Showing posts with label Rawatan Harian. Show all posts
Showing posts with label Rawatan Harian. Show all posts

Thursday, February 13, 2014

Tips untuk anis kembang macet bunyi

Tips perawatan anis kembang yang macet bunyi ini bisa di aplikasikan pada burung punglor lainnya termasuk juga anis merah maupun anis macan, lantaran burung - burung tersebut memiliki karakter yang sama dan sifat yang tidak jauh berbeda.  Namun, sebelum menerapkan metode berikut, sebaiknya burung anis yang anda miliki memang benar-benar macet bunyi yang sebelumnya memang pernah berbunyi dan bukan burung yang masih bahan atau bakalan, sebab tips berikut adalah untuk mengembalikan Top Form dari burung yang macet yang disebabkan oleh kurang kondisi atau sebab lainnya.


Burung punglor yang macet bunyi tersebut bisa diberikan beberapa metode terapi sebagai berikut :

  • Burung Anis Kembang yang macet ini sebisa mungkin dijauhkan dari burung anis kembang betina dan juga burung lain apalagi yang gacor, dalam artian burung kita karantina dan simpan ditempat yang sejuk dan tenang.
  • Berikan Makanan Tambahan seperti Jangkrik dengan porsi 3/4 saja Pagi dan Sore tergantung kemampuan burung.
  • Pada pagi harinya sewaktu burung diembunkan , berikan cacing tanah satu ekor, dan pada pagi harinya berikan kroto segar satu sendok teh saja.
  • Setelah pengembunan bisa diberikan mandi pagi lalu diangin-anginkan sebentar lalu dijemur dengan waktu tidak lebih dari setengah jam saja dan setelah itu kembali digantung ditempat yang tenang tadi, pada sore harinya burung anis kembang tersebut bisa dimandikan kembali jika cuaca mendukung, misalnya tidak hujan pada sore harinya.
  • Buah segar diberikan setiap hari dengan, dan akan lebih bagus jika buah-buahan tersebut dicampurkan dan disatukan dalam satu wadah makannya, misalnya dengan menampurkan irisan apel, pisang, jeruk, buah naga, pepaya, dan lain lain kedalam satu wadah sehingga protein tambahan dari buah-buahan tersebut bisa lebih bervariasi dibanding dengan memberikan satu potong buah saja yang digantung.
  • Sering digoda untuk memancing birahi burung, misalnya dengan meniru suara burung betina atau memutar suara burung anis kembang betina.
  • Salah satu tips yang sering kali berhasil adalah mengembunkan burung dengan cara menggantung sangkar di dahan pohon rindang, bisa dihalaman rumah atau bisa juga dikebun tetangga ( hehehe)
  • Berikan Mandi malam lalu diangin-anginkan dan saat diangin-anginkan tersebut burung bisa diberikan Cacing tanah satu ekor yang sudah dipotong tiga bagian. setelah bulu kering burung bisa dikerodong kembali dan dibiarkan istirahat hingga pagi hari untuk kembali diembunkan.

Dengan perawatan yang teratur dan konsisten, burung anis kembang yang macet tersebut diyakini bisa kembali menuju Top Formnya dan akhirnya bisa kembali bersuara lantang mengerollkan segala kemampuan dan isiannya untuk menyenangkan hati pemiliknya. 


Demikian tips singkat ini semoga bisa bermanfaat untuk kicau mania yang memiliki burung anis kembang yang kebetulan sedang macet atau hanya ngeriwik saja.


Wednesday, April 10, 2013

Seluk beluk perawatan Cucak Jenggot


Cucak jenggot burung yang memiliki ciri khas bulu-bulu berwarna putih yang akan mengembang seperti jenggot ini, merupakan burung peliharaan populer di Indonesia, selain untuk di lombakan yang rata-rata menggunakan burung betina, juga suara tembakan burung cucak jenggot inipun sering dijadikan sebagai masteran untuk burung sejenis murai batu dan cucak hijau. 

Tidak jarang pula dalam perawatan burung cucak jenggot ini sering dijumpai beberapa kondisi yang membuat burung yang tadinya rajin bunyi mendadak macet karena mengalami beberapa hal yang lazim menimpa burung peliharaan dalam sangkar, dan untuk membahas permasalahan tersebut kali ini kita akan membahas segala permasalahan yang sering dialami oleh burung cucak jenggot ini, misalnya mengatasi masalah burung yang terlalu over birahi, macet bunyi, perawatan masa mabung dan setelah mabung juga perawatan harian agar burung lebih rajin bersuara atau gacor. 

