai
Tips Menjaga Kualitas Murai
Perawatan murai agar tetap indah dari segi tampilan maupun suara memang tidaklah mudah, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan supaya murai selalu berpenampilan menarik (kecuali saat sedang dalam kondisi mabung), yaitu dari segi fisik, mental, tempat, serta suara burung. Bagaimana cara agar burung murai tetap terjaga kualitasnya? Berikut tips-tipsnya:

Menjaga Kondisi Mental Murai

  • Murai batu yang masih muda dan kita belum mengetahui kualitas mentalnya, maka jangan terlalu sering diadu, karena bisa mengakibatkan mental burung jatuh/down.
  • Jangan di bawa ke tempat lapangan murai yang baru selesai ngurak.
  • Bagi yang memiliki murai lebih dari satu, jangan mempertemukan burung setiap saat baik saat digantang maupun ketika penjemuran. Murai yang setiap saat bertemu dapat mengakibatkan sifat fighter burung menjadi berkurang.
  • Jangan melakukan trek saat burung belum selesai mabung.
  • Jangan menggantang burung didepan kaca.

Menjaga Fisik Murai

  • Hindari penjemuran lewat jam 12:00, penjemuran pada jam tersebut akan merusak bulu-bulu burung dan stamina.
  • Berilah pakan yang baik agar gizi untuk burung terpenuhi.
  • Memberi voer jangan terlalu banyak dalam tempat makan, berilah yang cukup untuk 1 hari saja agar dapat diganti tiap hari dan akan membuat kesegaran voer tetap terjaga.
  • Ganti air minum tiap pagi, agar terbebas dari bakteri dan lender yang dapat membuat burung menjadi tidak sehat.
  • Jangan memberkan kroto yang sudah basi
  • Hindari pemberian Ulat Hongkong secara berlebihan.
  • Jika ingin memberikan vitamin harus sesuai dosis/ukuran yang benar.
  • Beri waktu yang cukup untuk istirahat burung
  • Mandikan burung secara teratur, usahakan mandi dalam keramba.
  • Jangan gunakan sangkar kawat, karena dapat merusak ekor bulu.

Menjaga Kebersihan Sangkar Murai

  • Bersihkan kotoran burung dalam sangkar setiap hari
  • Sangkar dijemur supaya kuman/bakteri yang menempel disangkar mati
  • Cuci kerodong burung yang sudah bau

Menjaga Kualitas Suara Isian
Murai merupakan burung yang mudah menirukan suara-suara lain, oleh karena itu hindari beberapa suara berikut:

  • Suara kodok, burung kedasih, suara petok ayam, kutilang, tokek, titiran, perkutut, serta suara kucing.

Beberapa tips diatas merupakan masukan dari beberapa pemelihara murai agar burung tetap dalam kondisi yang bagus, baik mental, fisik, maupun suara isian/masteran. Selalu jaga dan sayangi burung kicauan anda.
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Friday, October 16, 2015

Pentingnya Vitamin Bagi Murai Batu

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau : Pentingnya Vitamin Bagi Murai Batu. Burung Murai Batu saat berada di habitat aslinya akan memakan makanan sesuai selera dan tentunya bervariasi serta banyak mengandung vitamin pada setiap harinya. Saat kita memelihara burung mungkin makanan yang disediakan hanya itu-itu saja, oleh karena itu banyak murai yang dipelihara sering tidak fit baik tubuh maupun mentalnya.

Pentingnya Vitamin Bagi Murai Batu
Pentingnya Vitamin Bagi Murai Batu
Kondisi burung yang sering lesu atau jarang mengeluarkan suara bisa jadi karena asupan vitamin yang kurang. Ada beberapa vitamin yang dibutuhkan untuk burung murai agar kondisinya selalu fit dan gacor setiap hari:

Vitamin B Kompleks untuk Murai Batu
Kandungan-kandungan dari Vit. B Kompleks ternyata sangat baik untuk kesehatan burung murai, berikut kegunaan/fungsi kandungan yang terdapat pada vitamin ini.

Vitamin-B1 berguna untuk jantung, system saraf, otot, serta dapat membantu mengolah karbohidrat menjadi energi bagi Murai.

Vitamin-B2 akan mengolah karbohidrat jadi energy untuk memproduksi sel darah merah. Vit B2 juga penting untuk penglihatan burung.

Vitamin-B6 akan membantu prosesnya protein yang dikonsumsi burung agar mudah diserap tubuh. Selain itu juga untuk membantu produksi sel darah merah pada murai.

Vitamin-B9 berguna untuk proses produksi sel darah merah serta DNA (Deoxyribonucleic acid) atau asam Deoxyribonucleic.

Vitamin-B12 dapat membuat nafsu makan murai jadi bertambah, serta berguna untuk sistem saraf burung agar dapat bekerja dengan baik.

Kandungan dari Vitamin B Kompleks tersebut terbukti sangat penting untuk memperlancar peredaran darah di tubuh, otak, dan untuk memelihara system saraf burung murai. Jika anda membeli Vitamin B Kompleks sebaiknya juga yang terdapat kandungan Biotin (Vitamin B7 atau juga dikenal dengan Vitamin H), biotin sangat baik bagi pertumbuhan bulu ekor.

Vitamin B Kompleks juga ampuh untuk meminimalisir stress pada burung, sehingga sangat baik untuk burung yang sedang mengalami macet bunyi akibat stress/mental down. Kelebihan lain dari Vit. B Kompleks adalah dapat mengobati burung yang lesu, kurang nafsu makan, kejang-kejang, serta kelumpuhan pada burung.

