Showing posts with label lainnya. Show all posts
Showing posts with label lainnya. Show all posts

Sunday, May 24, 2015

Tips singkat rawatan cipo bakalan agar rajin bunyi

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Tips singkat rawatan cipo bakalan agar rajin bunyi. Burung cipo atau sirdung/sirtu dikenal karena memiliki suara kicauan yang tak kalah merdunya dengan burung peliharaan jenis lainnya. Untuk merawat cipo memang perlu ketelatenan dan kesabaran dibanding merawat burung lainnya, karena tak jarang burung yang sudah lama dirawat ternyata tak juga mau mengeluarkan suara kicauannya. Berikut tips singkat rawatan cipo bakalan agar rajin bunyi. 




Dalam perawatan hariannya, agar burung cipo bakalan mau rajin berbunyi maka yang diperlukan adalah suasana yang sejuk dan tenang. Untuk itu anda bisa menggantungnya di tempat yang tenang dengan posisi sangkar yang lebih tinggi. 

Untuk memancing agar burung cipo bakalan cepat berbunyi, maka pemberian pakan tinggi protein wajib diberikan. Pakan tinggi protein yang bersumber dari serangga seperti ulat hongkong, kroto, jangkrik atau belalang bisa diberikan setiap hari dengan pengaturan sebagai berikut: 


  • Pagi hari kroto diberikan sebanyak satu sendok teh, setelah itu berikan jangkrik sebanyak 1 - 2 ekor.
  • Siang hari berikan ulat hongkong sebanyak 2 - 3 ekor. 
  • Pada sore harinya kembali berikan jangkrik sebanyak 1 - 2 ekor dan ulat hongkong 1 - 2 ekor. 

Selain dari pengaturan pakan, mandi dan jemur yang rutin juga bisa membantu merangsang burung cepat berbunyi.

Semoga bermanfaat
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Thursday, June 19, 2014

Inilah 12 jenis burung srigunting di Indonesia

Burung srigunting terkenal dengan kemampuannya dalam menirukan suara burung lain, tetapi selain itu burung srigunting juga terkenal dengan akal liciknya terutama dalam mencari makanan. Di habitat alaminya, burung ini akan mencoba merebut makanan yang dibawa burung lain dengan cara menakut-nakutinya menggunakan suara burung predator yang telah ia kuasai.  






Di Indonesia, terdapat beberapa jenis burung srigunting dan semuanya itu masing-masing memiliki kemampuan meniru suara burung yang cukup baik, seperti yang terekam dalam ragam suara burung srigunting berikut ini yang bisa anda jadikan masteran atau memancing burung sejenis agar rajin berbunyi.

Srigunting yang di Jawa Barat dikenal dengan nama saeran gunting memiliki berbagai spesies yang tersebar di Indonesia.  Secara umum terdapat 12 spesies burung srigunting yang bisa ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia. Ke-12 spesies burung srigunting tersebut adalah :
  1. Srigunting sulawesi - Sulawesi Drongo (Dicrurus montanus)
  2. Srigunting lencana - Spangled Drongo (Dicrurus bracteatus)
  3. Srigunting keladi - Bronzed Drongo (Dicrurus aeneus)
  4. Srigunting kerdil - Pygmy Drongo   (Chaetorhynchus papuensis)
  5. Srigunting jambul-rambut  - Hair-crested Drongo (Dicrurus hottentottus)
  6. Srigunting kelabu - Ashy Drongo (Dicrurus leucophaeus)
  7. Srigunting gagak - Crow-billed Drongo (Dicrurus annectans)
  8. Srigunting hitam  - Black Drongo (Dicrurus macrocercus)
  9. Srigunting bukit  - Lesser Racquet-tailed Drongo (Dicrurus remifer)
  10. Srigunting sumatera - Sumatran Drongo (Dicrurus sumatranus)
  11. Srigunting wallacea - Wallacean Drongo (Dicrurus densus)
  12. Srigunting batu - Greater Racquet-tailed Drongo (Dicrurus paradiseus)
Spesies burung srigunting merupakan burung yang termasuk dalam keluarga Dicruridae yang tersebar di hampir seluruh benua Asia, Afrika dan Australia.  Dicruridae ini memiliki dua genera (genus), yaitu Chaetorhynchus dan Dicrurus. Genus Chaetorhynchus berisikan spesies tunggal yaitu srigunting kerdil atau pygmy drongo yang merupakan burung endemik dari Papua.

Para ilmuwan dan ahli perburungan meyakini bahwa keluarga Dricuridae ini berasal dari Indo Malaya, yang berkolonisasi di Afrika sekitar 15 juta tahun lalu. Burung yang memakan serangga sebagai makanan utamanya ini berhabitat di hutan terbuka atau semak belukar, dan memiliki tubuh yang sebagian besar berwarna abu-abu atau hitam. 

Julukan srigunting diambil dari bentuk ekornya yang menggunting atau bercabang, beberapa spesies yang berasal dari Asia memiliki dekorasi ekor yang beragam. Sedangkan sebutan Drongo merupakan sebutan di Australia yang berarti  "Dungu" atau "Idiot' yang mungkin mengacu pada karakter dan sifat dari spesies ini yang sering terlihat lucu ketika mengakali hewan lain untuk mencuri makanannya.

Berikut beberapa rekaman suara kicauan dari beberapa jenis burung srigunting yang tersebar di Indonesia

1. Srigunting sulawesi - Sulawesi Drongo (Dicrurus montanus)

SRIGUNTING SULAWESI

Srigunting sulawesi memiliki ukuran tubuh besar yaitu sekitar 28 cm panjangnya, dengan bulu yang berwarna hitam kebiruan. Spesies srigunting ini merupakan burung endemik atau hanya diketahui memiliki penyebaran di daerah pegunungan di Sulawesi.

