Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Inilah hasilnya kalau burung diberi minum alkohol. Apa jadinya jika seekor burung mabuk? tentu kita belum pernah membayangkan bahkan terbersitpun belum pernah, mengenai perilaku burung yang sedang mabuk. Kejadian ini merupakan hasil penelitian dari Health and Science University yang melakukan pengamatan dan penelitian terhadap perubahan perilaku dari sekelompok burung yang dibuat mabuk dengan mengkonsumsi alkohol.
Dengan menggunakan spesies burung Pipit Zebra (Zebra Finch) sebagai objek penelitian, peneliti mengamati perubahan perilaku dua kelompok burung yang diberi jus anggur putih yang murni sedangkan kelompok lainnya diberi jus anggur dengan campuran etanol didalamnya. Pemilihan spesies burung pipit zebra dikarenakan kemiripan perilakunya dengan manusia.
Hasilnya sungguh unik, disana terdapat dua perbedaan yang sangat mencolok mengenai kicauan kedua kelompok burung yang diberi makanan yang berbeda. Perubahan jelas terletak pada kicauan kedua kelompok dimana hal ini diketahui berdasarkan amplitudo dari kicauan burung pada masing-masing kelompok.
Penelitian menunjukkan seekor burung dapat mengeluarkan kicauan-kicauan tak beraturan dan meracau apabila sedang mabuk.Namun kedua kelompok tersebut tidak menunjukkan perbedaan gejala pada fisik mereka,
”Kami tidak mendeteksi efek fisik yang terlihat pada burung. Mereka masih berpenampilan pada umumnya, mampu berdiri bahkan terbang secara normal,” ujar peneliti seperti dilansir dari Consolidatetimes.
Dalam hal ini peneliti hanya fokus pada efek alkohol terhadap sistem kompleks yang mempengaruhi cara berbicara mahluk hidup dalam hal ini manusia yang dianalogikan dengan menggunakan burung pipit sebagai objek penelitian.
_____________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau
Showing posts with label burung unik. Show all posts
Showing posts with label burung unik. Show all posts
Saturday, January 3, 2015
Inilah hasilnya kalau burung diberi minum alkohol
Friday, December 26, 2014
Kuntul kerbau, si burung penjajah yang membawa damai
Yang namanya penjajahan pasti akan penuh dengan konflik dan pertumpahan darah, tapi berbeda dengan jenis penjajah yang satu ini. Bahkan bisa dikatakan sebagai bentuk penjajahan paling damai dalam sejarah karena tidak ada konflik senjata maupun setetes darah yang mengalir. Bahkan tidak ada eksploitasi atas penduduk setempat dan tidak ada satu negeri pun yang dijarah, meski yang menyerbunya terus menduduki negeri demi negeri.
Penyerbuan ini dimulai sejak awal abad ke-20, namun penaklukannya sebagian besar luput dari perhatian karena penjajahnya sendiri adalah sejenis burung. Burung-burung cerdik itulah yang kini telah menjajah dan menduduki sebagian besar wilayah di lima benua. Penjajah itu dikenal sebagai kuntul kerbau atau Bubulcus ibis.
Penjajah yang luar biasa
Selama berabad-abad, kuntul kerbau hanya bisa ditemukan di kawasan tropis Afrika saja, namun sekitar satu abad yang lalu, spesies burung ini berhasil menduduki Afrika Selatan. Beberapa sumber mengatakan bahwa sepanjang tahun 1930-an, banyak sekali kuntul kerbau yang menyebrangi Samudera Atlantik untuk mencari tanah jajahan baru di kawasan Amerika Serikat.
Menjelang abad ke-20, mereka berhasil menguasai Florida, dan satu dekade kemudian wilayah pendudukan mereka telah menyebar dari Kanada hingga ke selatan Argentina. "Kuntul kerbau datang ke Benua Amerika hanya dengan kedua sayapnya dan anging, " tulis Roger Tory Peterseon di tahun 1954, "mereka adalah sat-satunya jenis burung Eropa dalam sejarah yang berhasil menduduki daratan utama Amerika tanpa bantuan manusia."
