Showing posts with label penangkaran. Show all posts
Showing posts with label penangkaran. Show all posts

Wednesday, September 2, 2015

Meminimalisir resiko kegagalan dalam beternak kacer

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Meminimalisir resiko kegagalan dalam beternak kacer. Akhir-akhir ini banyak kicaumania yang mencoba peruntungannya dengan menangkarkan burung kacer. Namun tak sedikit pula yang mengalami kegagalan akibat kurang memahami bagaimana cara penangkaran terutama dalam proses perjodohannya. Untuk itu, panduan berikut bisa meminimalisir resiko kegagalan dalam beternak kacer.  


cara beternak kacer


Sewaktu hendak menangkarkan sepasang burung kacer, pastikan kalau burung tersebut berada dalam kondisi sebagai berikut:

  • Indukan jantan yang mempunyai umur jauh lebih tua dari burung betina, untuk hasil yang efektif sebaiknya gunakan pejantan yang sering dilombakan. 
  • Usia indukan burung kacer betina yang sudah siap dikawinkan adalah minimal dua tahun. Jika usia kacer betina terlalu muda maka birahinya cenderung tidak stabil dan lebih sering menghindar ketika didekati oleh burung jantan. 
  • Setelah keduanya berjodoh dan telah dimasukkan dalam kandang penangkarannya, maka pakan yang diberikan sebaiknya tidak dibatasi. Berikan lebih banyak pakan tambahan atau EF agar pasangan tersebut bisa makan sepuasnya hal ini untuk menjamin terpenuhinya kebutuhana nutrisi selama di penangkaran. 
  • Berikan juga bak mandi yang berukuran besar di dalam kandang penangkarannya agar pasangan kacer tersebut bisa mandi sepuasnya, selain itu juga untuk meminimalisir jika ada salah satu yang cenderung agresif.
  • Yang terpenting adalah posisi kandang penangkaran harus bisa mendapatkan cahaya matahari atau ada cahaya matahari yang masuk. 

Itulah beberapa tips singkat bagaimana meminimalisir resiko kegagalan dalam beternak kacer. 

Semoga manfaat
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Thursday, August 6, 2015

Solusi mengatasi kenari yang kanibal

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Solusi mengatasi kenari yang kanibal  . Sering terjadi dalam penangkaran kenari ada indukan yang memakan sendiri telur-telur mereka. Jika hal itu yang terjadi, maka proses penangkaran pun akan terganggu sehingga untuk menyelamatkan sisa telur yang ada, kita harus menggunakan mesin penetas telur yang harganya tidak murah. Lalu bagaimana solusi mengatasi kenari yang kanibal. 

cara mengatasi kenari yang kanibal


Jika induk kenari memakan sendiri telur-telur miliknya, maka hal tersebut terjadi lantaran burung yang mengalami kekurangan protein. Pada masa bertelur, kebutuhan akan protein dan kalsium yang berfungsi sebagai zat pembentuk telur meningkat.

Pada waktu burung alami kekurangan protein dalam tubuhnya itu, maka mereka akan berusaha mencari pakan untuk mengganti protein / kalsium tersebut. Alhasil, telur yang dikeluarkan oleh kenari indukan akan dianggap sebagai sumber protein sehingga telur itu pun dimakan oleh indukan. 


Untuk mengatasi masalah tersebut, ketersediaan pakan yang mengandung kalsium dan protein harus selalu terjamin. Terutama pada waktu burung tersebut sedang dalam masa berkembangbiak.  


Pada masa berbiak, burung harus mendapatkan vitamin yang cukup, dan sebagai alternatifnya, anda bisa menyediakan kuning telur rebus sebagai pakan tambahan dan menyediakan tulang sotong yang telah digerus.  


Dengan terjaganya ketersediaan pakan tersebut , maka sifat kanibal dari indukan kenari akan bisa dihindari. Demikian solusi mengatasi kenari yang kanibal. 


Semoga manfaat

_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Sunday, March 1, 2015

Ciri-ciri lovebird akan bertelur

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Ciri-ciri lovebird akan bertelur. Satu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para penangkar lovebird adalah lovebird betina yang sudah siap bertelur.

Lalu seperti apakah ciri-ciri lovebird akan bertelur. 

Selain dari terjadinya peningkatan dalam berat badan burung indukan tersebut, terutama daerah sekitar perutnya, ada beberapa ciri-ciri lain yang bisa diamati dari perilakunya. 

Berikut ciri-ciri lovebird akan bertelur:
 
1. Meningkatnya berat badan dari biasanya.
2. Pernafasasan burung yang menjadi lebih berat.
3. Pantat lovebird yang terus bertambah besar.
4. Lovebird betina yang rajin angkut bahan sarang atau membawa potongan kertas.
5. Lovebird indukan yang lebih banyak habiskan waktu di dalam kotak sarang.
6. Burung lovebird jantan yang mulai rajin berdiri atau menjaga kotak sarang.
 
Jika ke enam ciri-ciri tersebut sudah anda temukan dalam perilaku burung lovebird yang sedang anda ternak tersebut, maka selamat, tak lama lagi lovebird bertelur dan anda akan segera mendapatkan 'cucu-cucu yang lucu'. 

Semoga bermanfaat

_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Monday, January 26, 2015

Usia produktif indukan lovebird

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Usia produktif indukan lovebird . Sebelum menangkarkan lovebird dan agar proses penangkaran bisa berjalan lancar tanpa gangguan maka pemilihan indukan harus diutamakan. Pilih indukan yang benar-benar sudah siap untuk berkembangbiak.  


usia lovebird siap ternak



Secara umum, lovebird betina bisa bertelur pada usia 8 bulan, namun pada usia ini mereka masih belum memiliki pengalaman yang cukup dan kurang baik jika dipaksakan untuk berproduksi, sehingga sering terjadi kegagalan dalam penangkarannya, terutama dalam hal penetasan dan perawatan anak-anaknya. Selain itu, kalaupun berhasil maka umumnya kualitas lovebird yang dihasilkan kurang bagus. 

Untuk itu, tunggulah hingga burung tersebut berusia 1 tahun, karena pada usia tersebut lovebird telah siap untuk berproduksi yang ditandai dengan semakin matangnya organ seksual mereka. 

Semoga bermanfaat
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Cara menjodohkan kenari dengan cepat

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :?Cara menjodohkan kenari dengan cepat. Sebelum menangkarkan kenari, salah satu hal yang harus dilakukan sebelumnya adalah menjodohkan kenari yang terdiri dari jantan dan betina. Berikut bagaimana menjodohkan kenari dengan cepat.


cara menjodohkan kenari dengan cepat



Menjodohkan kenari dengan cepat bisa dilakukan jika burung kenari tersebut telah mempunyai umur yang cukup, dalam hal ini burung betina sudah berumur lebih dari 8 bulan sedangkan burung jantan lebih dari 1 tahun umurnya. Karena pada umur tersebut keduanya sudah memasuki usia matang kelamin.

Selain itu, pastikan pula anda memiliki sepasang kenari yang terdiri dari jantan dan betina. Untuk membedakan kenari jantan dan betina, anda bisa melihat gambar berikut ini:


cara membedakan kenari jantan dan betina


Keterangan: kenari jantan mempunyai kloaka yang menonjol dan tampak lancip, sedangkan kenari betina mempunyai bentuk kloaka yang lebar, bulat dan tampak rata.
Proses perjodohan

Simpan kedua burung kenari tersebut dalam sangkarnya masing-masing (terpisah), jika kenari baru pertama anda dapatkan maka selama beberapa hari sebaiknya mereka dijauhkan dahulu dan tidak saling melihat satu sama lainnya. Dengan begitu mereka akan saling sahut menyahut yang bisa membantu menjodohkan kenari dengan cepat karena birahi yang terus meningkat.

Setelah beberapa hari, dan  setelah kenari betina selalu menunjukkan sikap gelisah dan tidak mau diam ketika mendengar kicauan kenari betina, maka sudah saatnya kita mendekatkan keduanya.