Srigunting sulawesi bisa dijumpai dalam kondisi sendirian, berpasangan atau berkelompok dengan jenis burung lainnya di hutan-hutan dengan ketinggian antara 550 - 1800 meter. Makanan utama dari srigunting sulawesi ini adalah serangga.

DOWNLOAD Suara kicauan srigunting sulawesi
-


2. Srigunting lencana - Spangled Drongo (Dicrurus bracteatus)


Srigunting lencana memiliki ukuran tubuh sepanjang 27 cm, dengan bentuk ekor yang bercabang dan melengkung. Tubuhnya berwarna kehitaman yang akan terlihat mengkilap kebiruan jika terkena cahaya. Iris matanya berwarna merah terang.
Srigunting lencana tersebar di Papua dan sekitarnya, termasuk juga di Australia. Terdapat 11 sub-spesies dari burung srigunting lencana ini dengan daerah persebarannya sendiri-sendiri. Ke 11 sub-spesies tersebut adalah:
  1. Dicrurus bracteatus morotensis tersebar di Morotai, ujung utara Halmahera (Maluku utara).
  2. Dicrurus bracteatus atrocaeruleus tersebar di Halmahera, Bacan, dan Kep. Papua bagian barat (Pulau Kofiau).
  3. Dicrurus bracteatus buruensis tersebar di P. Buru, di Maluku barat daya.
  4. Dicrurus bracteatus amboinensis tersebar di Maluku selatan (Seram, Ambon, Haruku, Saparua).
  5. Dicrurus bracteatus carbonarius tersebar di dataran rendah Papua dan pulau-pulau satelitnya, dan Kep. Aru.
  6. Dicrurus bracteatus laemostictus tersebar di Bismarck selatan (Umboi dan New Britain).
  7. Dicrurus bracteatus meeki tersebar di Kep Solomon selatan (Guadalcanal).
  8. Dicrurus bracteatus longirostris tersebar di Kep Solomon selatan (San Cristobal).
  9. Dicrurus bracteatus baileyi tersebar di Australia barat-laut (Kimberley Division utara, Pulau Bathurst, Pulau Melville, dan Arnhem Land utara).
  10. Dicrurus bracteatus atrabectus tersebar di Australia timur-laut; mungkin bermigrasi ke Selat Torres dan Pulau Papua tengah bagian selatan.
  11. Dicrurus bracteatus acteatus tersebar di Pantai timur Australia, pulau-pulau di Selat Torres dan Pulau Papua tengah bagian selatan.
Catatan: Beberapa pakar memasukan srigunting jambul-rambut dan srigunting sumatera sebagai ras atau sub-spesies dari srigunting lencana.

Seperti juga burung srigunting lainnya, makanan utama burung srigunting lencana adalah serangga dan binatang-binatang kecil. Burung ini kerap bertengger di cabang-cabang pohon di hutan, tepi hutan, kebun, serta habitat terbuka untuk memantau wilayah kekuasaan (teritorial) dari kemunculan serangga atau burung lain yang terlihat membawa serangga.  Perilaku burung srigunting memang cukup culas, karena ia akan bertingkah laku seperti perampok yang akan merampas serangga yang telah ditangkap oleh burung dari jenis lainnya. Burung srigunting lencana memang terkenal cukup agresif terhadap burung lainnya.

Srigunting lencana termasuk burung yang memiliki kemampuan meniru suara-suara yang didengarnya dengan sangat baik. Suara kicauannya bahkan cukup bervariasi, dengan paduan suara-suara tiruan dari burung lainnya.

Suara kicauan burung srigunting lencana | DOWNLOAD



3. Srigunting keladi - Bronzed Drongo (Dicrurus aeneus)





Srigunting keladi memiliki ukuran tubuh sedang yaitu sekitar 23 cm panjangnya, dengan bulu-bulu hitam yang berkilap kebiruan dan iris mata berwarna coklat. Sepintas mirip dengan burung srigunting hitam namun ukuran tubuh srigunting keladi ini lebih kecil dengan ekor yang sedikit menggarpu. Habitat dan kebiasaan burung srigunting keladi juga berbeda dengan srigunting hutam.

Penyebaran lokal srigunting keladi terdapat di Sumatera dan Kalimantan, sedangkan penyebaran global srigunting keladi ini meliputi India, Cina selatan, Asia Tenggaram, dan Semenanjung Malaysia.

Srigunting keladi termasuk burung srigunting yang cukup agresif, burung ini sering terlihat menyerang burung elang atau burung kangkok, dan sering juga di antara spesies mereka saling serang dan saling kejar.

Suara kicauannya cukup nyaring, dan bisa meniru suara kicauan burung jenis lainnya dengan cukup fasih.

Suara kicauan srigunting keladi | DOWNLOAD
-


4.Srigunting kerdil - Pygmy Drongo   (Chaetorhynchus papuensis)


 Srigunting kerdil memiliki ukuran tubuh sepanjang 20 cm. Burung yang merupakan endemik dari Papua ini memiliki tubuh yang berwarna hitam mengkilap kebiruan, dan terdapat jambul pendek pada tengkuk bagian atas. Sedangkan pada lipatan sayap terdapat bercak putih yang tersembunyi.

Jika dilihat sepintas, postur tubuhnya mirip dengan burung pitohui hitam, hanya saja perbedaannya terletak pada warna bulu srigunting kerdil yang lebih kusam dan berhabitat di dataran yang lebih tinggi.

Makanan utama srigunting kerdil adalah serangga dan laba-laba. Suara kicauannya cukup nyaring bercampur suara serak.

Suara kicauan srigunting kerdil | DOWNLOAD


5. Srigunting jambul-rambut  - Hair-crested Drongo (Dicrurus hottentottus)



Srigunting jambul-rambut memiliki ukuran tubuh cukup besar yaitu sekitar 32 cm panjangnya, dengan bulu-bulu yang berwarna hitam mengkilap. Ekor yang panjang, terbelah tumpul dengan ujung bulu yang tertekuk keluar. Beberapa ras burung ini memiliki jambul berupa bulu-bulu yang seperti rambut panjang pada mahkotanya. Iris mata berwarna merah atau putih.