Para ornitolog mengambil kesimpulan bahwa kuntul kerbau memang meraih prestasi yang sangat luar biasa. Diperkirakan berkat bantuan embusan angin pasar, seekor kuntul kerbau bisa menyeberangi samudra yang memisahkan Afrika Barat dari Amerika Selatan dalam waktu 40 jam. Bahkan Samudra Atlantik bukanlah satu-satunya perintang yang harus mereka atasi. Banyak pula kawanan kuntul kerbau yang terbang hingga ke timur dan mencapati Selandia Baru. Pada periode yang sama, mereka menetap di banyak kawasan baik di Eropa maupun di Asia, dan luasnya daerah pendudukan mereka ini membentang dari Semenanjung Iberia hingga ke Jepang bagian timur.
Spesies burug ini akan menjadi penghuni tetap di negeri dengan iklim yang sedang, tetapi ketika berada di daerah dengan musim dingin yang hebat, mereka akan melakukan migrasi ke daerah yang mempunyai iklim lebih hangat setelah mereka berkembangbiak. Perjalanan panjang dan luar biasa itu pun hingga kini masih terus berlanjut, dan mereka sering muncul di pulau-pulau terpencil di kawasan Pasifik bahkan di Antartika.
Kunci keberhasilan kuntul kerbau
Kunci keberhasilan burung kuntul kerbau melakukan ekspansi di beberapa wilayah adalah karena kemampuannya beradaptasi dan hubungan baiknya dengan manusia, terutama para petani. Meski kebanyakan kuntul kerbau memakan binatang air, namun burung ini juga menyukai serangga. Kuntul kerbau pun biasanya berteman dengan hewan-hewan ternak, walau ia juga akan membuntuti hewan lain, termasuk traktor, atau bahkan kebakaran huran atau apa saja yang bisa mengusik serangga yang menjadi makanannya.
Kuntul kerbau sering mencari makan sendiri, namun kebanyakan burung ini memanfaatkan jasa hewan ternak seperti kerbau. Ketika kerbau-kerbau itu berjalan sambil merumput, mereka membuntuti di belakang atau dipunggungnya, untuk mencari serangga seperti belalang, lalat, atau kumbang yang terbang atau berlompatan ketika kaki sang kerbau mulai melangkahi rumput atau alang-alang. Para ahli perburungan memperkirakan bahwa dengan berada selalu dekat dengan kerbau atau mesin traktor, burung ini bisa menghemat energinya sebanyak 30 persen dan bisa meningkatkan jumlah tangkapannya sebesat 50 persen.
Tapi itu bukan satu-satunya kunci keberhasilan burung kuntul kerbau dalam menjajah dunia, karena mereka ini juga mempunyai stamina. Kuntul kerbau mampu mengepakkan sayapnya dengan berat jika dibandingkan dengan merpati yang melesat ke udara dengan mudahnya. Namun, kuntul kerbau sanggup menyeberangi Sahara, dan seperti yang disebutkan sebelumnya mereka mampu terbang menempuh jarak yang memisahkan Afrika Barat dari Amerika Selatan sejauh 4.000 kilometer.
Burung ini memang senang berpindah-pindah, dan sifatnya itu membantu mereka berekpansi. Coba bayangkan, mana ada burung pemakan serangga lain yang mau berkelana ke selatan apalagi ke tempat terpencil di Antartika hanya karena ... penasaran!.
Sementara mereka berkelana ke tempat-tempat yang jauh, dan ketika mereka menemnukan habitat yang ideal di hampir setiap tempat, maka mereka akan berkembangbiak untuk menduduki daerah tersebut dan kemudian mencari daerah jajahan lainnya.