Vitamin lain yang juga penting bagi murai adalah Vitamin E. Kegunaan atau fungsi Vit. E yaitu untuk mengkilapkan bulu-bulu serta meningkatkan birahi. Vitamin ini sangat baik diberikan jika burung dalam kondisi mabung. Perlu diperhatikan juga dalam pemberiannya, jangan terlalu banyak karena bisa mengakibatkan burung mabung tidak pada waktunya.

Itulah beberapa point penting dalam pemberian Vitamin bagi burung murai guna menjaga tubuh selalu berkondisi prima serta dapat berkicau setiap hari.
referensi artikel forum kicaumania
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

5 Hal Penyebab Ekor Murai Batu Tidak Panjang

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :5 Hal Penyebab Ekor Murai Batu Tidak Panjang. Ekor panjang menjadi salah satu daya tarik dari murai batu, namun apa jadinya jika ekor MB berubah menjadi pendek? Kejadian seperti ini sering dialami para pemelihara murai, burung yang baru selesai mabung ekornya tidak panjang lagi.

5 Hal Penyebab Ekor Murai Batu Tidak Panjang
5 Hal Penyebab Ekor Murai Batu Tidak Panjang
Penyebab Ekor Murai Tidak Panjang
Saat mabung pada murai seharusnya akan menambah panjang ekor “Maksimal sampai pada mabung ke-4”, namun banyak terjadi kasus yang justru sebaliknya “ekor menjadi pendek”. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ekor murai tidak panjang setelah mabung, diantarnya adalah karena 5 hal ini:

#1. Pakan Tidak Tepat
Burung memerlukan asupan nutrisi yang baik untuk kesehatannya. Makanan yang mengandung nutrisi dapat membantu proses pertumbuhan bulu terutama ekor. Jika kita memberikan pakan yang kandungan gizinya tidak baik sebelum proses mabung, maka akan berakibat ekor murai batu jadi bertambah pendek serta tipis.

#2. Suhu Udara Terlalu Panas
Suhu udara yang terlalu panas juga dapat mempengaruhi pendeknya ekor murai karena zat lilin yang berada pada pangkal bulu ekor menjadi kering dan keras. Maka sangat disarankan agar jangan menjemur burung pada saat matahari terik atau langsung berhadapan dengan sinar matahari secara langsung.

#3. Dicabut Secara Paksa
Pencabutan bulu dengan cara paksa pada ekor dapat mengakibatkan pertumbuhan bulu ekor tidak sama panjang ukurannya. Hal ini seringkali dilakukan oleh pemelihara yang tidak sabar menunggu burung pada saat mabung.

#4. Murai Kondisi Stress
Stress pada burung juga bisa membuat ekor murai tidak panjang pasca mabung. Kondisi stress ini biasanya sering terjadi pada murai yang baru pertama kali mengalami mabung dan di rawat oleh pemelihara yang juga baru memelihara MB. Karena adanya rasa penasaran, seringkali pemelihara sering membuka sangkar yang dikerodong. Akibatnya burung tidak tenang dan nyaman sehingga membuat stress.

#5. Di Adu Sebelum Proses Mabung Selesai
Tipe fight burung murai batu akan tumbuh saat mendengar suara MB lainnya sehingga akan sering memainkan bulu ekornya. Jika kondisi tumbuh bulu ekor belum sempurna dan sering memainkan ekor saat mendengar kicau murai lain maka akan menghambat pertumbuhan bulu, bahkan bisa menutup pertumbuhan dan akhirnya bulu ekor murai tidak panjang.

Itulah 5 hal yang dapat membuat ekor murai batu tidak panjang. Hal yang penting dalam merawat burung murai yang sedang mabung selain memberikan pakan yang kaya nutrisi juga menjaga ketenangan MB. Sumber referensi artikel kicaumania.
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Download Suara Mp3 - Koleksi Kicau Murai Isian

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Download Suara Mp3 - Koleksi Kicau Murai Isian. Kicau murai yang memiliki banyak variasi suara mempunyai nilai lebih dalam berbagai lomba kontes burung berkicau, maka banyak penghobi burung murai batu berusaha agar peliharaannya dapat menyanyikan suara burung lainnya maupun suara hewan lain melalui metode pengisian atau biasa disebut dengan pemasteran.

Download Suara Mp3 - Koleksi Kicau Murai Isian
Download Suara Mp3 - Koleksi Kicau Murai Isian
Memaster murai batu agar dapat menyanyikan suara burung lainnya dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti menempelkan burung pemaster (yang gacor) dengan MB atau dengan bantuan suara burung yang telah direkam melalui media pemutar audio, seperti handphone atau music box, Selain dari suara burung pemasteran juga bisa dilakukan dengan suara hewan lainnya, seperti Belalang dan jangkrik. Jika proses mengisi ini berhasil maka dipastikan Kicau Murai akan memiliki suara yang berbeda dengan kicauan MB liar.

Suara Burung Yang Cocok Untuk Kicau Murai
Adapun jenis-jenis suara burung yang digunakan dalam memaster murai memang tergantung dari selera masing-masing, namun akan lebih baik yang memiliki suara tonjolan/tembakan yang keras atau burung yang memiliki suara dengan speed rapat dan bisa dipadukan antar keduanya. Burung yang cocok guna memoles MB antar lain: Cililin, Cucak Jenggot, Lovebird, Kenari, Ciblek, Tengkek Buto serta Jalak Suren.

Berikut ada beberapa koleksi kicau murai isian yang telah berhasil dimaster oleh para pemeliharanya, anda bisa memutarnya secara langsung jika ingin mendengarkannya. Sedangkan jika anda ingin menyimpannya sebagai koleksi silahkan klik tulisan unduh.