Srigunting jambul-rambut memiliki penyeberan global yang meliputi wilayah India, Cina, dan Asia tenggara. Sedangkan untuk penyebaran lokal spesies burung ini banyak ditemukan di Kepulauan Mentawai, Kalimantan, Jawa, dan Bali.  Beberapa pakar memasukan srigunting jambul-rambut dan srigunting sumatera sebagai ras atau sub-spesies dari srigunting lencana.
Suara kicauannya cukup keras dan berirama yang terkadang diselingi dengan pekikan keras.

Suara kicauan srigunting jambul-rambut | DOWNLOAD
-


6. Srigunting kelabu - Ashy Drongo (Dicrurus leucophaeus)
 


Srigunting kelabu memiliki ukuran tubuh besar yaitu sekitar 29 cm panjangnya, dengan ekor yang panjang dan bercabang. Beberapa ras bisa bervariasi dalam warnanya yang kusam. Iris mata berwarna jingga, paruh dan kaki berwarna hitam.

Terdapat 14 sub-spesies yang tersebar secara global yang meliputi Afghanistan, Cina, Asia Tenggara, dan Palawan. Sedangkan penyebaran lokal burung srigunting kelabu banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Timor. Karena termasuk spesies burung yang banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, burung srigunting kelabu bisa ditemukan di pasar-pasar burung di berbagai daerah.

Suara kicauannya cukup keras dengan suara khasnya yang mirip dengan suara binatang lain seperti kucing. Selain itu juga memiliki kemampuan meniru suara kicauan burung lainnya.

Suara srigunting kelabu | DOWNLOAD
-



7. Srigunting gagak - Crow-billed Drongo (Dicrurus annectans)
 


Srigunting gagak memiliki ukuran tubuh agak besar yaitu sepanjang 26 cm, dengan bulu-bulu yang hitam dan paruhnya yang besar seperti halnya paruh burung gagak. Iri mata berwarna coklat kemerahan. Sepintas mirip srigunting hitam namun bedanya paruh srigunting gagak lebih besar dan lebar.

Burung srigunting gagak merupakan burung migran yang memiliki habitat berkembang biak di Himalaya dan Cina selatan. Pada musim dingin burung ini akan bermigrasi hingga ke selatan menuju Asia tenggara dan Sunda Besar ( Sumatera, Kalimantan, dan Jawa bagian barat ).
Meski disebut sebagai srigunting gagak, namun suara kicauannya justru berirama dan cukup nyaris, dengan suara-suara khas burung srigunting.

Suara kicauan srigunting gagak | DOWNLOAD
-


8. Srigunting hitam  - Black Drongo (Dicrurus macrocercus)



Srigunting hitam memiliki ukuran tubuh besar yaitu sepanjang 29 cm, dengan bulu-bulu tubuhnya yang berwarna hitam buram dan paruh yang lebih kecil. Ekornya cukup panjang dengan bentuk menggarpu.

Dalam tulisan sebelumnya disebutkan kalau burung srigunting hitam ini memiliki kemampuan meniru suara burung lain dengan sangat baik, selain itu juga memilik perilaku yang cukup agresif dengan merampas makanan dari burung atau binatang lainnya.

Suara Srigunting hitam DOWNLOAD

9. Srigunting bukit  - Lesser Racquet-tailed Drongo (Dicrurus remifer)



Srigunting bukit atau srigunting gunung memiliki ukuran tubuh agak besar yaitu 26 cm, dan bertubuh hitam mengkilap dengan bulu ekor yang panjang dengan dua buah antena terdapat pada ujungnya. Iris mata merah, paruh dan kakinya berwarna hitam. Sepintas srigunting bukit mirip dengan srigunting batu, dan perbedaan yang paling mencolok terdapat pada ujung ekor dari srigunting bukit yang terpotong lurus, tidak terpilin seperti srigunting batu. Selain itu ukuran tubuhnya juga lebih kecil dan tidak memilik jambul.

Srigunting bukit memiliki 4 sub-spesies yang memiliki persebaran yang meliputi India, Cina selatan, Asia tenggara, dan Semenanjung Malaysia. Sedangkan untuk penyebaran lokal banyak terdapat di Jawa dan Sumatera.

Seperti juga burung srigunting lainnya, srigunting bukit juga dikenal sering menyerang burung elang dan juga burung gagak. Bahkan dalam berburu serangga, burung srigunting bukit akan mengikuti rumput yang terbakar untuk menangkap belalang yang terbang atau serangga lain yang merasa terganggu oleh kebakaran.

Suara kicauannya penuh variasi serta cukup keras yang disertai pekikan keras. Srigunting bukit juga diketahui memiliki kemampuan menirukan suara burung lainnya.

Suara kicauan burung srigunting bukit | DOWNLOAD
-


10. Srigunting sumatera - Sumatran Drongo (Dicrurus sumatranus)



Srigunting sumatera merupakan srigunting yang bertubuh besar dengan ukuran panjang mencapai 29 cm. Warna bulunya hitam mengkilap dengan ekor yang lebar dan sedikit bercabang. Sepintas mirip dengan srigunting jambul-rambut, namun bedanya terletak pada ukuran tubuh srigunting sumatera yang lebih kecil dan tidak memiliki jambul pada mahkotanya, ekor dan paruh yang lebih pendek.

Merupakan burung endemik atau hanya berhabitat di Sumatera dan pulau sekitarnya. Terdapat 2 sub-spesies yaitu:
  1. Dicrurus sumatranus sumatranus yang tersebar di dataran tinggi di Sumatera yang meliputi dataran tinggi Batak dan Bukit Barisan, dari Aceh hingga Gunung Kaba di Bengkulu.
  2. Dicrurus sumatranus viridinitens yang tersebar di Kepulauan Mentawai ( Siberut, Sipura, Pagai utara dan selatan ), ujung barat Sumatera.