Spesies burung ini cukup mudah terlihat karena bulu-bulunya yang berwarna putih mulus, sekawanan kuntul putih yang sedang terbang dalam formasi di atas sebuah daratan tidak hanya menciptakan sebuah bentuk keindahan bagi alam sekitarnya, tapi juga memberikan jasa yang tak ternilai sebagai pengendali hama.
Sekawanan burung kuntul yang jumlahnya bisa mencapai 40.000 ekor pernah terlihat di Tanzania dan tampak asik menyantap sekawanan belalang yang sedang menyerang pertanian. Beberapa petani menganggap mereka sebagai burung yang sangat berguna, sehingga mereka sengaja menggiring mereka ke lahan pertanian milik mereka untuk mengendalikan serangga yang merusak hasil ladang mereka.Bayangkan saja, satu ekor burung bisa mengkonsumsi lebih dari 600 ekor belalang dan jangkrik dalam satu hari.
Bukan manusia saja yang terbantu hewan ternak pun akan merasa senang jika burung ini hinggap di atas tubuh mereka baik di punggung atau kepala. Ya, kerbau-kerbau ini akan dengan senang hati mempersilakan burung ini hinggap di atasnya tanpa merasa terganggu, karena dengan begitu mereka akan memakan serangga atau lalat yang kerap mengganggu si kerbau tersebut.
Kuntul kerbau hidup dengan cara berkelompok, baik sewaktu berkembangbiak, bertengger, atau mencari makanan. ketika berbiak mereka akan tinggal di sebuah pohon besar bersama dengan spesies burung lain seperti burung cangak atau bangau. Kebersamaan mereka itu mampu membuat para predator enggan untuk mendekat maupu mengganggunya. Koloni yang berkembangbiak selalu sibuk dan sering muncul keributan, apalagi kuntul kerbau dikenal sering mencuri ranting yang ada di sarang milik tetangganya, alhasil pertengkaran pun sering terjadi.
Pada musim kawin, burung kuntul akan berusaha memikat pasangannay dengan cara-cara yang cukup mencolok, misalnya meregangkan tubuhnya, mengatup-ngatupkan paruhnya, atau bahkan memamerkan bagian bulunya yang berwarna kuning. Ketika pasangannya tiba di sarang, maka burung jantan akan melakukan sebuah 'upacara penyambutan" yaitu dengan memamerkan lapisan bulu punggungnya, dan pertunjukkan ini bisa kita amati dengan sangat jelas karena mereka tidak takut dengan manusia.
Itulah keunikan burung kuntul kerbau dengan penjajahannya yang damai.
Penyerbuan ini dimulai sejak awal abad ke-20, namun penaklukannya sebagian besar luput dari perhatian karena penjajahnya sendiri adalah sejenis burung. Burung-burung cerdik itulah yang kini telah menjajah dan menduduki sebagian besar wilayah di lima benua. Penjajah itu dikenal sebagai kuntul kerbau atau Bubulcus ibis.
Penjajah yang luar biasa
Selama berabad-abad, kuntul kerbau hanya bisa ditemukan di kawasan tropis Afrika saja, namun sekitar satu abad yang lalu, spesies burung ini berhasil menduduki Afrika Selatan. Beberapa sumber mengatakan bahwa sepanjang tahun 1930-an, banyak sekali kuntul kerbau yang menyebrangi Samudera Atlantik untuk mencari tanah jajahan baru di kawasan Amerika Serikat.
Menjelang abad ke-20, mereka berhasil menguasai Florida, dan satu dekade kemudian wilayah pendudukan mereka telah menyebar dari Kanada hingga ke selatan Argentina. "Kuntul kerbau datang ke Benua Amerika hanya dengan kedua sayapnya dan anging, " tulis Roger Tory Peterseon di tahun 1954, "mereka adalah sat-satunya jenis burung Eropa dalam sejarah yang berhasil menduduki daratan utama Amerika tanpa bantuan manusia."