Tempel sangkar mereka dengan sangat berdekatan dan posisi tenggeran keduanya yang sejajar. Selama proses tersebut terus amati perkembangan keduanya, dan sambil tetap memberikan pakan EF yang bisa meningkatkan birahi seperti telur puyuh rebus, daun hijau, dan jagung muda.

JIka keduanya mulai sering berkejaran, ditandai burung betina yang selalu mengikuti burung jantan, dan juga ketika malam harinya mereka tidur berdempetan di pinggir sangkarnya. Maka pada pagi harinya, keduanya kita tempatkan dalam kandang ternaknya yang sudah dilengkapi dengan sebuah tempat bersarang lengkap dengan bahan sarangnya.

Jika selama beberapa hari kenari jantan tidak mau juga mengawini burung betina, cobalah untuk membuat kenari jantan merasa tersaingi dengan mendekatkan kenari jantan lain yang rajin bunyi (gacor) ke sangkar mereka. Biasanya begitu melihat pesaingnya, kenari jantan akan segera mengawini burung betina.

Biarkan saja mereka berdua di kandangnya, karena seringkali terjadi beberapa proses perkawinan dalam satu hari.

Setelah beberapa hari burung betina akan mulai sibuk membenahi sarangnya, dan selanjutnya akan bertelur. Pada saat itu anda bisa mengangkat burung jantan jika diperlukan atau tetap bersama pasangannya.

Itulah bagaimana cara menjodohkan kenari dengan cepat pada saat akan menangkarkan burung kenari. Selain cara-cara tersebut , salah satu hal yang bisa membantu upaya penangkarannya berjalan sukses dan lancar adalah berusaha untuk meminimalisir gangguan terhadap mereka.

Semoga sukses
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Wednesday, December 17, 2014

Membuat kandang ternak untuk kenari

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Membuat kandang ternak untuk kenari. Untk menangkar burung sejenis kenari, finch, atau lovebird kita membutuhkan kandang ternak yang sesuai. Kalau biasanya kita akan membeli kandang ternak tersebut di pasar burung, apa salahnya kalau anda sendiri yang membuat kandang ternak untuk kenari di rumah. 

cara membuat kandang ternak, membuat kandang ternak untuk kenari , cara membuat kandang, contoh kandang ternak , model kandang ternak , kandang kenari



Selain tampak elegan dan berkesan mewah, kandang ternak buatan sendiri juga bisa memberikan kebanggaan ketika usaha penangkarannya mencapai kesuksesan.  Berikut cara bagaimana membuat kandang ternak untuk kenari. 

Diagram: 


 


Cara merakit: 


 

Potong papan sesuai ukuran yang tertera dalam diagram, lalu satukan sesuai gambar di atas. 



Untuk memasang penutup belakang, sebaiknya diberikan lem kayu terlebih dahulu secara merata, baru setelah itu dikuatkan dengan menggunakan paku. 




Membuat tempat penampung kotoran.. 



Memasang kawat atau jeruji sangkar, dan siap digunakan.

Selamat mencoba 

Sumber foto: BBS
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Tuesday, December 16, 2014

Tanda-tanda burung cockatiel mulai bertelur

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Tanda-tanda burung cockatiel mulai bertelur. Bagi anda yang sedang mencoba menangkarkan Cockatiel, mungkin informasi singkat mengenai proses perkembang biakannya ini bisa berguna bagi anda, selamat menyimak.


Tanda cockatiel akan bertelur



  • Pertanda awal dari proses perkembang biakan cockatiel ini dimulai oleh burung jantan. Setelah melakukan perkawinan burung jantan akan bergegas mencari dan memasuki kotak sarang atau gelodoknya , setelah berada didalamnya ia akan berkicau untuk memanggil burung betina agar segera menghampirinya didalam kotak sarang tersebut. setelah beberapa lama burung betina akan menuju dan memasuki kotak sarang dimana terdapat burung jantan didalamnya.
  • Setelah keduanya berada didalam kotak sarang tersebut maka dimulailah tahap awal perkembang biakan ketika burung jantan mulai keluar dari kotak sarangnya sedangkan burung betina tetap berada didalam kotak sarang atau gelodoknya tersebut untuk mempersiapkan diri untuk bertelur . nah pada saat saat inilah dibutuhkan tempat yang aman dan tenang bagi mereka.
  • Hal ini bisa terlihat selama cockatiel jantan melakukan pembuahannya tidak akan turun dari atas betinanya sebelum menyelesaikan proses pembuahan tersebut. mereka akan memilih posisi yang sempurna untuk menyelesaikan proses tersebut yang juga merupakan salah satu kelebihan dari burung ini. sehingga kemungkinan untuk mendapatkan telur yang infertill sangat jarang terjadi pada cockatiel.
  • Proses pembuahan ini akan dimulai ketika anda akan mendengar burung jantan lebih sering bernyanti dengan kencang dan kadang diiringi tarian dimana burung jantan akan mengangkat sayap mereka dan melakukan banyak gerakan di tenggerannya, pada saat itulah burung betina akan mulai mengambil posisi dan siap untuk dikawinkan oleh sang jantan.
  • Pada saat burung betina akan mulai bertelur ,burung jantan akan berada di dalam atau didekat kotak sarangnya dan kadang juga ia terliha didalam kotak sarangnya bersama burung betina seolah merayakan kehadiran telur pertamanya.
  • Keduanya ini akan bergantian mengerami telur mereka dan kadang mereka juga akan berbagi masing-masing telur untuk dierami (dibagi dua).
  • Kalau anda memeriksa kotak sarang dengan betina didalamnya maka ia akan berbunyi seperti marah dan mencoba menjaga telurnya. kalau sudah begitu ia tidak akan meninggalkan telur-telurnya dan akan tetap didalam kotak sarangnya.

Setelah Telur menetas, Burung jantan maupun betinanya juga sama -sama merawat piyikannya. Burung jantan mungkin akan terlihat lebih agresif terhadap anak-anaknya khususnya diwaktu menyapih, alasannya sederhana saja, ia ingin mereka cepat keluar dari sarangnya untuk memulai proses pembibitan yang baru.

Salam kicau!
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Wednesday, December 3, 2014

Nasi putih untuk atasi kenari yang sering mematuk kaki

Banyak masalah yang bisa muncul pada saat kita mencoba usaha penangkaran burung kenari. Salah satunya adalah burung indukan yang sering mematuki kakinya sendiri atau bahkan kaki dari anak-anaknya. 

Namun jika kita perhatikan, burung itu tak hanya mematuki kakinya saja tetapi juga memakannya. Jika anda menemukan perilaku burung indukan seperti itu, maka itu berarti burung kenari tersebut sedang alami kekurangan kalsium.




Seperti telah diketahui bahwa pembentukkan tulang dibangun oleh bermacam-macam nutrisi berbeda tetapi pada dasarnya dibentuk dari material yang mengandung kalsium. Kulit terbentuk dari bermacam nutrisi seperti vitamin D, C, E, B, dan A juga Beta Karotene dan Protein Keratin. 

Ketika burung indukan sering terlihat mematuki kakinya atau kaki anak-anaknya maka itu merupakan tanda bahwa burung tersebut mengalami kekurangan sumber kalsium sehingga mereka akan mengambil kalsium dari bagian kulitnya tersebut.

Untuk pencegahan dan mengatasi masalah tersebut, sumber kalsium harus disediakan untuk memenuhi kebutuhan burung kenari indukan tersebut. Sumber kalsium bisa didapat dari cangkang telur atau tulang sotong yang digerus / ditumbuk dan dicampurkan dalam pakan biji-bijiannya.

Selain itu sayuran berwarna hijau sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan burung indukan akan nutrisi. Bahkan nasi putih pun bisa menjadi pakan alternatif untuk mengatasi masalah burung yang kekurangan kalsium.  


Nasi putih bisa diberikan pada burung kenari selama dua kali seminggu, sayuran hijau diberikan lima hari dalam seminggu, sedangkan telur tebus beserta cangkang telurnya dan tulang sotong diberikan setiap hari. 