1. Kicau Murai Isian Lovebird, Cililin, Kenari - unduh

2. Kicau Murai Isian Belalang - unduh

3. Kicau Murai Isian Ciblek - unduh

4. Murai Speed Rapat - unduh

5. Suara Murai Tembakan Cucak Jenggot - unduh

_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Makanan Bergizi Bagi Murai Batu

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Makanan Bergizi Bagi Murai Batu. Menjaga kualitas kesehatan tubuh murai batu sangatlah penting agar burung tetap dalam kondisi prima dan tentunya agar dapat berkicau setiap saat, karena kondisi kesehatan burung berpengaruh besar terhadap kicauan. Memberikan makanan yang mengandung nutrisi/gizi yang baik menjadi suatu kewajiban bagi pemelihara jika ingin peliharaannya rajin bersuara/gacor.

Makanan Bergizi Bagi Murai Batu
Makanan Bergizi Bagi Murai Batu
Pakan bergizi yang baik juga dapat mencegah burung dari berbagai penyakit dan membuat pertumbuhan tubuh maupun mental berjalan dengan normal. Banyak asupan atau makanan yang diperlukan dalam perawatan murai batu guna menjaga kesehatan tubuhnya,

Pentingnya Makanan Tambahan Bagi Murai

Selain voer sebagai pakan wajib bagi murai, kita juga harus memberikan makanan tambahan atau biasa disebut dengan EF (extra fooding). Pemberian EF ini sangat penting untuk menjaga kesehatan murai agar tetap terjaga, karena EF banyak mengandung protein serta vitamin yang sangat berguna bagi burung. Banyak macam EF yang baik bagi burung, seperti jangkrik, cacing, kroto, ulat hongkong, ulat kandang, ulat bambu, sayur dan buah. Namun pemberian EF ini juga tidak boleh berlebihan, karena akan berdampak buruk bagi burung.

EF yang bagus selain jenis diatas adalah Kuning Telur Ayam Kampung. Selain berguna bagi kesehatan manusia, kuning telur ayam kampung juga dapat diberikan pada murai batu.  Kandungan gizi pada kuning telur ayam kampung cukup banyak, seperti air, protein lemak, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin. Kandungan-kandungan gizi tersebut sangat dibutuhkan bagi kesehatan burung murai, maka berikanlah kuning telur ayam kampung sebagai makanan tambahan MB anda.

Cara pemberiannya adalah dengan merebus telur ayam kampung sampai matang (murai tidak suka telur setengah matang). Murai akan sangat lahap menyantap kuning telur, karena burung MB suka dengan bau amis. Proses pemberian EF ini cukup 1 kali dalam seminggu.

Selalu jaga kondisi burung murai peliharaan anda dengan memberikan makanan sehat dengan kandungan nutrisi yang cukup agar selalu fit setiap hari, tidak mudah stress, kebal dari berbagai penyakit, dan rajin berkicau.
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

3 Masalah Yang Kerap Terjadi Pada Murai Batu

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :3 Masalah Yang Kerap Terjadi Pada Murai Batu. Mempunyai burung murai batu yang berpenampilan menarik dan indah dalam berkicau merupakan point atau tujuan utama dalam memeliharanya. Namun menariknya tampilan dan indahnya suara bergantung pada kondisi kesehatan burung tersebut, jika burung dalam keadaan sakit tentu saja penampilan jadi tidak menyenangkan dan enggan untuk berkicau.

3 Masalah Yang Kerap Terjadi Pada Murai Batu
3 Masalah Yang Kerap Terjadi Pada Murai Batu
Saat merawat burung peliharaan khususnya murai batu seringkali menghadapai berbagai masalah kesehatannya baik fisik maupun mental. Berikut beberapa masalah yang biasanya sering terjadi pada MB dan cara penanganannya yang kami kutip dari blog muraibatuaceh:

Murai Batu suara serak

Suara serak yang terjadi pada MB umumnya disebabkan karena melakukan penjemuran yang berlebihan, adanya luka pada tenggorokan yang diakibatkan karena makanan (biasanya luka akibat duri pada kaki jangkrik), dan terjadinya perubahan cuaca yang bersifat ekstrim.

Solusi dalam menangani permasalahan suara serak pada MB maka hindari penjemuran murai batu secara berlebihan atau terlalu lama, tutup sangkar dengan kerodong jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrim, member minuman larutan penyegar (tidak berasa) sebagai pengganti air minum, pemberian EF berupa jangkrik sebaiknya dibuang bagian kaki dan kepalanya terlebih dahulu, berikan makanan tambahan berupa cacing saat proses penyembuhan, bersihkan kandang dari kotoran.

Murai Batu angkat kaki sebelah

Masalah yang terjadi pada MB yang mengangkat kaki sebelah biasanya disebabkan karena adanya kejang pada kaki atau otot kaki yang tertarik, kuku yang terluka, dan telapak kaki yang mengalami luka.

Solusi penanganganan pada MB yang angkat kaki sebelah jika dikarenakan kejang biasanya burung akan menyembuhkannya sendiri, proses penyembuhan biasanya dengan mengangkat kaki serta menyembunyikannya dibagian bawah dada. Namun jika dalam melakukan proses ini terlalu lama, maka sebaiknya segera oleskan minyak tawon pada bagian kaki yang selalu diangkat.

Sedangkan jika proses angkat kaki karena terdapat luka dan mengeluarkan darah, lakukan pembersihan pada kaki yang terluka kemudian berikan betadine untuk mencegah terjadinya infeksi. Selama menjalani proses pemulihan sebaiknya murai batu dalam kondisi dikerodong dan tempatkan pada ruangan yang tenang.

Nafsu makan Murai Batu berkurang

Berkurangnya nafsu makan pada MB biasanya disebabkan karena keracunan yang bersumber dari komsumsi makanan maupun minuman, burung mengalami stress berat, kurangnya persediaan makanan maupun minuman dalam waktu yang lama.

Solusi penanganannya adalah selalu menjaga kondisi kebersihan kandang, ganti voer yang sudah lama dan minuman diganti setiap pagi.