Para ornitolog mengambil kesimpulan bahwa kuntul kerbau memang meraih prestasi yang sangat luar biasa. Diperkirakan berkat bantuan embusan angin pasar, seekor kuntul kerbau bisa menyeberangi samudra yang memisahkan Afrika Barat dari Amerika Selatan dalam waktu 40 jam. Bahkan Samudra Atlantik bukanlah satu-satunya perintang yang harus mereka atasi. Banyak pula kawanan kuntul kerbau yang terbang hingga ke timur dan mencapati Selandia Baru. Pada periode yang sama, mereka menetap di banyak kawasan baik di Eropa maupun di Asia, dan luasnya daerah pendudukan mereka ini membentang dari Semenanjung Iberia hingga ke Jepang bagian timur.
Spesies burug ini akan menjadi penghuni tetap di negeri dengan iklim yang sedang, tetapi ketika berada di daerah dengan musim dingin yang hebat, mereka akan melakukan migrasi ke daerah yang mempunyai iklim lebih hangat setelah mereka berkembangbiak. Perjalanan panjang dan luar biasa itu pun hingga kini masih terus berlanjut, dan mereka sering muncul di pulau-pulau terpencil di kawasan Pasifik bahkan di Antartika.
Kunci keberhasilan kuntul kerbau
Kunci keberhasilan burung kuntul kerbau melakukan ekspansi di beberapa wilayah adalah karena kemampuannya beradaptasi dan hubungan baiknya dengan manusia, terutama para petani. Meski kebanyakan kuntul kerbau memakan binatang air, namun burung ini juga menyukai serangga. Kuntul kerbau pun biasanya berteman dengan hewan-hewan ternak, walau ia juga akan membuntuti hewan lain, termasuk traktor, atau bahkan kebakaran huran atau apa saja yang bisa mengusik serangga yang menjadi makanannya.
Kuntul kerbau sering mencari makan sendiri, namun kebanyakan burung ini memanfaatkan jasa hewan ternak seperti kerbau. Ketika kerbau-kerbau itu berjalan sambil merumput, mereka membuntuti di belakang atau dipunggungnya, untuk mencari serangga seperti belalang, lalat, atau kumbang yang terbang atau berlompatan ketika kaki sang kerbau mulai melangkahi rumput atau alang-alang. Para ahli perburungan memperkirakan bahwa dengan berada selalu dekat dengan kerbau atau mesin traktor, burung ini bisa menghemat energinya sebanyak 30 persen dan bisa meningkatkan jumlah tangkapannya sebesat 50 persen.
Tapi itu bukan satu-satunya kunci keberhasilan burung kuntul kerbau dalam menjajah dunia, karena mereka ini juga mempunyai stamina. Kuntul kerbau mampu mengepakkan sayapnya dengan berat jika dibandingkan dengan merpati yang melesat ke udara dengan mudahnya. Namun, kuntul kerbau sanggup menyeberangi Sahara, dan seperti yang disebutkan sebelumnya mereka mampu terbang menempuh jarak yang memisahkan Afrika Barat dari Amerika Selatan sejauh 4.000 kilometer.
Burung ini memang senang berpindah-pindah, dan sifatnya itu membantu mereka berekpansi. Coba bayangkan, mana ada burung pemakan serangga lain yang mau berkelana ke selatan apalagi ke tempat terpencil di Antartika hanya karena ... penasaran!.
Sementara mereka berkelana ke tempat-tempat yang jauh, dan ketika mereka menemnukan habitat yang ideal di hampir setiap tempat, maka mereka akan berkembangbiak untuk menduduki daerah tersebut dan kemudian mencari daerah jajahan lainnya.
Spesies burung ini cukup mudah terlihat karena bulu-bulunya yang berwarna putih mulus, sekawanan kuntul putih yang sedang terbang dalam formasi di atas sebuah daratan tidak hanya menciptakan sebuah bentuk keindahan bagi alam sekitarnya, tapi juga memberikan jasa yang tak ternilai sebagai pengendali hama.