Catatan: Beberapa pakar memasukan srigunting jambul-rambut dan srigunting sumatera sebagai ras atau sub-spesies dari srigunting lencana.

Suara kicauan srigunting sumatera | DOWNLOAD
-
- - -


11. Srigunting wallacea - Wallacean Drongo (Dicrurus densus)



Srigunting wallacea termasuk burung srigunting berukuran besar yaitu sekitar 28 - 38 cm panjangnya, dengan warna bulu hitam yang mengkilap kehijauan. Ekor yang bercabang dengan iris mata yang berwarna merah.

Srigunting wallacea diketahui hanya hidup dan berhabitat di Maluku tenggara dan Nusa Tenggara. Terdapat 6 sub-spesies yang menyebar di wilayah tersebut.

Suara kicauan srigunting wallacea | DOWNLOAD
-
---


12. Srigunting batu - Greater Racquet-tailed Drongo (Dicrurus paradiseus)



Dari semua jenis burung srigunting, mungkin hanya burung srigunting batu yang paling banyak dicari oleh banyak penggemar burung di Indonesia. Burung srigunting batu dikenal memiliki bulu-bulu yang cantik dengan ekornya yang panjang dan terdapat antena pada masing-masing ujung ekornya.

Suara kicauannya pun cukup merdu dan bervariasi, untuk mendengarkannya silakan download suaranya di bawah ini: 

DOWNLOAD SUARA SRIGUNTING BATU


Itulah beberapa spesies burung srigunting yang banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Semoga tulisan ini bisa menambah pengetahuan anda mengenai kekayaan alam Indonesia, serta mampu menumbuhkan keinginan untuk menjaga dan melestarikan burung-burung yang cantik dan unik ini.

*
tag & keywords: jenis burung srigunting, burung srigunting, macam-macam burung srigunting, suara burung srigunting, download suara burung, burung gunting, drongo, srigunting gacor, jual burung srigunting, suara srigunting untuk masteran, srigunting hitam, srigunting batu, aneka burung srigunting,enis burung srigunting, burung srigunting, macam-macam burung srigunting, suara burung srigunting, download suara burung, burung gunting, drongo, srigunting gacor, jual burung srigunting, suara srigunting untuk masteran, srigunting hitam, srigunting batu, aneka burung srigunting,enis burung srigunting, burung srigunting, macam-macam burung srigunting, suara burung srigunting, download suara burung, burung gunting, drongo, srigunting gacor, jual burung srigunting, suara srigunting untuk masteran, srigunting hitam, srigunting batu, aneka burung srigunting,

Sunday, June 8, 2014

Video burung cililin gacor untuk masteran

Burung Cililin ( Platylophus galericulatus ) adalah burung dengan karakter petarung dan gampang terpancing emosinya. Ketika ada burung lain berbunyi Burung ini akan langsung terpancing karakter aslinya dan akan berbunyi selantang-lantangnya. 




Adapun mengenai suaranya, burung ini tidak mempunyai fariasi lagu yang banyak dan cenderung monoton mengeluarkan bunyi berirama melengking panjang. Dalam pemeliharaan burung ini, penghobby harus mengenal sifat buruknya yang berbeda jika dibandingkan dengan jenis burung lainnya.

Dalam Pola makannya burung ini bisa dibilang sangat rakus dan suka memakan Extra Fooding berupa serangga dalam jumlah yang banyak.

Burung dengan ciri khas jambul dikepalanya ini diketahui ada tiga jenis, yaitu yang berasal dari pulau Sumbawa dan Sumatera dengan ciri khas warna bulunya berwarna coklat dan yang satu lagi dari pulau Jawa dengan ciri utama berwarna hitam. Perbedaan dari ketiga burung ini secara fisik tidak berbeda jauh.

Adapun mengenai ciri-ciri fisiknya burung ini mempunyai ukuran postur tubuh yang besar, pada bagian kepalanya terdapat jambul, warna putih kombinasi hitam terdapat pada tengkuknya, ekor panjang dan agak lebar.


Berikut video burung cililin gacor untuk masteran : 

 

Sunday, April 27, 2014

Perawatan dan membuat trucukan rajin berbunyi

Trucukan atau di daerah Jawa Barat dikenal sebagai burung jog-jog memang cukup populer sebagai burung peliharaan. Selain murah meriah, suara kicauan burung trucukan ini juga banyak di manfaatkan untuk melatih burung cucak rawa mengeluarkan suara ropelannya. Selain itu, burung trucukan ini pun memiliki gaya yang khas yagn disebut dengan gaya Garuda. Lalu bagaimana cara membuat burung trucukan rajin berbunyi.




Agar burung mau bersuara dengan rajin, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah memperbaiki pola perawatan hariannya. Dengan perawatan yang tepat, dan rutin serta konsisten, maka akan didapatkan burung yang rajin berbunyi . 

Perawatan harian burung trucukan tidak lepas dari pakan dan perawatan tambahan lainnya, seperti mandi, jemur, dan menjaga kebersihan sangkarnya. Berikut beberapa perawatan sederhana tetapi cukup efektif untuk membuat burung truuckan mau rajin berbunyi. 

1. Mandi
Burung trucukan dikenal sangat menyukai mandi, terutama pada pagi hari dan siang hari. Karena itu siapkan bak mandi kecil yang bisa dimasukkan ke dalam sangkarnya agar burung tersebut bisa mandi ke dalam bak mandi tersebut, atau jika burung terbiasa di semprot maka lakukan penyemprotan dengan menggunakan sprayer untuk memandikan burung. 


2. Menjaga kebersihan
Hal paling penting dalam perawatan semua jenis burung kicauan adalah menjaga kebersihan sangkar, tempat makan dan tempat minumnya. Sangkar yang bersih akan membuat burung lebih aktif, lincah yang membuatnya lebih rajin berbunyi.