Salam kicau!















kenari matuk kaki , kenari mematuki kakinya , kenari kurang kalsium , kenari indukan makan telurnya sendiri , kenari matuk kaki , kenari mematuki kakinya , kenari kurang kalsium , kenari indukan makan telurnya sendiri , kenari matuk kaki , kenari mematuki kakinya , kenari kurang kalsium , kenari indukan makan telurnya sendiri

Sunday, October 26, 2014

Mengenali penyebab kenari betina tidak bertelur

Kenari adalah salah satu jenis burung peliharaan yang cukup popular dengan penggemar yang paling banyak. Pasar-pasar burung pun tidak mengenal kata "kehabisan stok" terhadap jenis burung ini lantaran banyaknya penangkar burung kenari di berbagai pelosok dan daerah. Banyak penggemar kenari pemula yang mencoba peruntungannya dengan menangkarkan kenari miliknya, namun tak sedikit pula yang mengalami kebuntuan, terutama masalah kenari betina yang tidak mau bertelur.




Masalah yang paling umum menimpa penangkar pemula ketika mencoba menangkarkan burung kenarinya adalah burung yang tidak mau bertelur, meski dalam sangkarnya telah disediakan tempat sarang dan juga bahan - bahan untuk membangun sarangnya begitu pula dengan burung kenari jantan yang sudah cukup umur dan telah siap untuk dikawinkan.

Berikut beberapa hal terkait permasalahan burung kenari betina yang tak kunjung bertelur meski disatukan dengan burung jantan dalam kandang penangkarannya untuk waktu yang cukup lama.


  •     Burung yang belum berusia matang alias masih muda.
  •     Burung betina terlalu lambat birahi/kurang birahi.
  •     Bulu yang terlalu tebal di sekitar kloaka.

1. Burung yang belum matang kelamin atau masih muda

Burung betina yang masih muda belum mempunyai pengalaman yang cukup untuk berkembangbiak, selain memiliki organ kelamin yang belum matang, juga burung tersebut cenderung belum siap ketika dipasangkan, yang membuat perkawinan tidak akan terjadi. Karena itu ketika berniat menangkarkan burung kenari, pastikan usia dari burung jantan dan burung betina telah cukup untuk dikembangbiakkan.

Umumnya usia kenari jantan yang siap kawin adalah berusia di atas 1 tahun, sedangkan burung betina berusia di atas 8 - 10 bulan, dan akan lebih baik jika usianya telah mencapai lebih dari 11 - 12 bulan. Pada usia tersebut kondisi burung betina yang siap kawin bisa diketahui dari bentuk dari kloakanya yang membengkak dengan kulit yang bewarna kemerahan.

2. Burung betina terlalu lambat birahi.

Ada beberapa kasus yang melibatkan burung betina yang telah berusia lebih dari 1 tahun namun mereka tak juga kunjung berkembangbiak dikarenakan birahinya yang terlambat. Hal tersebut biasanya ditunjukkan oleh burung betina yang tak kunjung bertelur setelah digabung bersama burung jantan selama berhari-hari, atau sering juga terjadi burung betina yang terlalu galak atau selalu menghindar ketika didekati oleh burung jantan yang berniat mengawininya.

Hal tersebut umumnya dipengaruhi oleh faktor perawatan yang kurang tepat, terutama dalam pemberian pakan yang bervariasi untuk memenuhi asupan gizi dan nutrisinya. Selain itu penjemuran yang terlalu singkat atau tidak pernah dijemur sama sekali juga menjadi salah satu hal yang menyebabkan burung betina tersebut lambat birahi.

Mengatasi burung kenari betina yang lambat birahi bisa dilakukan melakukan perubahan dalam perawatan hariannya, termasuk menyediakan pakan yang bervariasi mulai dari pakan biji-bijian yang berkualitas misalnya dengan memberikan pakan racikan yang diracik khusus untuk burung kenari, menyediakan sayuran dan buah-buahan yang bisa merangsang birahi seperti sawi, daun ginseng, oyong, tauge, dan jagung manis. Selain itu tingkatkan juga durasi penjemuran burung betina tersebut agar cepat berada dalam kondisi birahi.

3. Bulu yang terlalu tebal di sekitar kloaka

Banyak penggemar burung kenari yang beranggapan bahwa burung kenari yang memiliki bulu-bulu tebal atau bulu rangkap sangat sulit untuk dikembangbiakkan karena cenderung sulit birahi dan lama bertelurnya. Hal tersebut mungkin ada benarnya karena faktor sesungguhnya adalah bukan karena ketebalan bulu yang terdapat di sekujur tubuhnya, tetapi khusus pada ketebalan bulu yang terdapat di sekitar kloaka burung tersebut.

Ketika burung jantan melakukan perkawinan atau ovulasi pada burung kenari betina yang mempunyai bulu-bulu tebal di sekitar kloakanya, maka kemungkinan yang bisa terjadi adalah terhambatnya proses pembuahan akibat bulu-bulu yang menutupi organ kelamin burung. Akibatnya meski telah terjadi perkawinan namun setelah ditunggu hingga berhari-hari burung betina tersebut tak kunjung bertelur.

Itulah beberapa hal yang kemungkinan menjadi penyebab kenapa burung kenari betina tak juga kunjung bertelur setelah disatukan bersama burung jantan dalam waktu yang cukup lama. Jika setelah diberikan perawatan-perawatan seperti disebutkan di atas namun burung betina tetap tidak menunjukkan perubahannya, maka upaya terakhir yang bisa dilakukan adalah mengganti burung betina dengan burung yang lainnya.


Semoga bermanfaat

Wednesday, October 22, 2014

Metode poligami dalam penangkaran burung bersifat teritorial

Meskipun di alam liar spesies burung teritorial seperti ciblek, kacer, cucak ijo, atau murai batu adalah spesies burung yang monogami ketika berkembangbiak, namun ada saat-saat dimana burung indukan betina yang kehilangan pasangannya misalnya akibat tertangkap pemburu atau menjadi mangsa binatang predator, meski begitu hal tersebut ternyata tidak mengurangi aktivitasnya sebagai single parent dalam mengerami maupun membesarkan anak-anaknya.



Hal itulah yang kemudian menginspirasi banyak orang untuk melakukan penangkaran burung sistim poligami.

Metode poligami pada burung yang memiliki sifat teritorial.

Poligami yang digunakan dalam penangkaran murai batu merupakan salah satu bentuk strategi pemuliaan burung jantan tunggal dengan lebih dari satu pasangan selama musim kawin. Dengan begitu sebuah penangkaran yang mempunyai beberapa burung betina yang tidak memiliki pasangan - akibat mati karena penyakit atau dijual sebagai indukan - bisa tetap berproduksi meski nantinya mereka akan menjadi single parent yang mengerami dan merawat anak-anaknya.

Sistem poligami biasanya dilakukan ketika seorang penangkar ingin mendapatkan keturunan dari indukan jantan yang berkualitas sehingga dengan mengawinkan burung jantan tersebut pada beberapa burung indukan betina maka beberapa dari keturunan mereka akan memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan induknya. Selain itu metode ini banyak digunakan karena dianggap bisa mendongkrak produktivitas, karena bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa ekor betina sekaligus dalam satu musim.

Namun ada beberapa persyaratan ketika kita hendak melakukan sistem poligami dalam penangkaran burung murai batu, beberapa persyaratan tersebut antara lain:
  1. Burung indukan betina yang sudah siap kawin/dalam kondisi breeding.
  2. Burung betina sebelumnya diperkenalkan dengan burung jantan.
Karena itulah ketika berniat melakukan sistem poligami dalam penangkaran burung yang bersifat teritorial seperti ciblek, kacer, atau murai batu pastikan dahulu burung jantan yang akan digunakan sebagai burung pejantan tunggal telah berkenalan dengan masing-masing betinanya untuk memudahkan dalam tahap berikutnya yaitu perkawinan dan bertelur.

Memperkenalkan burung jantan pada masing-masing burung betinanya.

Cara perkenalan bisa dilakukan dengan menempatkan burung betina ke dalam kandang penangkarannya masing-masing, setelah itu burung jantan yang disimpan dalam sangkar kotak hariannya didekatkan dengan kandang penangkaran dari masing-masing burung betina tersebut selama beberapa hari secara bergantian.