Sekawanan burung kuntul yang jumlahnya bisa mencapai 40.000 ekor pernah terlihat di Tanzania dan tampak asik menyantap sekawanan belalang yang sedang menyerang pertanian. Beberapa petani menganggap mereka sebagai burung yang sangat berguna, sehingga mereka sengaja menggiring mereka ke lahan pertanian milik mereka untuk mengendalikan serangga yang merusak hasil ladang mereka.Bayangkan saja, satu ekor burung bisa mengkonsumsi lebih dari 600 ekor belalang dan jangkrik dalam satu hari.
Bukan manusia saja yang terbantu hewan ternak pun akan merasa senang jika burung ini hinggap di atas tubuh mereka baik di punggung atau kepala. Ya, kerbau-kerbau ini akan dengan senang hati mempersilakan burung ini hinggap di atasnya tanpa merasa terganggu, karena dengan begitu mereka akan memakan serangga atau lalat yang kerap mengganggu si kerbau tersebut. Kuntul kerbau hidup dengan cara berkelompok, baik sewaktu berkembangbiak, bertengger, atau mencari makanan. ketika berbiak mereka akan tinggal di sebuah pohon besar bersama dengan spesies burung lain seperti burung cangak atau bangau. Kebersamaan mereka itu mampu membuat para predator enggan untuk mendekat maupu mengganggunya. Koloni yang berkembangbiak selalu sibuk dan sering muncul keributan, apalagi kuntul kerbau dikenal sering mencuri ranting yang ada di sarang milik tetangganya, alhasil pertengkaran pun sering terjadi.
Pada musim kawin, burung kuntul akan berusaha memikat pasangannay dengan cara-cara yang cukup mencolok, misalnya meregangkan tubuhnya, mengatup-ngatupkan paruhnya, atau bahkan memamerkan bagian bulunya yang berwarna kuning. Ketika pasangannya tiba di sarang, maka burung jantan akan melakukan sebuah 'upacara penyambutan" yaitu dengan memamerkan lapisan bulu punggungnya, dan pertunjukkan ini bisa kita amati dengan sangat jelas karena mereka tidak takut dengan manusia.
Itulah keunikan burung kuntul kerbau dengan penjajahannya yang damai.
Label:
burung indonesia,
burung unik,
kuntul kerbau
Saturday, December 6, 2014
Uniknya burung ini ketika menjebak mangsanya
Kemampuan hewan dalam mencari makanannya memang sangat mengagumkan, hal ini bisa terlihat pada perilaku Black heron (Egretta ardesiaca) atau dalam bahasa melayu dikenal dengan burung puchong hitam. Keunikan burung ini tampak sewaktu mencari makanannya yang berupa ikan.
Pada waktu cuaca sedang terik, burung ini akan membentuk dirinya menjadi seperti kanopi atau payung untuk menjebak mangsanya. Dengan bentuknya yang seperti payung itulah akan membuat suhu dibawahnya menjadi sejuk, dan hal itu ternyata memancing ikan-ikan untuk berkumpul di situ.
Setelah itu burung itupun tinggal mengambil makanannya dengan mudah tanpa perlu repot-repot mengejarnya.
.
Pada waktu cuaca sedang terik, burung ini akan membentuk dirinya menjadi seperti kanopi atau payung untuk menjebak mangsanya. Dengan bentuknya yang seperti payung itulah akan membuat suhu dibawahnya menjadi sejuk, dan hal itu ternyata memancing ikan-ikan untuk berkumpul di situ.
Setelah itu burung itupun tinggal mengambil makanannya dengan mudah tanpa perlu repot-repot mengejarnya.