3. Memberi pakan yang tepat.
Burung trucukan adalah burung yang menyukai buah-buahan dan serangga. Berikan makanan tersebut setiap harinya, terutama untuk jenis buah-buahan. 
Selain dari pakan buah dan serangga, anda juga bisa membuat sendiri resep makanan khusus yang bisa merangsang burung untuk lebih rajin berkicau. Untuk resep tersebut, akan dijelaskan pada di bawah ini. 

4. Memberi teman 
Burung trucukan termasuk burung koloni seperti juga burung pleci, karena itu salah satu memancing burung agar lebih rajin berbunyi adalah dengan menambah burung trucukan yang anda pelihara, dengan demikian mereka akan saling sahut-sahutan yang semakin keras dan berambah rajin setiap harinya.  Selain itu juga bisa memancing burung untuk menunjukkan gaya garudanya yang khas.
-
Berikut resep makanan untuk burung trucukan agar rajin berbunyi:

Bahan-bahan:
  • 1/2 potong buah apel merah segar
  • 2 sendok teh kroto segar

Cara membuat
  • Buah apel di parut dengan menggunakan parutan, lalu hasil parutannya itu disaring / diperas untuk dibuang airnya. 
  • Ampasnya kemudian dicampur dengan kroto lalu diaduk hingga merata. 
  • Setelah itu bisa diberikan pada burung setiap harinya. 

Wednesday, January 1, 2014

Burung Madu Sangihe si Mungil yang Semakin Langka

Burung madu sangihe yang di habitat aslinya dijuluki Sarumisi Bamburaeng ini merupakan salah satu dari jenis burung madu yang paling dilindungi , keberadaannya bisa dibilang sangat rendah dan jarang ditemukan kecuali disatu lokasi yaitu di Pegunungan Sahendaruman dimana populasi globalnya diperkirakan hanya berjumlah sekitar 13.000 hingga 29.000 individu dewasa.




Wilayah sebaran yang sangat sempit tersebutlah membuat burung madu yang juga memiliki nama latin Aethopyga duyvenbodei dan bahasa inggrisnya Elegan Sunbird membuat Badan Konservasi Dunia IUCN ( International Union for Conservation od Nature ) bersama Pemerintah Indonesia menempatkan burung madu ini sebagai jenis yang dilindungi sesuai peraturan pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dan bahkan merupakan burung yang paling langka di kawasan wallacea atau Indonesia bagian tengah.

Burung madu jantan dan betina bisa dibedakan dari warna cerah pada mahkota dan seluruh warna bulunya dimana burung madu jantan memiliki bulu penutup telinga dan tengkuku yang berwarna ungu-kemerahan serta mahkota yang berwarna hijau-biru metalik sedangkan betina memiliki warna yang lebih pucat dengan mahkota yang bersisik.

Makanan utama mereka adalah nektar pada bunga kelapa atau avertebrata dibalik dedaunan, serta sering mengunjungi tanaman yang kaya akan serangga, dalam habitatnya burung ini sering terlihat sendirian atau berpasangan dan kadang ditemukan bersama dengan kelompok jenis burung madu lain atau burung cabai. 


Ukurannya yang kecil dengan kegesitan gerakannya membuat burung ini sering merepotkan mereka yang mencoba mengambil gambar atau sekedara mengamati seperti Birdwatching atau pengamat burung sehingga tak jarang burung ini sering disebut burung yang bikin pegal leher atau mematahkan kepala.

SANGIHE SURGANYA BURUNG DILINDUNGI

Burung ini hanya berukuran 12 cm dan hanya bisa ditemui di Pulau Sangihe , Sulawesi Utara, seperti yang kita tahu juga pulau ini juga menyimpan burung eksotis lainnya yang juga dilindungi seperti serindit Sangihe (Loriculus catamene) dan pleci Sangihe ( Zosterops nehrkorni) yang merupakan endemik asli dari kepulauan Sangihe termasuk juga burung seriwang sangihe  atau Caerulean Paradise-flycatcher ( Eutrichomyias rowleyi) yang mirip dengan tledekan biru atau selendang biru ini yang kabarnya jumlah di habitatnya diperkirakan hanya berjumlah 19 ekor saja.

Sangihe memang merupakan surganya burung burung dilindungi di indonesia karena di kepulauan ini banyak ditemukan burung -burung yang sudah dalam kondisi kritis dan hampir punah, pelestarian serta upaya konservasi yang telah dilakukan banyak pihak baik itu pemerintah atau sukarelawan harus mendapat dukungan penuh dari kita semua dan bukan hanya di kawasan sangihe saja, misalnya di pulau jawa konservasi atas burung ekek geling yang jumlahnya menurun drastis juga patut menjadi perhatian serius banyak pihak.

Thursday, December 12, 2013

Burung gereja sebagai penentu kualitas lingkungan

Burung gereja, atau masyarakat sering mengelompokkannya sebagai burung pipit (sparrow) sebenarnya termasuk genus Passeridae yang memiliki ukuran sekitar 10-15 cm dengan warna tubuh kecoklatan.  Mereka sering terlihat di atap atau halaman rumah untuk mencari makanan berupa remah roti atau sisa - sisa makanan yang berceceran. Spesies burung ini juga sering terlihat bersarang diatas bangunan , pepohonan di halaman dan atap perumahan. Mereka memang sudah akrab dengan kehidupan manusia, namun jangan harap anda bisa mendapatkan burung gereja yang mudah jinak tanpa merawatnya dari semenjak usia anakan. 


Burung gereja banyak dicari terutama yang sudah rajin berbunyi untuk dijadikan sebagai burung masteran bagi burung peliharaan lain yang memiliki kemampuan mimikri atau meniru suara burung lainnya. Dalam perawatannya burung gereja memakan makanan apa saja yang di berikan termasuk biji-bijian, voer, beras dan serangga.

