Showing posts with label lain. Show all posts
Showing posts with label lain. Show all posts

Saturday, June 1, 2013

SI biru yang menawan ( Asian fairy Bluebird )

Cucak Biru ( Irena puella) si biru yang menawan ini bisa dibilang sangat kontras keindahannya juga kicauannya, dengan warna biru beludru pada bagian punggungnya serta sayap yang hitam dengan dihiasi warna biru dan mata yang berwarna merah ini memang sangat sedikit sekali bisa ditemukan di pasar pasar burung, padahal sebagai burung ocehan cucak biru ini juga memiliki irama yang mirip dengan cucak hijau meskipun kalah dalam variasi lagunya. Akan tetapi jika kita memelihara burung ini dari lolohan atau masih muda maka kemampuan burung ini dalam melantunkan kicauannya bisa lebih banyak dan sangat bervariasi dari burung sekelas cucak hijau. 

Burung yang beberapa tahun lalu banyak dicari oleh kicau mania kita ini semakin berkurang populasinya karena kerusakan hutan dan penangkapan liar serta kurangnya minat yang bersedia menangkarkan burung ini.


Habitat
Cucak biru bisa ditemukan pada ketinggian 1800 M  di daerah Asia selatan dan Malaysia termasuk di hutan hutan primer di sumatera dan Filipina bagian selatan. Mereka lebih menyukai Hutan lebat, Hutan hujan dan dareah hutan di tepi padang gurun dimana mereka tidak terganggu oleh manusia. 

Perbedaan Jantan dan Betina 
Membedakan burung cucak biru jantan dengan melihat warna bulu di tubuhnya yang berwarna biru terang yang  jika dilihat dari atas punggungnya seperti bentuk jam pasir sementara untuk burung betina seluruhnya berwarna biru lembut dnegan bulu primer pada sayapnya sedikit brewarna biru gelap dengan warna hitam terlihat kusam.



Karakter Cucak biru
Cucak biru ini hidup berpasangan atau bersama sama dalam sebuah kelompok kecil dengan jumlah 6-8 burung dan kadang bercampur denan spesis burung lain.  Burung ini biasanya tidak bermigrasi tetapi mereka melakukan perjalanan jarak jauh didalam satu wilayah tergantung musim dimana wilayah baru tersebut memiliki buah buahan yang berlimpah. 
Selama musim panas jika kelompok burung ini ingin mandi maka mereka akan membentuk seperti benteng pertahanan untuk melindungi rekannya yang sedang mandi untuk kemudian secara bergantian sampai seluruh kelompok tersebut mandi semuanya. pertahanan ini dimaksudkan untuk melindungi mereka dari serangan predator. 



Selama musim kawin, kawanan ini akan membubarkan diri masing masing untuk mencari pasangannya dan kemudian akan masuk jauh ke dalam hutan yang lebat untuk membuat sarang dan membesarkan anak anaknya, karena sifatnya itulah sangat sedikit informasi mengenai perkawinan dan perilaku mereka selama berkembang biak. dengan sarang yang berbentuk mangkuk terbuka dan dibuat dari ranting serta akar akaran juga lumut dan daun kering. sarang ini ditempatkan pada ketinggian 20 meter dari tanah di pohon yang sangat rimbun, sehingga membuat mereka sangat sulit untuk ditemukan. 
Sarang dibuat hanya oleh burung betina tetapi setelah menetas baik induk jantan maupun betinanya sama sama memberi makan anak anak mereka, Betina hanya menghasilkan 2 buah telur saja yang akan meneteas sekitar 13 hari. dan setelah piyikan berusia 12 hari mereka bisa keluar dari sarangya dan baru mandiri dan lepas dari kedua orangtuanya pada usia 42 hari. 

Perawatan Harian 

  • Burung diembunkan pada pagi hari dan biar terkena cahaya matahari hingga pukul 08.00 
  • Berikan buah buahan segar seperti pisang, apel, jeruk, dll 
  • Berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat jerman 1 ekor
  • Mandikan burung lalu angin anginkan 
  • berikan lagi jangkrik 1 ekor dan ulat hongkong 1 ekor 
  • jemur hingga pukul 09.30 lalu burung dipindah ke tempat teduh dan sejuk 
  • Sore hari jam 16.00 berikan jangkrik 3 ekor dan Ulat jerman 1 ekor 
  • Jika diperlukan burung bisa dimandikan lagi lalu diangin anginkan 
  • 18.00 burung dimasukan ke dalam rumah untuk istirahat sampai besok paginya 
  • Jika diperlukan burung bisa dikerodong 