Black heron banyak ditemukan di Sudan, Senegal dan Afrika TImur dan habitat burung ini berada di kawasan tebing pinggian sungai, persawahan, rawa-rawa, dan padang rumput yang telah tergenang oleh air.
.
Sunday, June 29, 2014
Isengnya burung-burung liar di Rusia
Di negara Rusia burung-burung liar dibiarkan berterbangan di tengah kota. Meski kerap mengganggu namun keberadaan burung-burung liar di pusat kota itu jarang dpermasalahkan, bahkan burung-burung pun cenderung bebas melakukan apa saja yang ingin dilakukannya termasuk mengotori mobil-mobil dengan kotorannya.
Seperti yang terekam dalam sebuah video di bawah ini yang memperlihatkan seekor burung tersangkut di wiper mobil. Meski si pemilik mobil berusaha mengusir burung itu dengan menggerakan wipernya, namun burung itu tampaknya tidak mau beranjak dari mobil tersebut.
Burung-burung sejenis magpie dan juga gagak memang kerap mngganggu kendaraan dan juga pejalan kaki.
Mobil yang tengah berhenti di lampu merah ini, sepertinya menarik bagi burung gagak tersebut. Burung yang berada di depan mobil itu menyita perhatian warga sekitar. Tidak sedikit orang yang merekam dan memotret kejadian unik ini.
Seperti yang terekam dalam sebuah video di bawah ini yang memperlihatkan seekor burung tersangkut di wiper mobil. Meski si pemilik mobil berusaha mengusir burung itu dengan menggerakan wipernya, namun burung itu tampaknya tidak mau beranjak dari mobil tersebut.
Burung-burung sejenis magpie dan juga gagak memang kerap mngganggu kendaraan dan juga pejalan kaki.
Mobil yang tengah berhenti di lampu merah ini, sepertinya menarik bagi burung gagak tersebut. Burung yang berada di depan mobil itu menyita perhatian warga sekitar. Tidak sedikit orang yang merekam dan memotret kejadian unik ini.
Saturday, June 14, 2014
Burung kea, si badut gunung yang suka bikin ulah
Kea adalah burung yang hidup di dataran tinggi Selandia Baru, ia merupakan sejenis burung betet gunung yang cukup populer di negara asalnya. Karena keunikan dan ulahnya yang selalu mengganggu dan membuat jengkel banyak orang itu, pada kali ini kita akan membahas mengenai burung kea, si badut gunung yang suka bikin ulah ini sebagai tambahan pengetahuan bagi anda kicau mania di Indonesia.
Burung kea yang memiliki nama latin Nestor notabilis ini mendapatkan julukan lucu 'si badut gunung' lantaran ulah nakalnya yang selalu membuat jengkel banyak orang. Bahkan beberapa waktu yang lalu, burung ini menjadi sorotan dunia setelah mencuri ribuan dollar dollar uang milik seorang turis asal Skotlandia yang disimpan dalam mobilnya.
Ulah menjengkelkan dari burung betet ini akan semakin menjadi terhadap para pelancong yang sedang berkemah atau menginap di sebuah pondokan di gunung yang kebetulan menjadi habitat mereka. Bisa anda bayangkan setelah seharian berjalan menyusuri jalan-jalan di gunung, yang anda inginkan pasti makan hingga kenyang lalu istirahat yang cukup untuk melepas lelah di dalam pondokan atau tenda.
Namun tidak bagi si kea ini, kelompok burung ini lebih memilih bersenang-senang dengan bermain perosotan di atap seng atau besi dari pondokan. Mereka akan hinggap di atap pondok lalu akan memulai permainan perosotan dengan menggelosorkan tubuh dan kaki-kakinya melalui atap besi / seng yang bergelombang. Bagi burung ini, suara berisik yang keluar dari garukan cakar mereka terhadap atap besi / seng itu diibaratkan dengan musik. Bahkan tak jarang mereka akan saling memekik riang sambil meluncur, lalu kembali ke atas sambil mengepak-ngepakkan sayapnya dan mengulang aksi konyol mereka itu.