Di Indonesia, sub-spesies yang paling terkenal adalah Passer montanus-malaccensis. Sarangnya dibangun dalam rongga alami, sebuah lubang di sebuah bangunan. Mereka bertelur lima atau enam butir yang menetas di bawah dua minggu. Seperti burung kecil lainnya, mereka bisa terinfeksi parasit dan diburu burung pemangsa. Rata-rata mereka memiliki rentang hidup selama dua tahun. 




Passer montanus tersebar luas di kota-kota dan kota-kota di Asia Timur, tetapi di Eropa spesies ini adalah burung pedesaan. Burung gereja Eropa adalah spesies Passer domesticus yang berbiak di daerah perkotaan. Walaupun populasi Passer montanus yang besar memastikan bahwa mereka secara global tidak terancam punah, sudah ada penurunan besar dalam populasi Eropa Barat. Penyebabnya, sebagian karena perubahan dalam praktik pertanian yang melibatkan peningkatan penggunaan herbisida dan hilangnya lahan-lahan tunggul musim dingin.

Dalam beberapa makalah, populasi burung gereja sering jadi indikator tingkat populasi sebuah wilayah. Misalnya dalam jurnal karya Swaileh KM dan Sansur R dari Dept. of Biology and Biochemistry, Birzeit University yang meneiti berapa banyak konsentrasi logam dalam perut burung gereja.

Metoda penelitian dilihat dari kotoran dan cangkang telurnya. Ditemukan, pada burung gereja yang hidup di pemukiman padat maka konsentrasi Cu, Pb, dan Zn lebih tinggi dibanding yang hidup di area bebas polusi.

Kajian tersebut sedikit banyak membuktikan keberadaan burung gereja di suatu wilayah bisa jadi petunjuk seberapa banyak tingkat polusi di daerah tersebut. Jadi, amatilah lingkungan dan sekeliling rumah. Apakah masih sering mendengar cicit burung gereja? Bila ya, berbahagialah karena kadar polutan di tempat bermukim masih bisa ditolerir.


Semoga bermanfaat

Sunday, December 1, 2013

Perkutut Bangkok : Ciri Ciri dan Asal Usulnya

Bagi masyarakat penggemar perkutut di Indonesia , jika berniat mencari burung perkutut untuk tujuan dipelihara dipasar-pasar burung pastilah akan mencari burung perkutut jenis bangkok. lalu apa alasannya dan bagaimana ciri-ciri dari perkutut bangkok dengan perkutut lokal tersebut ? perkutut bangkok dan perkutut lokal memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama.
Namun burung bangkok memiliki ukuran tubuh yang kecil atau hanya setengah dari ukuran tubuh burung perkutut biasa. Selain itu burung perkutut lokal memiliki warna putih pada lingkaran mata yang lebih besar daripada burung perkutut bangkok. 



Selain itu untuk membedakan burung perkutut bangkok dengan lokal bisa dilakukan dengan mendengar suara kicauannya. Suara kicauan perkutut bangkok cenderung ngebass atau lebih besar sedangkan burung perkutut lokal yang berasal dari hutan memiliki suara kicauan yang cenderung datar, ringan dan berirama cepat.

Semua perbedaan itu bisa dibilang benar, namun juga bisa dibilang salah. Alasannya adalah karena sebenarnya banyak penghobi burung yang salah paham mengenai perbedaan burung perkutut bangkok dan burung perkutut lokal, karena keduanya sebenarnya sama-sama berasal dari jawa.

Perbedaannya hanya karena burung perkutut bangkok adalah burung perkutut belang (G.S Striata) yang sebelumnya berasal dari Jawa lalu diekspor ke Thailand Selatan sejak 50 tahun yang lalu. yang pada akhirnya burung perkutut ini berkembang biak dan menjadi  indukan serta salah satu burung peliharaan yang juga sering dijadikan sebagai burung jagoan di Thailand.

Burung perkutut memiliki 2 jenis kerabat dekat yang merupakan perkutut lokal, yaitu Barred-Ground Dove  (Geopelia Humeralis) dan Diamond Dove (Geopelia Cuneata).

Barred-Ground Dove [Geopelia Humeralis] merupakan burung perkutut yang memiliki ukuran badan besar atau hampir dua kali lipat daripada burung perkutut biasa. Burung ini banyak ditemukan di Australia bagian utara.

Sedangkan Diamond Dove (Geopelia Cuneata) merupakan burung perkutut yang biasanya digunakan sebagai induk asuh untuk mempercepat proses pertumbuhan anak burung (piyik) perkutut.

Para penghobi burung belakangan ini kurang berminat terhadap burung perkutut lokal karena burung yang ditangkap dari alam ini memiliki kualitas suara yang menurun. Selain itu burung perkutut lokal membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menjadi rajin panggung.

Burung perkutut bangkok hanya membutuhkan waktu sekitar 7 bulan untuk bisa rajin panggung, lalu coba bandingkan dengan burung perkutut lokal yang membutuhkan waktu sekitar 2-4 tahun. Meskipun begitu tidak sedikit juga penggemar perkutut yang lebih menyukai alunan suara perkutut lokal. 

Sejarah perkutut bangkok


Awal cerita perkutut bangkok sebenarnya terjadi pada jaman romusha, dimana saat itu pekerja romusha dikirim ke negeri Jepang untuk melakukan kerja paksa. Dan entah bagaimana asal mulanya, beberapa pekerja membawa burung perkutut dari jawa pergi ke negeri Jepang sebagai sarana hiburan. 

Maka sejak saat itulah perkutut mulai dikenal disana hingga meramba ke Muangthai. Di Muangthai sendiri, perkutut liar atau perkutut asli hutan Muangthai bisa dibilang tidak ada. Karena burung perkutut yang berada di Muangthai pada awalnya juga berasal dari pulau Jawa, dimana mereka menyebut burung perkutut dengan nama “Nukhao Chewah” atau dalam bahasa kita berarti Burung Jawa. 