Jarak antara kandang penangkaran atau kandang yang digunakan burung betina sebaiknya cukup rapat agar perkenalan berlangsung dengan hambatan (jika perjodohan menggunakan kandang harian maka pada bagian sisi kanan atau sisi kiri dari sangkarnya bisa dilengkapi dengan sekat pemisah, dengan begitu burung betina yang berada dalam sangkarnya masing-masing akan terpancing untuk masuk ke kondisi breeding dan akan tampak rajin mengumpulkan bahan-bahan sarangnya.

Metode poligami yang dikenal dalam penangkaran burung terdiri dari dua metode/sistem yaitu:
  • Metode poligami dengan beberapa burung betina dalam satu kandang penangkaran.
  • Metode poligami dengan beberapa burung betina dalam masing-masing kandang (terpisah).

Poligami dengan beberapa burung betina dalam satu kandang penangkaran

Banyak yang beranggapan bahwa sistem poligami bisa dilakukan dengan menempatkan beberapa burung betina dalam satu kandang penangkarannya, tapi perlu diperhatikan di sini adalah bahwa burung peliharaan sejenis ciblek, kacer, atau murai batu yang berjenis kelamin jantan dan betina adalah burung petarung yang memiliki sifat sangat teritorial sehingga menggabungkan mereka dalam satu kandang adalah bukan merupakan hal yang tepat, karena salah satu atau beberapa dari burung betina tersebut bisa merasa sangat terintimidasi.

Selain itu harus menjadi perhatian pula, kalaupun burung jantan telah memilih salah satu burung betina sebagai pasangannya maka mereka berdua (pasangan itu) akan menjadikan lokasi tempatnya bersarang sebagai wilayah kekuasaan (teritorial) mereka, sehingga akan berusaha untuk mengusir atau menyerang burung lain yang mendekati sarangnya termasuk burung betina yang berada satu kandang penangkaran dengannya.

Meskipun dalam kasus ini banyak yang menyatakan sudah berhasil, namun umumnya burung betina yang ada dalam kandang penangkaran itu bisa berproduksi semuanya, ada beberapa yang hanya menjadi "kambing cengo "  dengan merasa terintimidasi oleh burung yang telah menjadi pasangannya.

Poligami dengan beberapa burung betina dalam masing-masing kandang.

Poligami pada burung-burung teritorial bisa dilakukan dengan cara memasukkan masing-masing indukan betina dalam kandang yang akan digunakannya untuk berkembangbiak, setelah itu burung jantan yang telah diperkenalkan bisa dimasukkan ke dalam kandang betinanya satu persatu dengan memberikan batasan waktu dan tetap melakukan pemantauan.

Anda bisa memberikan waktu selama beberapa hari atau satu minggu untuk memberikan kesempatan pada burung jantan mengawini burung betina yang berada dalam masing-masing kandangnya dengan sambil melakukan pemantauan yang rutin. Jika kemudian dalam beberapa hari burung jantan dan betina tetap tidak mau akur alias sering berantem, maka burung jantan tersebut kemudian dipindahkan ke kandang betina yang lainnya, sedangkan burung betina yang terlalu galak bisa anda atur kembali perawatannya dengan mengatur pakan tambahan atau memberikan suplemen penangkaran seperti BirdMature untuk mempercepat birahi burung betina.

Ketika burung jantan telah akur denga betina dalam kandang penangkaran lainnya, maka berikan kesempatan pada burung jantan untuk mengawini betinanya. Lakukan pemantauan untuk 10 - 12 hari ke depan setelah burung jantan terlihat mengawini burung betinanya. Nantinya setelah dua hari kemudian yaitu ketika burung betina sedang mengerami telur-telurnya, burung jantan bisa dipisahkan dan kembali di satukan dengan burung betina yang berada dalam kandang penangkaran lainnya.

Ketika poligami harus dilakukan

Ada kalanya poligami terpaksa dilakukan ketika penangkar ingin mencoba dengan sesuatu yang lain dalam penangkarannya atau ketika penangkar memiliki beberapa indukan betina yang ditinggal mati pasangannya. Namun selain itu ada juga beberapa kondisi tertentu yang membuat seorang penangkar melakukan metode poligami, yaitu:
  • Permintaan pasar yang terus meningkat
  • Burung jantan yang mulai merusak sarang atau telurnya.
  • Salah satu burung yang terlalu agresif dengan pasangannya.
  • Penangkar yang ingin mempunyai keturunan dengan kualitas yang sama dengan indukan.
Pada dasarnya poligami memang bisa dilakukan terhadap beberapa jenis burung kicauan peliharaan termasuk juga burung-burung yang bersifat teritorial maupun non-teritorial. Namun hal yang cukup penting ketika menerapkan metode poligami pada penangkaran burung-burung yang bersifat teritorial seperti ciblek, kacer, murai batu atau cucak hijau adalah rutin melakukan pemantauan dan pencatatan perilaku sebagai upaya mencegah dan mengatasi ketika terjadi kendala dalam perjodohan, perkawinan, serta pengembangbiakkan seekor burung jantan dengan beberapa burung betina sekaligus dalam satu musim.

Semoga bermanfaat

Sunday, October 5, 2014

Tips singkat beternak perkutut

Meski kurang begitu mendapat perhatian dari sebagian besar penggemar burung kicauan, namun ternyata masih banyak juga kicaumania yang memelihara burung perkutut sebagai burung klangenan. Bahkan tidak sedikit pula yang mencobat menangkarkannya baik untuk tujuan pribadi maupun diperdagangkan meski dalam skala kecil-kecilan. Untuk panduan bagi pemula, berikut adalah tips singkat bagaimana beternak burung perkutut.



 


Bagi penggemar pemula, rata-rata mereka memelihara burung perkutut dengan tidak mempedulikan asal-usul dari burung perkutut tersebut. Yang penting bagi mereka adalah burung perkututnya yang rajin berbunyi dengan suara khasnya, dan biasanya hal tersebut kemudian berlanjut pada upaya mengembangbiakkan burung perkutut miliknya itu dengan mencarikan pasangannya.

Banyak penangkar-penangkar burung perkutut skala besar yang dimulai dari iseng atau coba-coba, karena itu ketika anda hendak menangkarkan burung ini mulailah dengan niat dan usaha yang sungguh-sungguh, sehingga hasil yang baik bisa anda dapatkan.
Untuk menangkarkan burung perkutut, kita tentu butuh sepasang burung yang terdiri dari burung jantan dan burung betina.

Sekarang kita anggap saja anda sudah mempunyai perkutut jantan yang selama ini menemani burung kicauan anda di rumah,  jadi untuk ditangkarkan anda tinggal mencari burung perkutut betina yang sudah cukup umur. Nah untuk hal itu anda tentu bisa meminta pedagang burung untuk membantu memilihkannya untuk anda.

Setelah sepasang burung perkutut sudah didapatkan, maka tips singkat dari seorang kung mania berikut ini bisa diterapkan untuk memulai perjodohan dan penangkarannnya.
  • Selama satu minggu, burung perkutut jantan dan betina dimandikan secara rutin.
  • Setiap malam hari hingga pagi harinya sangkar kedua perkutut tersebut ditempelkan atau dijejerkan dengan posisi tenggeran yang luruh searah (segaris).
    Jika kedua indukan itu sudah menunjukkan ketertarikan satu sama lain, maka burung jantan dan burung betina bisa mulai ditempatkan dalam kandang penangkarannya.
  • Sedangkan untuk kandang ternaknya bisa menggunakan sangkar gantung atau kandang ternak.
  • Selama tahapan perjodohannya kedua indukan tersebut diberikan 5 butir kacang hijau yang sebelumnya direndam terlebih dahulu dalam air panas agar biji kacang tersebut merekah.
  • Berikan 5 butir kacang hijau yang telah didinginkan tersebut dengan cara dilolohkan, dan diberikan setiap pagi hari (Kacang hijau berfungsi untuk menaikkan birahi kedua indukan, selain kacang hijau anda juga bisa menggunakan obat-obatan atau vitamin khusus agar indukan cepat birahi dan melakukan perkawinan).
  • Selang beberapa hari kemudian burung perkutut tersebut akan terlihat melakukan ritual kawinnya, dan pada saat itu kita harus mulai menyiapkan bahan dan tempat sarang dalam kandang penangkarannya.
  • Biasanya dalam waktu satu minggu setelah melakukan ritual kawinnya, burung perkutut betina akan segera bertelur.
  • Pengeraman akan berlangsung selama 14 hari, dan setelah anakan berusia 6 - 7 hari bisa langsung diberikan ring pengenal.
  • Setelah anakannya berusia 14 hari, mereka bisa dipisahkan dari induknya dalam kandang terpisah, sedangkan indukan dibiarkan untuk kembali berproduksi.
Dalam tahap ini anda sudah beralih dari yang tadinya seorang penggemar burung menjadi seorang penangkar burung, dan hasil produksi dari penangkaran perkutut ini bisa anda jual kembali ke pasar-pasar burung.
 