Jika kurangnya nafsu makan akibat stress, maka tempatkanlah murai batu pada tempat yang tenang dan pencahayaan yang cukup sambil sangkar dikerodong. Berikan juga obat stress dan penambah nafsu makan yang banyak dijual ditoko-toko burung.

Selalu pantau kondisi burung dan berikan EF (extra fooding) lebih dari biasanya sampai kondisi Murai Batu menjadi normal kembali.
___________________________________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Sunday, October 11, 2015

Menghindari Resiko Kematian Murai Bakalan

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Menghindari Resiko Kematian Murai Bakalan. Sering terjadi kasus kematian pada murai bakalan yang baru di pelihara, apalagi jika burung tersebut baru di beli/dapat dari hasil tangkapan hutan. Murai masih dalam keadaan stress dan tentunya butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Saat dalam kondisi tersebut tentu nafsu makan burung berkurang bahkan tidak ada nafsu untuk makan sama sekali, alhasil burung menjadi sakit dan berujung dengan kematian.

Menghindari Resiko Kematian Murai Bakalan
Menghindari Resiko Kematian Murai Bakalan
Selain kematian murai bakalan terjadi karena kondisi mental yang masih stress, ada beberapa penyebab lain yang perlu diperhatikan.

1. Murai bakalan hasil pancingan
Kasus kematian murai bakalan hasil tangkapan dengan menggunakan mata pancing paling banyak terjadi. Untuk mengantisipasi, sebaiknya saat akan membeli MB perhatikan hal berikut:


  • Burung murai mempunyai suara khas, yaitu kretekan. Namun jika murai bakalan hasil tangkapan dengan metode pancingan tidak akan mengelurakan suara tersebut, karena adanya luka pada tenggorokannya. Tetapi juga jangan beranggapan kalau MB yang tidak mengeluarkan suara kretekan adalah hasil pancingan, namun hanya perlu mewaspadainya saja.
  • Murai hasil pancingan biasanya nafsu makan turun karena adanya rasa sakit pada rongga mulut akibat pancing. Untuk itu, kita perlu waspada pada murai bahan yang tidak tertarik dengan EF (jangkrik, UH, maupun yang lainnya). 
  • Sebaiknya meminta penjual MB untuk membuka mulut burung, jika terdapat luka di sekitar tenggorakan burung kemungkinan besar adalah hasil dari pancingan.
  • Jangan tergoda dengan omongan sang penjual yang mengatakan kalau murai bakalannya mau makan dilihat dari banyaknya sisa makanan yang tercecer didasar sangkar. Kebanyakan penjual burung hasil pancingan dalam mengelabui calon pembeli salah satunya dengan membiarkan kotoran maupun sisa makanan burung atau tidak dibersihkan kandangnya.
  • Penjual burung hasil dari pancingan yang nakal juga biasanya memberikan air infusan pada tempat minum, cara ini digunakan agar kondisi burung tetap fit walaupun tidak makan.

2. Kebersihan kandang murai
Murai bakalan yang baru dibeli biasanya kandang selalu dikerodong, hal tersebut memang baik untuk mengurangi stress pada burung. Akan tetapi perlu dilakukan pemantauan dan pembersihan kandang setiap harinya. Selain itu, sirkulasi udara pada kandang juga diperlukan agar murai bakalan tidak mudah terjangkiti virus yang berasal dari kotorannya karena kondisi pengap akibat kerodong.

3. Adanya kotoran yang menempel pada kolaka (dubur)
Terjadinya kematian pada murai bakalan salah satunya adalah akibat adanya kotoran yang menempel pada dubur. MB yang baru ditangkap dari hutan biasanya sering mengeluarkan kotoran berbentuk cair yang kental dan lengket. Kotoran ini seringkali menempel pada bulu halus di bagian dubur dan lama kelamaan akan dapat menyumbat saluran pembuangan, jika hal ini terjadi tentu akan membuat burung menjadi sulit buang kotoran yang dapat mengakibatkan kematian.

Oleh karena itu, kita harus memeriksa bagian dubur burung setidaknya 1 minggu sekali untuk memastikan tidak adanya kotoran yang melakat. Namun jika sudah ada kotoran yang menempel dan kondisinya sudah mengeras, solusinya adalah menggunting bagian bulu yang tertempel kotoran.

4. Cuaca ekstrim
Perubahan cuaca yang esktrim, misalnya pagi hari cerah namun pada siang harinya hujan dan suhu udara menjadi dingin. Saat kondisi seperti ini bisa membuat burung murai bakalan menjadi sakit dengan mengembangkan bulu-bulunya. Jika hal ini terjadi maka sebaiknya segera dilakukan pengobatan, karena akan berakibat fatal yang berujung kematian.

Solusi mengatasi burung murai bakalan yang belum dapat beradaptasi dengan perubahan cuaca yang ekstrim adalah dengan menempatkan kandang pada ruangan yang memiliki suhu stabil atau bisa dengan memberikan penerangan listrik agar suhu menjadi hangat.

Itulah beberapa cara untuk menghindari resiko kematian burung murai bakalan yang kami kutip dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.
___________________________________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Tuesday, September 29, 2015

Menghindari Resiko Kematian Murai Bakalan

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Menghindari Resiko Kematian Murai Bakalan. Sering terjadi kasus kematian pada murai bakalan yang baru di pelihara, apalagi jika burung tersebut baru di beli/dapat dari hasil tangkapan hutan. Murai masih dalam keadaan stress dan tentunya butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Saat dalam kondisi tersebut tentu nafsu makan burung berkurang bahkan tidak ada nafsu untuk makan sama sekali, alhasil burung menjadi sakit dan berujung dengan kematian.