Pengembangan perkutut ini baru dimulai sekitar tahun 1950an. Bahkan para penggemar perkutut yang berniat menangkar dan mengembangkan burung ini, rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk mendapatkan burung perkutut jawa yang berkualitas untuk dijadikan indukkan. Dan rupanya, tidaklah sia-sia apa yang telah dilakukkan. Salah satu daerah penangkaran perkutut yang cukup tenar adalah Channa, 400 km arah selatan dari kota Bangkok.

Sebelum memasuki tahun 1980an, burung berkutut Bangkok belumlah banyak dikenal. Dalam perlombaan, burung ini selalu saja tersisih dan belum mampu bersaing dengan perkutut lokal di Gelanggang Konkurs (perlombaan) Perkutut Indonesia dalam hal irama manggung yang memang masih kalah bagus.

Namun demikian, banyak para penggemar perkutut yang mengakui bahwa perkutut Bangkok mempunyai keunggulan tersendiri. Suara Bassnya yang besar serta bunyi “khooong”nya yang menghentakk rata adalah keistimewaan daripada burung ini. Selain itu juga dari segi usia, umur 8 bulan sampai setahunan burung ini sudah bisa manggung. Saat umur 3 tahun sudah gacor dan rajin manggung.

barulah pada pertengahan tahun 1980, tepatnya pada bulan mei, Menteri Negara Urusan KLH (Kementrian Lingkungan Hidup) yang saat itu dijabat oleh Bpk Emil Salim, melarang konkurs burung yang bukan berasal dari hasil penangkaran/peternakkan. Sejak saat itulah nama perkutut Bangkok mulai terangkat dan sedikit demi sedikit mulai merajai kontes-kontes di gelanggang konkurs Indonesia. Karena pada saat itu masih jarang perkutut lokal diternak oleh para penangkar.

Ciri Perkutut Bangkok

Seperti disebutkan diatas, ciri-ciri perkutut lokal dan perkutut Bangkok sangatlah mirip sehingga sulit untuk dibedakan. Salah satu patokan yang bisa dijadikan sebagai pembeda umum pada perkutut Bangkok adalah pemberian gelang alumunium pada kakinya sebagai tanda pengenal. Saat ini gelang pengenal juga digunakan sebagai tanda pengenal pada perkutut blasteran (persilangan jantan lokal dengan betina bangkok). Gelang pengenal itu dipasangkan saat perkutut masih “piyek” berusia sekitar 7-10 hari.

Karena itu pula jika anda benar-benar berniat untuk membeli perkutut Bangkok, maka lihatlah gelang pengenalnya.  Gelang yang baik mempunyai bentuk sempurna tanpa adanya sambungan atau bekas pateri. Kalau gelang pengenal pada perkutut terdapat bagian yang cacat atau rusak, maka sobat wajib curiga pada keaslian burungtersebut. 

Semoga bermanfaat

Wednesday, November 27, 2013

Seputar Cucak Biru atau Cucak Gadung

Cucak Biru ( irena puella) si biru yang menawan ini bisa dibilang sangat kontras keindahannya juga kicauannya, dengan warna biru beludru pada bagian punggungnya serta sayap yang hitam dengan dihiasi warna biru dan mata yang berwarna merah ini memang sangat sedikit sekali bisa ditemukan di pasar pasar burung, padahal sebagai burung ocehan cucak biru ini juga memiliki irama yang mirip dengan cucak hijau meskipun kalah dalam variasi lagunya. Akan tetapi jika kita memelihara burung ini dari lolohan atau masih muda maka kemampuan burung ini dalam melantunkan kicauannya bisa lebih banyak dan sangat bervariasi dari burung sekelas cucak hijau. 

Burung ini sering menjadi incaran penggemar burung kicauan pada beberapa tahun yang lalu , namun karena semakin berkurangnya populasi cucak biru di habitatnya ditambah masih jarangnya orang yang berniat menangkarkan burung ini maka keberadaan cucak biru pun semakin jarang ditemukan. kalaupun ada harganya sudah melambung tinggi.

Habitat
Cucak biru bisa ditemukan pada ketinggian 1800 M  di daerah Asia selatan dan Malaysia termasuk di hutan hutan primer di sumatera dan Filipina bagian selatan. Mereka lebih menyukai Hutan lebat, Hutan hujan dan dareah hutan di tepi padang gurun dimana mereka tidak terganggu oleh manusia.

Perbedaan Jantan dan Betina
Membedakan burung cucak biru jantan dengan melihat warna bulu di tubuhnya yang berwarna biru terang yang  jika dilihat dari atas punggungnya seperti bentuk jam pasir sementara untuk burung betina seluruhnya berwarna biru lembut dengan bulu primer pada sayapnya sedikit brewarna biru gelap dengan warna hitam terlihat kusam.



Karakter Cucak biru
Cucak biru ini hidup berpasangan atau bersama sama dalam sebuah kelompok kecil dengan jumlah 6-8 burung dan kadang bercampur denan spesis burung lain.  Burung ini biasanya tidak bermigrasi tetapi mereka melakukan perjalanan jarak jauh didalam satu wilayah tergantung musim dimana wilayah baru tersebut memiliki buah buahan yang berlimpah.
Selama musim panas jika kelompok burung ini ingin mandi maka mereka akan membentuk seperti benteng pertahanan untuk melindungi rekannya yang sedang mandi untuk kemudian secara bergantian sampai seluruh kelompok tersebut mandi semuanya. pertahanan ini dimaksudkan untuk melindungi mereka dari serangan predator.