Meskipun harga pasaran burung perkutut anakan masih jauh dibawah harga burung kicauan terlebih kedua indukan berasal dari perkutut biasa, namun hal tersebut sudah membuktikan bahwa anda sudah mampu melakukan hal yang sebelumnya anda anggap tidak mungkin. Selain itu hasil produksinya pun lumayanlah untuk tambah-tambah uang belanja isteri, hehehe

Semoga beranfaat

Friday, October 3, 2014

12 Tips jitu cara beternak parkit

Parkit kini tidak lagi dijadikan sebagai burung peliharaan saja tetapi sudah banyak penggemar burung yang menangkarkan burung paruh bengkok ini untuk berbagai tujuan. 


 
Namun tak jarang dalam melakukan upaya penangkarannya itu sering terjadi burung parkit yang meskipun sepasang namun tidak muncul tanda-tanda bertelur. 

Untuk itu, 12 tips singkat berikut ini bisa membantu anda mengatasi permasalahan paling umum dalam penangkarannya. 

  1. Pastikan anda telah mendapatkan sepasang burung parkit yang terdiri dari burung jantan dan burung betina.
  2. Pastikan juga burung betina telah dalam kondisi siap breeding dengan usia minimal 12 bulan, sedangkan burung jantan berusia lebih dari itu.
  3. Kandang penangkaran yang bisa menggunakan kandang aviary atau kandang batere maupun kandang soliter.
  4. Kotak sarang atau glodok yang ditempatkan diluar kandangnya untuk memudahkan pemantauan.
  5. Lokasi kandang penangkaran yang jauh dari gangguan.
  6. Ketersediaan pakan biji-bijian dan air minum yang cukup.
  7. Menyediakan kalsium dan tulang sotong.
  8. Memberikan pakan eggfood setiap harinya untuk merangsang burung cepat birahi.
  9. Menyalakan lampu cukup lama jika kandang diletakkan di dalam ruangan untuk membuat burung berpikir bahwa waktu siang hari lebih panjang, sehingga membuat mereka menganggap waktunya musim kawin.
  10. Sering-seringlah menyemprot kandangnya dengan sprayer untuk membuat burung berpikir itu adalah musim hujan.
  11. Jika mempunyai burung parkit yang lainnya maka biarkan mereka untuk saling melihat satu sama lain untuk merangsang birahi dan cepat kawin dengan pasangannya.
  12. Berikan buah dan sayuran 2 - 3 kali perminggu.
 Semoga bermanfaat

Thursday, August 14, 2014

Mari merawat dan menangkar burung emprit peking

Apa yang ada dalam benak anda ketika mendengar nama burung emprit, pasti bayangan anda langsung tertuju pada burung mungil yang sering diberi pewarna lalu dijual pada anak-anak kecil. Burung emprit atau pipit merupakan jenis burung finch (Estrildidae) dari genus Lonchura yang kerap dianggap sebagai burung hama lantaran habitat mereka yang tidak jauh dari lahan pertanian. 



Akibatnya banyak perburuan terhadap spesies burung ini, dan kalau tidak ada upaya menjaga kelestariannya, bisa dipastikan burung emprit akan bernasib sama dengan kerabatnya burung gelatik jawa.

Ada banyak jenis burung emprit/pipit/bondol yang memiliki penyebaran luas di Indonesia, namun hanya beberapa saja yang dikenal dan cukup akrab dengan masyarakat kebanyakan. Burung-burung tersebut adalah:

- Bondol peking (Lonchura punctulata)
- Bondol jawa (Lonchura leucogastroides)
- Bondol haji (Lonchura maja)
- Bondol perut putih (Lonchura leucogastra)


Burung-burung tersebut selama ini dianggap sebagai burung recehan, namun di luar negeri burung-burung receh tersebut justru banyak dicari untuk dipelihara dan dikembangbiakkan oleh para pecinta burung finch dari seluruh dunia.

Ramai-ramai menangkaran burung bondol peking

Sudah waktunya kita menghargai jenis-jenis burung tersebut, dan mulai menangkarkan mereka sebelum benar-benar sulit ditemukan seperti beberapa spesies burung finch lain yang ada di Indonesia. Spesies yang menjadi bahasan kita kali ini adalah bondol peking atau spice finch (Lonchura punctulata) yang cukup popular di beberapa negara sebagai burung tangkaran.



Pipit peking atau bondol peking adalah burung yang berukuran mungil yang gemar memakan biji-bijian dan padi. Karena kebiasaanya itu burung ini dianggap sebagai burung hama yang harus dijauhkan dari lahan pertanian.

Ada sebelas subspesies dari burung pipit peking ini yang semuanya tersebar mulai dari India hingga Asia Tenggara dan tujuh di antaranya memiliki penyebaran lokal yang sebagian besar adalah endemik Indonesia.
Penyebaran global:
  1. Lonchura punctulata punctulata tersebar dari Nepal, India dan Sri Lanka
  2. Lonchura punctulata subundulata tersebar di timur laut India , dan bagian barat Myanmar
  3. Lonchura punctulata yunnainensis tersebar di Myanmar dan barat daya China
  4. Lonchura punctulata topeila tersebar di selatan China hingga utara Thailand, Indochina, Hainan, dan Taiwan
  5. Lonchura punctulata cabanisi tersebar di Filipina
Penyebaran lokal dan burung endemik:
  1. Lonchura punctulata fretensis tersebar di selatan Thailand dan Semenanjung Malaysia hingga Sumatera dan pulau-pulau di sekitarnya
  2. Lonchura punctulata nisoria tersebar di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumbawa
  3. Lonchura punctulata baweana endemik di Pulau Bawean (Laut Jawa)
  4. Lonchura punctulata holmesi endemik di bagian tenggara Borneo (Kalimantan)
  5. Lonchura punctulata sumbae endemik di Pulau Sumba
  6. Lonchura punctulata blasii tersebar di Flores, Timor, Kepulauan Tanimbar, dan pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara
  7. Lonchura punctulata particeps endemik di Pulau Sulawesi
Burung pipit peking banyak dicari oleh penggemar burung finch di luar negeri karena kemudahannya dalam perawatan serta termasuk burung yang cukup tangguh jika dipelihara dalam kandang penangkaran atau hariannya.

 

Membedakan jenis kelamin burung pipit peking atau yang sering disebut nutmeg mannikin ini cukup menyulitkan karena penampilan keduanya yang sama mirip. Pada umumnya ketika mendapati sepasang burung ini, para penangkar lebh cenderung memperhatikan gaya berkicau dari burung jenis ini, yaitu burung jantan yang akan meregangkan lehernya sambil meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan ketika bernyanyi untuk menarik perhatian burung betina. 

Selain itu suara nyanyiannya pun hampir tidak terdengar, namun perilaku mereka akan menunjukkan gerakan menari, sedangkan burung betina cenderung hanya menonton sambil menggetar-getarkan ekornya.