Fakta mengenai burung ini: 


  • Tidak seperti burung lainnya, burung cucak biru berkembang biak di tengah rimbunan hutan yang padat dengan pepohonan dan berada di tempat yang paling terlembab dihutan tersebut. 
  • Lumut hijau digunakan untuk meng kamuflase sarang mereka agar tidak terlihat oleh binatang pengganggu. 
  • Burung ini termasuk burung yang mudah ditangkarkan dalam kandang penangkaran seperti halnya cucak rawa. 


Salam kicau.

Tuesday, May 21, 2013

Bagaimana menjinakan branjangan yang giras


Branjangan terlebih jika membelinya dalam kondisi bakalan tentu burung tersebut masih memiliki sifat liarnya atau giras. dan hal ini jika dibiarkan apalagi jika burung tersebut masih dalam kondisi sangat giras tentu bisa merusak atau melukai dirinya sendiri karena ketakutannya. 
Pada burung branjangan bakalan yang masih berusia muda proses penjinakan tentu akan lebih mudah dibanding burung branjangan bakalan yang sudah dewasa atau sudah berumur. 

Untuk anda yang kebetulan memiliki burung branjangan yang masih giras atau liar ini, berikut beberapa tips yang bisa anda terapkan pada burung branjangan anda agar cepat menjadi jinak. 

Sebaiknya begitu anda mendapatkan burung branjangan bakalan yang masih liar, jangan dahulu dimasukan dalam kandang branjangannya yang khusus, tetapi masukan saja dalam kandang yang berukuran kecil yang bagian alasnya sudah dimodifikasi agar bisa menaruh pasir dan di sekeliling sangkar tersebut diberi lakban.

Pakan diberikan secukupnya saja atau jangan buat burung anda kekenyangan. karena kalau burung selalu kenyang karena kelebihan pakan , ia lebih cenderung tetap giras dan susah dibuat jinaknya.

Untuk mandinya banyak kicau mania kita yang memberikan mandi pada branjangan dengan cara dipegang (seperti memandikan Perkutut), mandi model demikian untuk burung pemakan biji-bijian memang sangat ampuh untuk menjinakan burung yang liar dan bisa diterapkan juga pada burung Parkit, Lovebird, Kenari, dsb.

Gantang ditempat ramai, jika burung branjangan selalu njeruji atau menabrak jeruji / loncat-loncat, maka bagian kiri dan kanan serta belakang dari sangkar tersebut bisa ditutupi dengan kertas koran atau kain jadi hanya bagian depan saja yang terbuka.

Didalam rumah sangkar bisa ditaruh ditempat yang ramai dengan aktifitas keluarga, misalnya ruang keluarga untuk membuat burung terbiasa dengan kesibukan dan aktifitas manusia disekitarnya.

Pakan yang baik selama penjinakan adalah EF atau Ekstra Fooding, jadi pakan hariannya bisa diberikan sedikit saja untuk membuatnya selalu merasa lapar, EF yang berupa jangkrik atau belalang hijau ini  diberikan langsung dari tangan kita jika burung masih ketakutan bisa diberikan dengan menggunakan lidi. 


Setelah beberapa hari burung branjangan tersebut dirasa sudah jinak meskipun masih jinak-lalat, burung bisa dipindahkan ke kandang aslinya yang memang dikhususkan untuk burung branjangan, dan setelah itu dimulai perawatan untuk membuatnya cepat rajin berbunyi : 

Berikut adalah beberapa tips yang berhubungan dengan perawatan harian untuk burung branjangan bakalan agar lebih cepat rajin bunyi : 