Selain kematian murai bakalan terjadi karena kondisi mental yang masih stress, ada beberapa penyebab lain yang perlu diperhatikan.

1. Murai bakalan hasil pancingan
Kasus kematian murai bakalan hasil tangkapan dengan menggunakan mata pancing paling banyak terjadi. Untuk mengantisipasi, sebaiknya saat akan membeli MB perhatikan hal berikut:


  • Burung murai mempunyai suara khas, yaitu kretekan. Namun jika murai bakalan hasil tangkapan dengan metode pancingan tidak akan mengelurakan suara tersebut, karena adanya luka pada tenggorokannya. Tetapi juga jangan beranggapan kalau MB yang tidak mengeluarkan suara kretekan adalah hasil pancingan, namun hanya perlu mewaspadainya saja.
  • Murai hasil pancingan biasanya nafsu makan turun karena adanya rasa sakit pada rongga mulut akibat pancing. Untuk itu, kita perlu waspada pada murai bahan yang tidak tertarik dengan EF (jangkrik, UH, maupun yang lainnya). 
  • Sebaiknya meminta penjual MB untuk membuka mulut burung, jika terdapat luka di sekitar tenggorakan burung kemungkinan besar adalah hasil dari pancingan. 
  • Jangan tergoda dengan omongan sang penjual yang mengatakan kalau murai bakalannya mau makan dilihat dari banyaknya sisa makanan yang tercecer didasar sangkar. Kebanyakan penjual burung hasil pancingan dalam mengelabui calon pembeli salah satunya dengan membiarkan kotoran maupun sisa makanan burung atau tidak dibersihkan kandangnya.  
  • Penjual burung hasil dari pancingan yang nakal juga biasanya memberikan air infusan pada tempat minum, cara ini digunakan agar kondisi burung tetap fit walaupun tidak makan.  


2. Kebersihan kandang murai
Murai bakalan yang baru dibeli biasanya kandang selalu dikerodong, hal tersebut memang baik untuk mengurangi stress pada burung. Akan tetapi perlu dilakukan pemantauan dan pembersihan kandang setiap harinya. Selain itu, sirkulasi udara pada kandang juga diperlukan agar murai bakalan tidak mudah terjangkiti virus yang berasal dari kotorannya karena kondisi pengap akibat kerodong.

3. Adanya kotoran yang menempel pada kolaka (dubur)
Terjadinya kematian pada murai bakalan salah satunya adalah akibat adanya kotoran yang menempel pada dubur. MB yang baru ditangkap dari hutan biasanya sering mengeluarkan kotoran berbentuk cair yang kental dan lengket. Kotoran ini seringkali menempel pada bulu halus di bagian dubur dan lama kelamaan akan dapat menyumbat saluran pembuangan, jika hal ini terjadi tentu akan membuat burung menjadi sulit buang kotoran yang dapat mengakibatkan kematian.

Oleh karena itu, kita harus memeriksa bagian dubur burung setidaknya 1 minggu sekali untuk memastikan tidak adanya kotoran yang melakat. Namun jika sudah ada kotoran yang menempel dan kondisinya sudah mengeras, solusinya adalah menggunting bagian bulu yang tertempel kotoran.

4. Cuaca ekstrim
Perubahan cuaca yang esktrim, misalnya pagi hari cerah namun pada siang harinya hujan dan suhu udara menjadi dingin. Saat kondisi seperti ini bisa membuat burung murai bakalan menjadi sakit dengan mengembangkan bulu-bulunya. Jika hal ini terjadi maka sebaiknya segera dilakukan pengobatan, karena akan berakibat fatal yang berujung kematian.

Solusi mengatasi burung murai bakalan yang belum dapat beradaptasi dengan perubahan cuaca yang ekstrim adalah dengan menempatkan kandang pada ruangan yang memiliki suhu stabil atau bisa dengan memberikan penerangan listrik agar suhu menjadi hangat.

Itulah beberapa cara untuk menghindari resiko kematian burung murai bakalan yang kami kutip dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Wednesday, September 23, 2015

Gaya Bertanding Murai Batu Sumatera dan Borneo


Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Gaya Bertanding Murai Batu Sumatera dan Borneo. Murai Batu merupakan jenis burung berkicau yang banyak digemari oleh para kicau mania. Burung berkicau yang satu ini mampu menirukan suara-suara burung lain, yaitu burung master. Selain indah dalam kicauan, Murai Batu juga memiliki ekor yang menarik serta gaya khas saat dalam pertandingan (memainkan bulu ekor).

Jenis gaya Burung Murai Batu saat bertanding dapat dibedakan menjadi 2, yaitu burung bergaya menaik turunkan ekor sambil ngobra (Sumatera) dan gaya menggelembungkan dada saat sedang melawan (Borneo). Sedangkan untuk bulu ekor, Murai batu juga dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu ekor panjang dan murai batu ekor pendek.


Murai Batu naik turun ekor sambil ngobra
Murai Batu menggelembungkan dada (Borneo)

Dari dua gaya bertanding tersebut, maka kontes burung murai batu di bagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas murai batu sumatera dan kelas borneo.