Penangkaran burung pipit peking bisa dilakukan dalam sangkar gantung berukuran besar atau kandang ternak biasa, bahkan burung ini bisa ditangkarkan bersama-sama jenis burung lain dalam kandang koloni atau kandang aviary. Burung yang siap dikembangbiakkan biasanya burung yang sudah berusia 7 bulan, karena pada usia tersebut burung sudah mengalami kematangan seksualnya.

Pakan yang bisa diberikan selama burung ditangkarkan adalah pakan biji-bijian seperti milet atau pakan yang biasa diberikan pada burung finch. Untuk membantu pencernaannya bisa diberikan grit dan juga kalsium dalam bentuk tumbukan tulang sotong atau kulit telur.  Sedangkan untuk pakan tambahan bisa diberikan sayuran hijau seperti selada, bayam, daun seledri, buah-buahan, dan ulat hongkong.

Seperti disebutkan di atas bahwa burung ini adalah burung yang sangat mudah dipelihara, sehingga ketika menangkarkannya pun tidak akan mengalami kesulitan yang berarti. Burung ini mudah sekali masuk dalam tempat sarang lalu membangun sarangnya dan kawin untuk kemudian berbiak. Bahkan spesies burung ini bisa disilangkan dengan spesies burung finch lainnya terutama dari jenis mannikin atau munia.

Untuk tempat sarangnya bisa menggunakan tempat sarang yang bisa digunakan ketika menangkarkan spesies burung finch lainnya, tempat sarang ini bisa terbuat dari rotan, papan triplek, atau bahkan kertas kardus. Bahan untuk sarang bisa menggunakan bahan sarang yang terbuat dari serat nenas, sabut kelapa, atau rumput kering.

Setelah burung jantan menampilkan rayuannya sambil berjungkit-jungkit dan kadang disertari liukan lehernya, burung betina akan menerima rayuan sang arjunanya, setelah beberapa lama terjadilah perkawinan. Jika terjadi perkawinan maka anda bisa melihat kesibukkan kedua indukan yang sama-sama saling membantu membangun sarangnya.

Burung pipit peking betina akan bertelur sebanyak 4 - 8 butir telur yang akan dieraminya selama 14 hari. Setelah menetas kedua indukan akan saling bergantian merawat dan memberi makan anak-anaknya,pada saat ini kebutuhan mereka akan makanan segar harus selalu diutamakan, misalnya dengan menyediakan buah-buahan seperti apel, biji-bijian yang banyak, dan juga ulat hongkong baik hidup atau kering.

Setelah berusia 19 - 23 hari anak-anak mereka akan bisa keluar dari sarangnya, dan setelah 2 - 3 minggu kemudian anakan sudah berusia dewasa dan mandiri.

Oh ya, anakan burung yang masih berusia piyikan ini bisa diberikan perawatan dengan handfeeding, sambil terus menerus diperdengarkan suara rekaman burung kenari atau ditempel dengan burung kenari yang gacor. Nantinya setelah dewasa, anakan burung tersebut akan memiliki kemampuan menirukan suara burung kenari , seperti dalam video berikut.





Burung pipit peking dikenal sebagai burung yang tahan banting atau tangguh, dan kalau ada masalah biasanya itu terjadi akibat pola makan yang tidak teratur, dan kandang yang kotor. 

Namun dengan perawatan dan pola makan yang tepat dan teratur serta selalu menjaga kebersihan kandangnya, maka burung akan tetap selalu dalam kondisi yang cukup prima.
Penangkaran burung pipit peking ini bisa diaplikasikan pada spesies burung emprit / pipit lainnya.

Salam

Tuesday, June 3, 2014

Permasalahan umum dalam penangkaran kenari

Meski terdengar mudah, namun tidak sedikit para penggemar burung kenari yang masih merasa kesulitan ketika mencoba menangkarkan burung kenari mereka, terutama dalam proses perjodohan dan perkembangbiakkannya. Beberapa tips seputar permasalahan umum dalam penangkaran kenari berikut ini bisa dijadikan panduan bagi anda terutama pemula yang mencoba terjun dalam dunia penangkaran.




 Secara umum masalah-masalah yang timbul ketika mencoba menangkarkan burung kenari, biasanya terjadi akibat beberapa hal yang menjadi penyebab kegagalan dalam penangkarannya. Adapun hal yang paling umum adalah:
  • Burung indukan yang belum juga mencapai kondisi birahi sehingga sulit berjodoh.
  • Kegagalan akibat terganggunya proses perkawinan atau pembuahan.
Untuk mengetahui lebih jelasnya, mari kita simak pembahasan dan tips bagaimana mengatasinya berikut ini.

Burung yang belum juga mencapai kondisi birahi atau sulit berjodoh.

Keberhasilan penangkaran bisa didapat dari kondisi birahi kedua indukan yang muncul bersamaan, karena pada saat itu burung indukan akan mudah berpasangan / berjodoh dan memulai tahapan perkembangbiakkannya. Untuk mendapatkan burung dengan kondisi tersebut tentu kita tidak hanya dengan menyediakan sepasang burung kenari lalu di masukan begitu saja dalam kandang ternaknya, apalagi jika burung tersebut didapat dalam kondisi terpisah (belum jodoh/belum produksi).

Dalam mendapatkan pasangan burung yang siap diternakkan, maka beberapa persyaratan dibawah ini harus dipenuhi, yaitu :
  • Usia dari burung yang sudah cukup umur untuk dikembangbiakkan, dengan begitu burung memiliki pengalaman yang cukup dalam berkembang biak.
  • Burung yang sudah matang secara seksual, sehingga proses perjodohan akan berlangsung cepat , begitu pula dengan proses perkawinannya.
  • Kondisi birahi dari masing-masing burung yang stabil, sehingga burung siap untuk dijodohkan dengan pasangannya, tanpa ada perseteruan karena salah satu yang terlalu over birahi atau terlalu galak.
Setelah memenuhi persyaratan di atas, namun burung masih sulit di jodohkan, maka tindakan yang bisa dilakukan adalah mengatur birahi dan pertemuan mereka. Dengan begitu burung kenari tersebut akan dirangsang untuk bisa saling membutuhkan dan menumbuhkan kesukaan satu sama lainnya.

Banyak cara yang dilakukan dalam upaya untuk memasangkan burung kenari agar mau berjodoh, ada beberapa yang cukup efektif namun ada juga yang membutuhkan waktu lama dalam proses perjodohannya.

Tips berikut ini bisa anda lakukan sebagai alternatif perjodohan yang cukup efektif, dan jika cara-cara lain tidak membuahkan hasil yang menggembirakan.
  1. Rutin mengembunkan kedua burung (jantan+betina) pada pagi-pagi hari sekali, yaitu antara pukul 05:00 - 06:00 pagi, pada waktu itu kedua burung bisa digantung secara berdekatan.
  2. Setelah matahari mulai terbit (pukul 06:30 - 08:00) kedua burung mulai dipisahkan dalam jarak yang cukup jauh, hal ini untuk memberi kesempatan pada burung jantan melantunkan nyanyiannya yang bisa merayu betina.
  3. Pada waktu dimandikan, kedua burung bisa dimandikan secara bersama-sama dan dijemur dengan kedua sangkar yang berdempetan, jangan lupa juga untuk memberikan pakan tambahannya berupa telur puyuh rebus.
  4. Siang hari hingga sore hari, kedua burung digantung secara berdekatan, dan untuk burung jantan, telur puyuh dilepas lalu diganti dengan sayur-sayuran seperti sawi, tauge, jagung muda, dll.  Sedangkan untuk burung betina, tetap diberikan telur puyuh dan ditambah dengan sayur-sayurannya berupa jagung muda, sawi atau tauge.
  5. Pada saat itu, kedua burung (jantan dan betina) bisa diberikan suplemen khusus penangkaran seperti BirdMature yang bermanfaat untuk mengontrol birahi dan mempercepat proses perjodohan burung yang sulit berjodoh.
  6. Menjelang malam hingga pagi hari, sangkar kedua burung ditempelkan dengan posisi tenggeran  searah, yang memungkinkan burung jantan dan betina akan tidur secara berdempetan, hal itu juga bisa menjadi tanda kalau burung telah saling menerima satu sama lainnya atau berjodoh.
  7. Lakukan hal-hal di atas secara rutin selama beberapa hari, sampai kedua burung benar-benar siap untuk dikawinkan, yang ditandai dengan burung betina yang menunjukkan tanda-tanda ingin dikawin, serta burung jantan yang semakin lantang dengan suara kicauannya.