  • Berikan therapi Suara Alam ( Natural Therapi ) untuk burung branjangan bakalan yang anda miliki setiap malam selama satu jam, Suara burung yang terdengar dalam Natural therapi tersebut bisa berguna sebagai masteran untuk branjangan anda, pemberian terapi ini bisa dimulai pada sore hari jam 05 hingga jam 06 petang, atau pada pukul 07 hingga 08 malam. secara kontinyu selama satu hingga dua minggu dan dampaknya bisa terlihat beberapa hari setelah pembeian terapi tersebut, misalnya burung menjadi rajin berbunyi. 
  • Branjangan adalah burung yang sangat membutuhkan asupan nutrisi dan mineral yang tinggi karena habitatnya ditempat yang panas, sehingga ia sangat membutuhkan energi yang lebih banyak dari burung biasanya , jadi pemberian Multivitamin dan Mineral tambahan sangat diperlukan setidaknya seminggu tiga kali. 
  • Burung branjangan adalah burung teritorial, dan untuk memancing mental atau jiwa teritorial mereka bisa  dengan cara mengundang beberapa burung liar seperti gereja untuk menghampiri kandang branjangan tersebut dengan cara menyebarkan pakan biji-bijian disekitar kandang branjangan setiap hari, dan pada suata hari nanti burung branjangan ini akan mulai terusik dan terganggu sehingga ia mulai menunjukan sikap teritorialnya dengan cara hoovering atau mengeluarkan suaranya.  
  • Salah satu tips yang pernah diulas adalah memberikan undur-undur hidup untuk branjangan yang macet, hal ini juga bisa diberlakukan untuk branjangan bakalan yang ingin cepat bunyi dan jinak. 

Itulah beberapa tips mengenai perawatan branjangan bakalan yang masih giras atau liar dan bagaimana perawatannya agar cepat jinak dan cepat berbunyi, dan salah satu aspek terpenting dalam perawatan branjangan bakalan ini adalah kebutuhan nutrisi dan mineralnya yang harus selalu tercukupi baik dari pakan yang sesuai, Ektra Fooding dan juga multivitamin tambahan. 

Salam kicau .

Monday, March 18, 2013

Menjodohkan jalak suren

Burung jalak suren yang akan disiapkan ini harus berusia setidaknya 10 - 12 bulan dimana mereka akan siap untuk ditangkarkan pada usia satu tahun untuk burung betina dan 1,5 - 2 tahun untuk burung jantan. itulah usia yang ideal untuk penjodohan. 


Sedangkan tekhnik menjodohkan jalak suren ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya :
Jika jumlahnya banyak atau dilakukan dalam kandang koloni:
  1. Penjodohan bisa dilakukan secara bebas. Artinya, masing-masing burung dibebaskan memilih pasangannya.
  2. Bila ada sepasang burung yang saling berdekatan, berkicau sahut-sahutan, dan bercumbu, itu pertanda jodoh.
  3. Burung yang sudah jodoh harus dipindahkan dalam kandang tersendiri. Biasanya burung yang sudah jodoh akan merajai di antara yang lain dan menyerang sesamanya atau sebaliknya diganggu oleh yang lain yang sama-sama jodoh atau berebut jodoh. Ini akan mengganggu proses perkawinan dan perkembangbiakan selanjutnya.

Jika hanya ada dua ekor:
  1. Seekor jantan dan seekor betina, penjodohan dapat dilakukan dengan mendekatkan betina ke jantan.
  2. Masukkan burung betina dalam sangkar kecil atau sangkar gantung. Biarkan burung jantan dalam kandang penangkaran.
  3. Selanjutnya, masukkan sangkar kecil berisi burung betina ke dalam kandang penangkaran. Karena memiliki sifat berahi yang tinggi dan musim kawin sepanjang tahun, kedua burung ini akan segera jodoh.
  4. Burung yang sudah jodoh akan melakukan perkawinan 2-4 minggu setelah penjodohan. Selanjutnya, burung akan membuat sarang untuk bertelur pada tanaman yang banyak cabangnya.

Perawatan anak

Induk jalak suren akan menyuapi anaknya yang baru menetas dari telur dengan pakan berupa serangga, misalnya kroto, belalang, kupu-kupu, jangkrik, ulat hong-kong, ulat bambu, atau jenis serangga lain yang dijumpai. 

Anak jalak suren jarang disuapi buah-buahan. Demikian pula dengan anak yang sudah keluar dari sarang, pakan yang diberikan berupa serangga, sampai anakan umur 1-1,5 bulan. 

Setelah itu anak jalak suren mulai makan buah-buahan.Pemberian makanan dilakukan 1-2 jam sekali setiap hari. Kira-kira umur 1,5 bulan anak jalak suren sudah disapih oleh induknya.

Selanjutnya anak jalak suren dapat dipisah dari induknya dan diperlakukan seperti halnya jalak suren dewasa. 

Burung muda ini selanjutnya bisa dilatih suaranya atau ditangkarkan seperti induknya.

semoga bermanfaat