Itulah sedikit gambaran tentang gaya betanding burung Murai Batu. 
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Tuesday, August 25, 2015

Mengkondisikan murai batu bakalan yang baru dibeli

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Mengkondisikan murai batu bakalan yang baru dibeli. Banyak keluhan yang muncul terkait penanganan burung murai batu bakalan yang baru dibeli. Tidak sedikit dari para penggemar burung mengungkapkan kalau murai batu yang baru mereka beli beberapa hari sebelumnya ternyata tidak kuat hidup lebih lama di dalam sangkarnya. Karena itu, untuk mengantisipasi masalah tersebut, berikut tips bagaimana mengkondisikan murai batu bakalan yang baru dibeli. 

cara merawat murai batu bakalan yang baru dibeli

Agar burung murai batu bakalan yang baru anda beli bisa bertahan hidup lebih lama atau sampai pada proses pelatihan makan voernya maka ada beberapa hal yang patut diperhatikan, yaitu: 
  • Burung yang baru dibeli sesampainya di rumah sebaiknya langsung dimasukkan ke dalam sangkar ukuran sedang atau luas, setelah itu masukkan kroto sebanyak satu cepuk sebagai pakannya dan air bersih untuk air minumnya. Kemudian sangkar dikerodong dan digantungkan di tempat yang sejuk. 
  • Proses adaptasi tersebut biasanya berlangsung selama 1 - 2 minggu dan selama itu pula burung sebaiknya diberi pakan berupa kroto yang masih segar dan ulat kandang atau ulat hongkong. Untuk menjada kondisinya, kroto sebaiknya ditaburi dengan multivitamin yang telah anda percaya. 
  • Selama masa adaptasi direkomendasikan agar untuk sementara waktu burung murai batu bakalan yang baru dibeli tidak diberi pakan jangkrik terlebih dahulu.  
Setelah burung murai batu tersebut benar-benar telah pulih, dan lincah yang ditandai dengan sayap yang dijepit rapat, mata yang bersinar, rajin mengeluarkan cetekannya serta lincah dan aktif maka tahap selanjutnya adalah mengajarkannya mandi dalam kandang karamba. 

Setelah itu mulailah dengan memperkenalkan burung murai batu bakalan yang baru dibeli dengan makanan keringnya atau voer, dengan cara melatihnya makan voer menggunakan beberapa metode yang sudah umum di kalangan kicaumania.  

1. Mencampur kroto dengan voer lembut yang dibasahi dengan air agar bercampur
2. Mencampur ulat hongkong dengan voer lembut yang dibasahi dengan air agar bercamput

Untuk cara melatih burung makan vore bisa anda simak lagi dalam tulisan sebelumnya berikut ini:





Semoga manfaat

_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Saturday, September 20, 2014

Cara merawat murai batu bakalan untuk pemula

Murai batu adalah satu dari beberapa jenis burung yang cukup popular di Indonesia, tetapi selain itu spesies burung ini cukup terkenal di mancanegara. Beberapa jenis burung batu yang banyak dicari adalah burung yang berasal dari Sumatera, meski saat ini murai batu yang berasal dari Kalimantan pun sudah mulai beranjak popular. 




Di pasaran banyak dijual burung murai batu yang merupakan hasil tangkapan hutan dan bukan dari hasil penangkaran, harganya yang lebih murah dibanding burung yang berasal dari hasil penangkaran itu yang menjadi ketertarikan bagi banyak penggemar burung khususnya pemula untuk mencoba merawat dan memelihara burung murai batu di rumahnya. 

Namun berbeda dengan perawatan burung yang sudah jadi, perawatan burung bakalan harus diterapkan dengan lebih rutin dan ekstra perhatian karena burung ini rata-rata masih belum beradaptasi dengan sangkar harian dan makanannya. 

Berikut beberapa tips singkat seputar perawatan burung murai batu bakalan. 

Ketika anda sedang berada di pasar burung dan melihat banyak dijual burung murai batu bakalan yang disatukan dalam kandang atau dipisah dalam kandangnya sendiri-sendiri maka hal yang perlu anda perhatikan sebelum membelinya adalah kondisi dari burung itu. 

Pastikan burung dalam keadaan yang sehat, lincah, waspada, serta mau makan dengan lahap. Jangan terburu-buru membeli burung dengan alasan takut diambil orang atau bagaimana, tetapi luangkan waktu sejenak untuk memperhatikan gerak-gerik dari burung yang sudah anda incar itu. 

Setelah berada di rumah, segera pindahkan burung ke sangkar harian yang sebelumnya sudah dicuci bersih untuk menghilangkan bau bekas burung yang sebelumnya pernah menggunakan sangkar tersebut  atau bakteri dari sisa-sisa kotoran yang masih menempel, tetapi akan lebih baik jika anda menggunakan sangkar yang masih baru. 

Siapkan air minumnya yang bersih dalam hal ini air dingin bisa membantu menenangkan burung yang terlalu stress atau kepanasan dalam kantong semen atau kotak beseknya. Masukkan makanannya yang berupa kroto segar dan beberapa ekor ulat hongkong jika burung belum mengenali makanan voernya.  

Berikutnya gantung sangkar di tempat yang teduh dan jauh dari keberadaan burung lainnya (tempat yang tenang) jika tidak memiliki lokasi lain untuk menggantung sangkar burung, solusinya adalah memberikan kerodong pada sangkarnya. 

Setiap dua - tiga jam sekali pantau makanan burung, jika kosong segera tambahkan dengan makanannya seperti jangkrik dan ulatnnya, sedangkan pada malam hari burung dibiarkan beristirahat. 

Untuk hari-hari selanjutnya anda bisa melatih burung untuk makan voer dengan cara mencampurkan kroto dengan voer halus yang sudah dibasahi dengan sedikit air. aduk-aduk hingga semua bahan menyatu lalu taburi sedikit kroto pada bagian atasnya.  

Berikan setiap hari sampai kotoran burung berubah dari yang tadinya berbentuk cairan putih menjadi berbentuk cairan hijau yang berlanjut pada bentuk menggumpal / padat berwarna kehijauan. 

Jika suatu hari anda kehabisan stok kroto, bisa diatasi dengan memberikan beberapa ekor ulat hongkong yang dipotong-potong kecil lalu dicampurkan ke dalam voernya dengan diaduk-aduk hingga bercampur rata, potong juga beberapa bagian tubuh dari jangkrik lalu diaduk-aduk lagi hingga merata dengan voer tersebut. 