Namun ternyata bukan hanya itu saja ulah mereka, karena tak jarang juga burung-burung itu akan membawa batu dengan paruh atau kakinya, lalu menggelindingkannya dari atas atap. Lalu mereka akan mengintip apa reaksi orang dibawahnya dengan cara bergelantung terbalik sambil melihat dari jendela.Burung yang diberi nama karena suaranya yang berisik, kee-a ini merupakan burung asli Selandia Baru, dan hanya terdapat di wilayah pegunungan di South Island. Burung kea memiliki habitat di hutan-hutan yang berada di puncak/paling atas hingga daerah terbuka. Sebagai burung paruh bengkok, kea dikenal memiliki sifat omnivora, selain menyukai buah-buahan, ia juga akan memakan serangga dan hewan lainnya. Ya, dipertengahan tahun 1868 hingga 1907 banyak catatan-catatan mengenai serangan burung kea terhadap domba peliharaan. Atas perilaku yang ditunjukkan oleh burung kea ini, membuat Alfred Wallace mengutipnya sebagai contoh perubahan perilaku daman bukunya Darwinism di tahun 1889.
Burung kea memiliki ukuran panjang 50 cm dengan bobot mencapai 1,2 kilogram, dengan tubuh yang berwarna hijau. Meski memiliki bulu-bulu dengan warna hijau yang sesuai habitatnya, namun burung ini bukanlah burung pemalu, mereka malah cenderung menonjolkan diri atau sering menampakkan diri jika melihat keberadaan orang-orang atau pelancong yang melintas di habitatnya. Burung kea termasuk burung yang pemberani, dengan pekikan khas dan sayap bawah yang berwarna kemerahan membuat burung ini tampak berbeda dari burung-burung lain yang terdapat di sana.
Burung yang memiliki kegemaran terbang sambil bermain dan kejar-kejaran ini dianggap sebagai burung tercerdas di dunia, dan karena kecerdasannya itu, burung ini menjadi gemar bersenang-senang tidak seperti spesies burung lain yang lebih cenderung memilih untuk bertahan hidup dengan mencari makanan lalu berkembang biak.
Ulah iseng dan nakal dari burung kea ini sudah dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari karakter mereka. Burung ini memang selalu merasa penasaran dan akan menyelidiki apa pun yang dianggapnya baru atau yang menurut mereka aneh di wilayah mereka. Mereka bukan hanya sekedar mengamati saja, tetapi langsung melakukan tindakan untuk menguji benda atau sesuatu yang baru menurut mereka.
Telah banyak cerita-cerita para pelancong yang mengalami kesialan setelah dikerjai oleh burung kea ini, biasanya mereka terlalu terbuai dan terkagum-kagum oleh tingkah lucu dari burung-burung paruh bengkok ini. Akibatnya banyak pelancong yang kemudian menyadari bahwa burung-burung itu ternyata telah mencuri beberapa barang dan bahkan merusak peralatan dan merobek-robek tenda mereka hingga menjadi serpihan-serpihan kecil dengan paruh dan cakarnya yang kuar. Bahkan hanya dalam waktu sekejap, kantong tidur atau bantal yang biasa dibawa oleh para pelancong akan berubah menjadi serpihan kapuk yang bertebaran di sekitar perkemahan.
Tak hanya disitu saja, jika burung ini melihar sesuatu yang bundar, maka ia akan membawa lalu menggelindingkannya di lereng bukit terdekat. Dan apa pun benda yang tampak mengkilap dan berkilauan misalnya sendok, jam tangan, kompas, atau bahkan handphone akan menjadi rebutan mereka. Ulah iseng lainnya adalah mereka akan mencuri benda milik para pelancong, lalu akan menjatuhkannya dari tempat yang tinggi. Sepertinya burung ini memiliki kegemaran melihat benda-benda yang meluncur jatuh.