Selama musim kawin, kawanan ini akan membubarkan diri masing masing untuk mencari pasangannya dan kemudian akan masuk jauh ke dalam hutan yang lebat untuk membuat sarang dan membesarkan anak anaknya, karena sifatnya itulah sangat sedikit informasi mengenai perkawinan dan perilaku mereka selama berkembang biak. dengan sarang yang berbentuk mangkuk terbuka dan dibuat dari ranting serta akar akaran juga lumut dan daun kering. sarang ini ditempatkan pada ketinggian 20 meter dari tanah di pohon yang sangat rimbun, sehingga membuat mereka sangat sulit untuk ditemukan.

Sarang dibuat hanya oleh burung betina tetapi setelah menetas baik induk jantan maupun betinanya sama sama memberi makan anak anak mereka, Betina hanya menghasilkan 2 buah telur saja yang akan meneteas sekitar 13 hari. dan setelah piyikan berusia 12 hari mereka bisa keluar dari sarangya dan baru mandiri dan lepas dari kedua orangtuanya pada usia 42 hari.

Perawatan Harian

  1. Burung diembunkan pada pagi hari dan biar terkena cahaya matahari hingga pukul 08.00
  2. Berikan buah buahan segar seperti pisang, apel, jeruk, dll
  3. Berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat jerman 1 ekor
  4. Mandikan burung lalu angin anginkan
  5. berikan lagi jangkrik 1 ekor dan ulat hongkong 1 ekor
  6. jemur hingga pukul 09.30 lalu burung dipindah ke tempat teduh dan sejuk
  7. Sore hari jam 16.00 berikan jangkrik 3 ekor dan Ulat jerman 1 ekor
  8. Jika diperlukan burung bisa dimandikan lagi lalu diangin anginkan
  9. 18.00 burung dimasukan ke dalam rumah untuk istirahat sampai besok paginya
  10. Jika diperlukan burung bisa dikerodong

Menangkarkan Cucak Biru
Mengembang biakan burung ini tidak begitu sulit, yang sulit mungkin mencari pasangannya karena agak susah juga sekarang ini mencari burung cucak biru betina. tapi kalau sudah mendapatkan kedua burung ini berpasangan tinggal menggunakan kandang penangkaran bekas cucak rawa ataupun murai batu, untuk wadah sarang bisa menggunakan tempat sarang berbentuk cawan atau yang biasa digunakan untuk burung cucak rawa yang terbuat dari rotan yang dilapisi dengan rumput halus dan lumut. sebarkan juga beberapa bahan untuk membuat sarangnya di lantai kandang, yang perlu di lakukan adalah menaruh tempat sarang mereka di tempat yang tinggi di lokasi yang lembab.




Berikan makanan yang berprotein tinggi selama dalam kandang penangkaran tersebut juga pemberian vitamin sebagai pendukung agar proses penangkaran ini bisa berjalan dengan lancar dan sempurna.

Fakta mengenai burung ini:

  • Tidak seperti burung lainnya, burung cucak biru berkembang biak di tengah rimbunan hutan yang padat dengan pepohonan dan berada di tempat yang paling terlembab dihutan tersebut.
  • Lumut hijau digunakan untuk meng kamuflase sarang mereka agar tidak terlihat oleh binatang pengganggu.
  • Burung ini termasuk burung yang mudah ditangkarkan dalam kandang penangkaran seperti halnya cucak rawa.

Semoga bisa memberi inspirasi bagi kicau mania untuk bisa mulai melestarikan keberadaan burung cucak biru ini dengan menangkarkannya.


Salam Kicau!!

Saturday, December 1, 2012

Dengar dan download suara trucukan ropel

Trucukan memiliki banyak suara kicauan yang digunakannya untuk berbagai keperluan, salah satu kicauan yang khas bagi kicau mania adalah suara kicauan yang dikenal dengan sebutan trucukan ropel ini merupakan suara trucukan yang menunjukan atau mempertahankan teritorialnya dengan mengembangkan kedua sayap sambil membuka ekornya.



>Nah , jika anda tertarik ingin mendengarkan suara trucukan atau mendownload suaranya langsung , silahkan dengar dan download suaranya disini. 

Suara burung trucukan “ngebren”




Untuk download, silakan klik tautan ini: Suara burung trucukan ngebren
Suara burung trucukan ropel 1:




Untuk download, klik ini: Suara burung trucukan suara ropel
Suara burung trucukan ropel 2:




Download, klik tautan ini: Suara burung trucukan ropel di ruangan
Suara burung trucukan ropel 3:




Download klik ini: Suara burung trucukan ropel panjang

Jika ingin lebih banyak lagi silahkan buka omkicau.com

Wednesday, November 9, 2011

Pakan burung yang tidak umum

Selain makanan burung yang kita tahu dan biasa kita berikan untuk burung kicauan kita, ternyata ada lagi pakan burung yang tidak umum diberikan pada burung oleh penggemar burung kicauan dan berikut ini adalah hasil rangkumannya dari berbagai sumber ,entah benar - benar berhasil atau tidak tapi itulah dunia kicau mania yang selalu penuh keunikan. 

  • Ekor cicak atau tokek untuk perontok buru burung yang mabung. Pasti langsung Brol!
  • Ragi (untuk tape) dicampur ke Voer atau kroto dengan takaran sepadan dengan pucuk korek api untuk perontok bulu secara instan. Dengan Syarat: setelah bulu semua rontok minumannya dikasih larutan penyegar biar racun dalam tubuh terlarut keluar.
  • Ulat kandang atau hongkong yang dikasih makan kroto,tujuannya-sebutlah-makan satu dengan dua khasiat nyata.
  • Buah sawo untuk penjernih suara AM dan biar gacor buat Cucak Jenggot
  • Daun 'binahong' atau umbinya bagus buat memperbesar volume cendet.
  • jeruk sunkist utk CR biar suaranya jernih (gak serak)
  • Sambal/cabe merah, buat nambah gacor trucukan, jalak, beo, dsb..
  • burung pipit/emprit hidup sebagai mainan dan makanan cendet.. biar tambah gacor n mental tambah ok

    Silahkan mencobanya :)