Yang penting di sini adalah kita harus rutin memberikan pakan tersebut selama beberapa hari, sampai kondisi burung benar-benar sudah mau memakan voernya. Nantinya setelah burung makan voer, anda tetap harus memberikan makanan serangga pada mereka, karena tanpa itu burung cenderung menjadi kurang aktif dan malas-malasan serta rentan terkena sakit. 

Memandikan burung bisa dilakukan setelah burung dirawat beberapa hari dan telah beradaptasi dengan sangkar dan lingkungannya. 

Penjemuran diberikan seperlunya saja yang dimulai sejak pukul 06:30 pagi hingga 08:30 atau 09:00 siang hari. 

Untuk pengembunan sebaiknya diusahkan untuk rutin setiap hari karena rata-rata burung sangat menyukai suasana dan cuaca pagi hari untuk menyambut kemunculan matahari di pagi harinya.

Sedangkan untuk menjinakkan burung adalah solusi alternatif jika burung telah beradaptasi dengan makanan barunya (voer) itu. 

Berikan makanan tambahan lain ketika burung sedang aktif ( antara pukul 08:00 - 15:00 ) makanan tambahan itu bisa berupa cacing tanah, ikan kecil, larva, dan lain-lain. 

Dengan perawatan yang dilakukan secara rutin dan penuh kasih sayang maka burung akan menunjukkan kegembiraannya dengan rajin berkicau pada sang majikan, nah jika itu terjadi bayangkan betapa bangganya anda yang bisa merawat burung yang tadinya masih bakalan sampai sampai menjadi burung yang berkualitas lomba.. 

Semoga manfaat
 

Wednesday, August 27, 2014

Jenis-jenis burung murai batu ekor hitam / blacktail

Beberapa tahun yang lalu, burung murai batu ekor hitam atau blacktail tidak banyak dilirik oleh sebagian besar penggemar burung di Indonesia. Banyak orang cenderung lebih memilih burung murai batu biasa yang berasal dari Sumatera bagaimanapun bentuknya. Tapi kini, burung murai batu ekor hitam menjadi spesies murai batu yang banyak dicari oleh penggemar burung.  Bahkan dalam kurun waktu satu hingga dua tahun, harga murai batu ekor hitam cenderung mengalami kenaikkan. 





Ada beberapa macam jenis burung murai batu ekor hitam ini, yang di antaranya banyak menyebar di sekitaran Sumatera.  Berikut beberapa spesies burung murai batu ekor hitam dengan penyebarannya : 

1. Murai batu Nias 



Habitat murai batu nias berada di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. ekorya terbilang cukup panjang yaitu antara 20 - 26 cm. Yang membedakan dengan murai batu ekor hitam lainnya adalah bulu ekor yang secara keseluruhan berwarna hitam tanpa ada warna atau bercak putih (balak). 


2. Murai batu Pagai 


Murai batu pagari berasal dari Kepulauan Mentawai. Burung ini memiliki karakteristik yang sama dengan burung murai batu yang ditemukan di Kep. Nias. Kemungkinan jenis ini adalah burung yang memang berasal dari Nias atau sebaliknya. 


3.Murai batu Sinabang (Simeleu) 


Murai batu sinabang memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari murai batu nias, bahkan ekornya pun cenderung lebih pendek. Secara keseluruhan warna ekornya terlihat hitam polos, namun ditemukan juga burung yang memiliki ekor dengan bercak putih (balak) yang tipis.


4. Murai batu Lasia 


Murai batu lasia berasal dari Pulau Lasia di Aceh yang terletak di tenggara Pulau Simeleu. Secara fisik memiliki tubuh seperti halnya murai sinabang, namun dengan ukuran tubuh yang lebih besar. Ekornya pun lebih panjang seperti ekor murai batu nias, tetapi dicirikan dari adanya noktah atau bercak putih yang ada di ujung ekornya (balak).


Murai batu Lampuyang



Murai batu ini berasal dari Pulau Breuh, di Lampuyang, Aveh. Murai batu ini memiliki ekor yang berbeda dari jenis murai batu ekor hitam lainnya, yaitu ekornya berjumlah tiga pasang polos dan tiga pasang lain yang berwarna hitam, terdapat bercak putih yang tebal sepanjang lebih dari 1 cm. Karena berbeda itulah, murai batu ini kerap disebut dengan murai balak enam


Murai batu Sabang 


Murai batu sabang memiliki penampilan dan pola ekor yang mirip dengan murai batu lampuyang tetapi dengan ukuran yang lebih panjang. Spesies burung ini cukup jarang ditemukan, dan kalaupun ada sebainya harus dilakukan upaya penangkaran agar spesies burung murai batu ekor hitam ini tidak cepat mengalami kepunahan. 

Salam Kicau!


Thursday, May 23, 2013

Panduan singkat menangkar murai batu


Menangkar burung berkelas seperti cucak rawa, anis merah dan murai batu dan menjadi salah satu breeder yang berhasil, merupakan salah satu impian semua penggemar burung di Indonesia. Menangkar burung meski membutuhkan modal yang tidak sedikit, baik untuk menyiapkan sarana maupun prasarananya serta mempersiapkan burung indukan, namun keberhasilan dalam sebuah penangkaran meskipun hanya sepasang  sudah menjadi kebanggaan dan menjadi awal sebuah kesuksesan yang akan kita raih berikutnya. 


Hal inilah yang membuat kicau mania kita sangat tertarik terhadap informasi maupun panduan yang berkaitan dengan menangkar burung kicauan, dengan harapan suatu saat nanti bisa mempraktekan ilmu yang didapat dari berbagai media termasuk blog dan website agrobur, kmbogor dan omkicau.