Kegagalan akibat terganggunya perkawinan atau proses pembuahan

Selain dari masalah perjodohan, masalah lain yang juga menghambat proses penangkaran adalah terganggunya proses perkawinan atau pembuahan. Ada beberapa macam gangguan yang bisa menimpa pada burung yang sedang ditangkarkan, dan gangguan tersebut rata-rata bersifat fisik alias gangguan dari luar seperti:
  1. Adanya hewan pengganggu  seperti tokek, cicak, kadal, dll yang bisa membuat takut kedua burung kenari.
  2. Tenggeran yang tidak kokoh atau goyang, sehingga menyulitkan mereka ketika melakukan ritual perkawinannya.
  3. Terhambatnya proses pembuahan akibat bulu-bulu yang terlalu tebal.

Nah, untuk poin pertama dan kedua anda bisa melakukan tindakan antisipasi dan pencegahannya dengan melakukan tindakan yang diperlukan, namun untuk point ketiga diperlukan tips-tips khusus dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Seperti disebutkan di sini, bulu-bulu yang terlalu tebal dari indukan jantan atau betina, bisa menghambat proses pembuahannya. Selain itu juga menyulitkan burung jantan ketika mencoba membuahi burung betinanya.

Untuk itu diperlukan tindakan yang sangat penting untuk dilakukan, yaitu memangkas bulu-bulu di sekitar kloaka atau organ seksual dari kedua burung tersebut.
Memangkas bulu atau mencukur bulu yang terlalu tebal di sekitar kloaka akan memberikan peluang keberhasilan yang lebih besar sewaktu perkawinanya.

Memangkas bulu sekitar vent burung betina (kiri) dan burung jantan kanan
-
Itulah beberapa hal-hal yang paling umum dan menjadi topik pembahasan para penangkar pemula yang kesulitan ketika mencoba menangkarkan kenarinya. 

Semoga dengan tips dan panduan di atas, bisa memberi pengetahuan pada para penggemar burung terutama kenari, sehingga menjadi lebih bersemangat untuk terus mencoba menangkarkan burungnya, meskipun pernah mengalami kegagalan.
 


Terus berusaha adalah jalan terbaik, Salam kicau!.

Wednesday, April 9, 2014

Si cantik amadine yang menggoda untuk ditangkarkan

Gould amadine yang dikenal dengan julukan The most beautifull finch in the world merupakan burung yang paling banyak penggemarnya. Warna-warna tubuhnya yang indah mengundang banyak orang untuk berusaha menyilangkan burung finch cantik ini untuk mendapatkan campuran warna yang lebih indah dipandang.



Burung yang memiliki nama latin Chloebia gouldiae ini ditemukan pertama kalinya di Australia utara, pada saat itu warna gold amadine aslinya masih sangat terbatas warnanya pun hanya perpaduan dari  warna hitam, merah  dan kuning  dikepalanya sedangkan dipunggung berwarna hijau dengan dada yang berwarna ungu. 

Habitat burung ini sendiri ditemukan oleh John Gould  ( yang kemudian diabadikan sesuai nama penemunya jadi gould amadine) di padang sabana dan juga menghuni hutan eucaliptus dan bersarang didalam lubang lubang pepohonan. 

Karena keindahan warnanya tersebut burung ini menjadi buruan para kolektor sehingga menyebabkan populasi di habitatnya kian menipis, bahkan untuk burung yang kepala warna kuning sudah sangat jarang ditemukan. 

Dengan semakin ramainya penangkaran silang gould amadine ini membuat burung ini kini semakin penuh dengan perpaduan sekitar 34 warna. 



Berbagai variasi warna juga lah yang membuatnya dipisahkan menjadi berbagai jenis. dari banyaknya variasi warna tersebut yang menjadi favorit penggemar burung di sini adalah yang memilki warna dada putih dengan punggung berwarna biru atau abu abu. 

Burung dengan warna tesebut dipastikan akan berharga lebih tinggi dari burung yang berwarna lainnya. 
 Untuk memilih indukan yang sehat bisa dengan cara melihat dari matanya yang tampak bulat dan jernih yang mengindikasikan bahwa burung tersebut bernafsu makan baik dan dalam kondisi yang sehat dan juga  hidung yang tidak berlendir. 

Perhatikan juga burung yang sering tidur pada siang hari adalah burung yang sedang dalam kondisi tidak sehat karena bisa dibilang burung ini adalah burung yang anti tidur siang, dan juga memiliki kebiasaan mengangkat salah satu kakinya ketika tidur. 


Mempersiapkan indukan bisa dipilih dari burung yang sudah berusia 8-10 bulan karena mereka telah siap untuk dikembang biakan, meski begitu, banyak juga penangkar yang lebih senang memilih indukan sejak mereka masih berusia antara 5-6 bulanan, burung-burung muda ini dibiasakan hidup berpasangan,  jadi ketika burung beranjak dewasa maka tinggal mengawinkannya saja. 

Membedakan jenis kelamin dari burung ini bukanlah sebuah hal yang mudah jika belum memilki pengalaman dengan burung ini. akan tetapi perbedaan yang mencolok bisa dilihat dari wana bulunya burung jantan biasanya berwarna lebih cerah terang sementara betina lebih warnanya terlihat lebih redup memudar.

Persiapan Kandang
 
Karena suhu dan iklim di indonesia ini mirip dengan habitat aslinya maka menangkarkan burung ini bukanlah suatu hal yang sulit, secara umum gould amadine menyukai wilayah yang bertemperatur 30*C dengan kelembaban udara 60-70%, jadi tidak ada masalah jika menangkarkan burung ini di depan rumah ataupun halaman rumah, jika memungkinkan bisa juga diternakan didalam ruangan dengan syarat intensitas cahaya minimal 25% . 

Untuk ukurannya sendiri masih belum ada patokan khusus berapa ukuran minimal yang dibutuhkan jadi menurut pertimbangan kitanya saja ,jangan sampai kandang terlalu sempit ataupun terlalu luas yang penting konstruksi kandang harus kokoh, bisa juga menggunakan kandang soliter atau juga kandang karamba/umbaran /aviary. 

Keamanan dan kenyamanan diperlukan agar kandang burung bisa terhindar dari binatang pengerat seperti tikus.  lengkapi kandang dengan saran penunjang seperti tangkringan, wadah berisi air minum dan makanannya, wadah untuk menyimpan sayuran, serta opsional wadah khusus untuk menyimpan pasir laut . tempatkan juga box sarangnya di sudut kandangnya.

Persiapan Pakan dan Vitamin

Goud amadine adalah burung granivora atau pemakan biji bijian, dan kebutuhan proteinnya pun lumayan tinggi, karena itu berikan racikan pakan biji-bijian seperti jewaut, canary seed, millet putih dan niger seed. 

Komposisi pakannya pun bisa berbeda beda. namun untuk patokan disini anda bisa meracik pakan dengan campuran 25% jewawut, 25% canary seed, 25% millet putih dan 10% niger seed bahkan bisa juga ditambah dengan 5% biji lobak, 5% biji sawi, 2.5% biji lamtorogung dan 2.5% godem.

Selain pakan biji bijian kebutuhan akan sayuran pun sangat diperlukan sebagai tambahan nutrisi bagi burung, sayuran yang digunakan bisa dipilih yang masih segar berupa kangkung, selada, pucuk daun wortel dan daun lobak. 

Beberapa penangkar juga menambahkan buah buahan sebagai pakan tambahannya seperti apel, jeruk, jagung, brokoli. kentang dan mentimun. untuk kebutuhan lainnya diluar pakan adalah materi mineral berupa grit, pasir laut, serbuk kulit kerang, dan kulit telur. 