Ulah nakal dan isengnya yang menghibur itulah membuat burung kea ini mendapat julukan si burung badut, meski begitu biasanya orang-orang yang telah menjadi korban dari ulah burung ini tidak akan marah atau berusaha untuk mengusir mereka, sebaliknya mereka justru merasa senang bisa mengamati tingkah polah burung yang unik ini, sehingga burung ini pun mendapat julukan lain yaitu monyet terbang dari Selandia Baru.
Pada musim salju itu, para pelancong biasanya diberikan informasi untuk segera menutupi mobil dan kendaraan mereka dengan jaring khusus. It lantaran ulah burung kea ini yang suka merusak penutup lampu dari kendaraan bermotor yang terbuat dari plastik, mereka juga akan merusak karet-karet yang terdapat pada list jendela, dan penyeka kaca mobil. Selain itu jika kaca mobil dibiarkan terbuka, jangan harap barang-barang anda akan aman karenanya.
Keunikan dan ulah iseng burung kea yang tidak akan ada satu pun orang yang akan marah atau membalas perlakuan burung ini tidak lepas dari status burung ini yang dilindungi pemerintah, lantaran sempat mengalami penurunan populasi yang cukup drastis akibat perburuan terhadap spesies burung ini yang dianggap menghambat pertanian dan memangsa domba-domba ternak para petani.
Pada tahun 1970, pemerintah Selandia baru mulai menetapkan status dilindungi untuk melindungi spesies ini dari kepunahan.
Itulah hal-hal unik dan menarik dari spesies burung yang dikenal dengan nama kea yang merupakan burung asli Selandia Baru. Semoga bisa menambah pengetahuan anda mengenai keunikan beberapa spesies burung di dunia.
Friday, October 19, 2012
Mengenal macam macam jenis burung cendet
Cendet (laniidae shrikes) seperti yang biasa kita kenal memiliki banyak keragaman jenis dan menyebar di seluruh bagian dari dunia ini. suaranya yang nyaring, tajam dan gaya bertarungnya yang nagen membuat cendet semakin diminati oleh para penggemar burung kicauan disini. meskipun begitu cendet bukanlah burung kicau biasa karena burung ini termasuk burung pemangsa ( bird of prey ) atau burung predator, disebut semi karena makanan cendet ini bisa dibilang tidak susah burung burung kecil, ikan, kadal ,serangga hingga makanan buatan manusia ( voer ) dimakan. akan tetapi hati hatilah menggantung cendet ini terlebih berdekatan dengan sangkar burung burung kecil lainnya karena akibatnya bisa fatal.
Berikut ini adalah gambar beberapa jenis cendet yang tersebar di seluruh dunia.
![]() |
Lanius cabanisi (long-tailed fiscal )
Lanius collaris (common fiscal)
Lanius dorsalis (Taita fiscal)
Lanius excubitor (great grey shrike)
Lanius excubitoroides (grey-backed fiscal)
Lanius ludovicianus (loggerhead shrike)
Lanius schach (long-tailed shrike)
Lanius sphenocercus (Chinese grey shrike)
Lanius tephronotus (grey-backed shrike)
Lanius vittatus (bay-backed shrike)
Untuk informasi mengenai cendet yang ada di sini dan rawatannya bisa kembali anda buka disini
Label:
burung asli indonesia,
burung endemik,
burung kicau,
burung unik,
cara memaster burung cendet,
cara memaster burung cucak hijau,
cara memaster burung kicauan,
cara membedakan cucak hijau jantan dan betina,
cara menjinakan burung cendet,
cara menjinakan burung cucak hijau,
cara merawat burung cendet,
cara merawat burung cucak hijau,
cara merawat burung kicauan,
cendet,
informasi,
kabar burung
Subscribe to:
Posts (Atom)



_-by_large_animal.jpg)

