Menangkar murai batu

Saat ini sudah banyak jenis burung murai batu yang beredar di pasaran mulai dari yang berekor panjang hingga yang berwarna hitam ( blacktail ), menangkarkan murai batu baik dari jenis ekor panjang ataupun ekor hitam tentu saja tidak ada perbedaan, begitu juga menangkar murai batu asal daerah sumatera maupun asal kalimantan sama sekali tidak ada perbedaan, panduan penangkaran ini bisa diterapkan pada semua jenis burung murai batu mana saja.

Bahkan saking banyaknya murai batu berdasarkan daerah asalnya, tidak sedikit pula penangkar burung murai batu ini yang mengawin silangkan burung murai batu dari daerah lain dengan burung murai batu dari daerah lainnya, sehingga didapatkan keturunan yang memiliki kombinasi antara kedua daerah tersebut misalnya murai medan dengan murai borneo, dan lain sebagainya.

Menangkar murai batu tentu saja diperlukan sarana dan prasarana yang dibutuhkan termasuk mempersiapkan sepasang burung yang akan dijadikan sebagai indukan. 

Burung indukan khususnya burung indukan betina sebaiknya memilih burung yang sudah jinak, hal ini untuk menghindari mereka dari stress ataupun gangguan yang berakibat mereka mengabaikan telur ataupun sarangnya.

Sedangkan indukan jantan bisa didapatkan dari burung yang sudah gacor atau rajin berbunyi, hal ini karena burung yang sudah rajin berbunyi adalah burung yang sudah dalam keadaan siap untuk berkembang biak, bisa dilihat dari kakinya yang sudah kering atau minimal sudah berusia satu tahun setengah. 

Perjodohan

Memasangkan kedua burung agar cepat berjodoh bisa dilakukan dengan cara menempelkan kedua sangkar yang digunakan selama beberapa hari, atau jika anda memiliki kandang penangkaran yang cukup luas dengan pintu masuk yang juga luas, maka perjodohan bisa dilakukan dalam kandang penangkarannya yaitu dengan terlebih dahulu memasukan burung betina kedalam kandang penangkarannya lalu membiarkannya selama beberapa hari untuk beradaptasi dan kemudian memasukan sangkar burung jantan kedalam kandang penangkaran tersebut, lalu diperhatikan selama beberapa hari, jika burung betina lebih sering mendekati sangkar yang berisi burung jantan dan pada malam harinya sering terlihat tidur didekat burung jantan yang berada didalam sangkarnya tersebut maka perjodohan bisa dibilang sudah selesai dan burung jantan bisa dicampurkan bersama burung betinanya dalam satu kandang penangkarannya. 

Untuk mempercepat proses perjodohan dan agar kedua indukan dalam kondisi yang sama-sama birahi , bisa menggunakan suplemen khusus penangkaran dari omkicau, yaitu BirdMature yang penggunaannya bisa dibaca dari sachet/botolnya. 

Kandang yang digunakan

kandang yang akan digunakan untuk menangkarkan burung murai batu bisa menggunakan kandang harian mereka ataupun menggunakan kandang permanen. tenggeran yang digunakan pun seperlunya saja ( tidak terlalu banyak tenggeran ), biasanya kandang permanen ini memiliki tembok yang tidak diplestet atau disemen, hal ini untuk tujuan menjaga kelembaban didalam kandang penangkaran tersebut. 

Kandang inipun bisa menggunakan kandang aviary ataupun kandang lain yang dimaksud untuk tujuan penangkaran.

- Contoh kandang penangkaran dari lacvietchoelua blog -
Namun penangkar-penangkar besar lebih menyukai kandang penangkaran yang bersifat permanen karena lebih kuat, tahan lama dan tentu saja lebih cepat berproduksi. Penempatan kandang inipun diusahkan jauh dari kebisingan atau hiruk pikuk aktifitas manusia dan juga binatang peliharaan lainnya, burung murai batu selama ditangkarkan, mereka butuh kedamaian, lingkungan yang tenang, nyaman dan aman dari gangguan.

Media sarang

Tempat bersarang yang digunakan adalah berbentuk setengah terbuka. ( lihat gambar ) dengan bahan untuk bersarangnya yang terbuat dari serat kelapa, serat nanas, cemara, jerami dan campuran bahan lain yang biasa digunakan burung untuk membuat sarang. 
bahan ini diletakan di bagian bawah kandang ( dasar kandang yang digunakan untuk menangkar ) sebagian lagi di tata didalam kotak sarangnya.


Perkembang biakan

Setelah proses perkawinannya, indukan betina akan segera menyusun sarang disusul oleh mulai bertelur dalam jumlah empat hingga lima butir telur, pada waktu indukan betina mengerami telur-telurnya indukan jantan akan bertugas menjaga diluar sarang dan terkadang membantu dengan memberi makanan kepada burung pasangannya yang sedang mengerami telur-telurnya tersebut.


Setelah 12 - 14 hari telur akan menetas, dan disinilah kedua indukan baik jantan maupun betina akan saling berperan dalam memberi makan anak-anaknya. dan pada saat ini juga persediaan makanan khususnya serangga harus lebh ditingkatkan dan dinaikan porsi pemberiannya .



Anakan murai batu ini akan mampu meninggalkan sarangnya setelah berusia sekitar 12 hari, tetapi masih tetap diberi makan oleh kedua induknya sampai mereka benar-benar berusia dewasa dan mampu mencari makan sendiri. pada waktu masih berumur 10 - 12 hari, anakan bisa diberikan ring sebagai penanda. setelah burung benar-benar mampu mencari makan sendiri maka mereka bisa langsung dipasarkan. 

- Trotolan murai batu yang siap dipasarkan -
Begitulah panduan singkat mengenai bagaimana menangkarkan murai batu. 

Semoga bermanfaat