Kebutuhan vitamin untuk menjaga kondisi dan suplemen tambahan untuk membantu burung dalam masa perjodohan, perkawinan dan pengeraman hingga pelolohan juga harus wajib disediakan agar proyek penangkaran ini bisa berhasil dengan lancar dan dengan hasil anakan yang berkualitas.  

Semoga bermanfaat dan Salam Kicau!

Friday, March 28, 2014

Langkah awal dalam beternak lovebird

Lovebird selain memiliki penampilan yang cantik dengan beragam warna, juga merupakan burung yang paling populer untuk ditangkarkan. Tidak sedikit kicau mania yang beralih dari sekedar memelihara menjadi mencoba usaha beternak lovebird ini.


Berikut beberapa langkah-langkah dalam beternak lovebird yang perlu anda ketahui sebelum memulai usaha pengembang biakkan si burung cinta ini

Sebelum memulai penangkaran ini ada baiknya anda terlebih dahulu mengetahui beberapa aspek penting dalam menangkarkan burung jenis lovebird ini diantaranya:

  • Pemilihan Indukan
  • Usia indukan
  • Kandang yang digunakan
  • Jenis Kotak sarang
  • Pemberian pakan yang bergizi

PEMILIHAN INDUKAN

Pemilihan indukan untuk ditangkarkan ini tergantung bagaimana keinginan dan kemampuan kita, karena sekarang ini sudah banyak lovebird yang mengalami mutasi warna yang menarik, mulai dari yang berwarna polos seperti albino, lutino hingga yang berwarna-warni yang tentu saja dengan harga yang jauh berbeda dibanding dengan burung lovebird yang berwarna standar hijau misalnya. 




Dalam menentukan indukan ini kita bisa memilih burung indukan yang sehat, lincah, tidak cacat dan aktif. karena lovebird termasuk burung yang aktif jadi jika anda memilih indukan yang terlihat malas-malasan atau tidak lincah ada kemungkinan burung tersebut dalam kondisi yang sedang tidak sehat atau fit.
 

Sekarang ini banyak penangkar yang mencari indukan jawara atau indukan yang memiliki suara ngekek yang panjang dengan harapan bisa menurun pada keturunannya jika ditangkarkan. 

Namun semua tentu tergantung kepada anda sendiri, apa tujuan dari menangkarkan burung lovebird ini, kalau hanya untuk mengembang biakan untuk usaha anda misalnya untuk dipasarkan atau dijual kembali, maka calon indukan bisa dari burung yang biasa-biasa saja.
 

Tetapi jika nada menangkarkan burung untuk tujuan mencetak burung-burung jawara maka pemilihan indukan ini bisa dengan cara menggunakan indukan yang sudah jawara atau juara lomba yang bersuara bagus dan sering menjuarai even-even lomba, dan untuk tujuan ini biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.


USIA INDUKAN
 

Burung indukan yang siap dikembang biakkan bisa dipilih burung indukan yang sudah berusia 7-8 bulan ke atas, meskipun ada juga burung betina yang sudah bisa bertelur dalam usia 5-6 bulan, tetapi hal tersebut tidak bisa dipaksakan karena burung betina masih muda dan belum memiliki pengalaman yang cukup.

Usia maksimal dari burung lovebird yang bisa terus berproduksi adalah hingga 3 tahun, dan burung yang lebih dari usia tersebut biasanya memiliki produktivitas yang mulai menurun.

KANDANG YANG DIGUNAKAN

Dalam penangkaran lovebird ini bisa menggunakan kandang tipe apa saja asalkan sesuai dengan karakter dan sifat dari burung tersebut yang senang menggigit dan memanjat..


Menggunakan kandang yang terbuat dari jeruji bambu sangat tidak direkomendasikan, karena bisa melukai burung sewaktu memanjat dan juga rentan lepas karena bambu yang bisa rusak digigit oleh burung tersebut. 

Penggunaan kandang yang berjeruji kawat atau besi bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi burung tersebut sewaktu menempatinya.



Ukuran kandang yang digunakan sangat tergantung kepada berapa jumlah burung yang akan kita tangkarkan. kalau kita ingin menangkarkan burung dalam jumlah yang besar maka kandang koloni bisa digunakan dengan ukuran yang lebih luas dan jika hanya sepasang saja kita menangkarkan burung maka kita bisa menggunakan kandang soliter atau kandang ternak yang biasa.



PROSES PENJODOHAN

Burung yang disiapkan untuk perjodohan ini bisa menggunakan burung yang berusia diatas 7-8 bulan agar proses ini bisa berjalan dengan sempurna dan cepat karena kedua burung sudah dalam kondisi sudah matang birahi. 


Proses penjodohan ini bisa bermacam caranya, tergantung kematangan birahi dari burung tersebut, cara yang lazim untuk burung lovebird yang dibeli terpisah atau belum jodoh.


Dalam dengan menyatukan kedua burung dalam kandang penjodohan kita bisa mengamati perilaku mereka setiap harinya untuk sebuah kondisi dimana mereka sudah siap untuk dikembang biakan, tetapi jika anda membeli burung yang sudah dalam kondisi berpasangan atau berjodoh maka tidak perlu menggunakan kandang perkenalan tetapi bisa langsung dimasukan kedalam kandang penangkaran untuk tahap selanjutnya.

Kondisi burung yang sudah siap dipindah ke kandang penangkarannya adalah kondisi dimana burung mengalami hal-hal seperti berikut ini :
  • Kedua burung akan bertengger berdampingan sepanjang harinya.
  • Kedua burung akan saling menyuapi atau meloloh, bisa dilihat dari bagaimana burung tersebut memuntahkan makanannya lalu memberikan pada pasangannya yang biasanya dilakukan oleh burung jantan terhadap betinanya.
  • Burung jantan akan selalu berusaha dibelakan betinanya, jika anda perhatikan itu adalah tanda awal dari burung jantan yang sudah kebelet ingin kawin dengan betinanya. 
  • Burung betina mulai membuka sayapnya dan burung jantan mulai naik kepunggungnya, nah ini saking kebeletnya sang jantan langsung mengawini betina. Jika anda kebetulan melihat proses ini sering dilakukan berarti sudah waktunya anda memindahkan mereka ke dalam kandang penangkarannya jika anda sebelumnya menggunakan kandang penjodohan untuk menjodohkan mereka.

Setelah dipindah kekandang penangkaran maka selanjutnya adalah :


Untuk mengetahui bagaimana kesiapan burung betina untuk bertelur bisa dengan cara menyebarkan beberapa bahan sarang dan potongan kertas ke lantai kandangnya dan perhatikan apakah burung betina mulai mengumpulkan atau menggigit kertas lalu dikempit dalam sayapnya dan dibawa-bawa maka itu artinya burung betina sudah siap untuk membuat sarang. 

Dan jika burung betina sudah berperilaku demikian kita bisa memindahkan pasangan tersebut ke kandang penangkarannya.




KOTAK SARANG UNTUK LOVEBIRD 


Bagian terpenting dari menangkarkan lovebird adalah bentuk dan ukuran dari kotak sarang yang digunakan, sebagai burung paruh bengkok, rata-rata mereka menggunakan lubang dipepohonan untuk menyimpan telur mereka dan untuk hal ini digunakan kotak sarang yang berupa glodok untuk tempat mereka menyimpan dan mengerami telur-telurnya.

Kotak sarang yang digunakan bisa berbahan dasar kayu berbentuk segi empat dengan pintu masuk yang berdiameter sekitar 3 inchi.

Dalam sarang ini disediakan juga bahan-bahan untuk membuat sarangnya yagn bisa menggunakan serbuk bekas gergaji dan potongan kertas koran. Penempatannya bisa disesuaikan dengan kondisi kandang yang digunakan.

Setelah semua sudah dipersiapkan dengan matang dan burung betina sudah mulai memunguti potongan kertas dan diselipkan dibalik sayapnya, maka ia akan mulai memasuki kotak sarang tersebut untuk membenahi tempat nya bertelur. 




Secara umum burung betina akan mulai bertelur dengan jumlah 5 hingga 12 butir telur setelah proses perkawinan tersebut dan akan mengerami telurnya selama 23 hari sampai akhirnya telur-telur tersebut menetas.