Ciri-ciri Cucak Jenggot yang Over Birahi. 

Ciri ciri burung kapas tembak atau juga Cucak Jenggot yang  Over Birahi bisa dilihat dari sifat dan karakter yang jauh berbeda dari biasanya. misalnya :

Burung jadi jarang berbunyi dengan posisi kedua Sayap yang selalu diturunkan dan kadang sambil ngeleper

Burung Cucak Jenggot jantan sewaktu mengalami kondisi OB tersebut jika dipertemukan dengan burung lainnya apalagi kalo melihat burung jantan akan berusaha menyerang burung lain disampingnya sambil mengeluarkan bunyi 'pik-pik-pik' atau 'cuit-cuit'. 

Sedangkan untuk Cucak Jenggot Betina sewaktu mengalami kondisi OB tersebut jika dipertemukan dengan burung lainnya apalagi kalo melihat burung jantan akan mengeleperkan sayap-sayapnya sambil naik turun tangkringan dan juga mengeluarkan suara "pik-pik-pik' dan 'cuit-cuit' , dan dalam kondisi tersebut biasanya burung betina keesokan harinya akan bertelur.


Penyebab dari Over Birahi ini sendiri bisa bermacam-macam , bisa dari pemberian pakan berkalori yang berlebihan misalnya pemberian Jangkrik dan Kroto yang terlalu banyak, penjemuran yang terlalu lama dan juga sering berdekatan dengan burung lain yang berbeda jenis kelamin juga bisa membuat burung tersebut mengalami kondisi Over Birahi. 

Lalu bagaimana menangani burung Cucak Jenggot  yang sudah mengalami kondisi Over Birahi tersebut?  Bisa diatasi dengan mengurangi jatah Ekstra Foodingnya, mandi malam, dan berikan buah-buahan seperti pear , timun dan tomat

Penanganan Burung Cucak Jenggot yang Macet Bunyi

Dalam kondisi tertentu kadang sering juga burung cucak jenggot dan kapas tembak ini yang mulanya bersuara rajin atau gacor tiba -tiba beberapa hari setelahnya jarang berbunyi atau macet bunyi, nah untuk masalah ini sebaiknya dicari terlebih dahulu apa penyebab kemacetan dari burung tersebut. 

Beberapa penyebab burung macet tersebut bisa disebabkan oleh kondisi burung seperti berikut ini: 
  • Burung memang sedang akan masuk masa mabung atau pergantian bulu.
  • Burung dalam kondisi yang kurang sehat atau tidak fit.
  • Burung yang sedang dalam kondisi stress karena kaget atau ketakutan.
  • Burung yang sedang dalam kondisi kalah mental.
Berikut ini adalah beberapa cara menangani burung yang macet tersebut. 
Burung sebaiknya dipisahkan dahulu dari burung lain dengan cara digantung ditempat yang tenang dan sepi.
  • Berikan makanan seperti biasa dengan buah-buahan yang full variasi, dan bisa juga pemberian buah tersebut dibarengi dengan mengoleskan tipis madu asli pada buah-buahan tersebut sebelum diberikan.
  • Pemberian Ekstra Fooding seperti Jangkrik atau Ulat Hongkong bisa diberikan dalam porsi 2 ekor saja Pagi dan Sore harinya.
  • Untuk sementara burung tidak perlu dimandikan terlebih dahulu
  • Jika memungkinan cobalah ganti sangkar dengan sangkar yang lebih luas agar burung menjadi aktif dan lebih cepat ke kondisi normal. 

Perawatan Cucak Jenggot selama mabung

Perawatan burung Cucak Jenggot selama masa mabung atau rontok bulu ini membutuhkan perhatian ekstra selama perawatannya , untuk kelancaran dan membantu burung mengatasi masa mabungnya dengan sempurna.

Dalam perawatannya burung cucak Jenggot atau kapas tembak yang mabung ini bisa diberikan cara sebagai berikut : 

  • Selama masa mabung burung sebaiknya diberikan full kerodong dan dibuka hanya sewaktu mengganti makanan dan minum juga membersihkan kotorannya.
  • Pemberian mandi sebaiknya dijarangkan atau bisa juga denan memandikan burung tersebut tiga hari sekali lalu diangin-anginkan dan setelah itu burung kembali dikerodong.
  • Pemberian pakan dan EF seperti biasa 
  • Berikan vitamin dan suplemen untuk membantu burung mengatasi masa mabungnya dengan kondisi yang sehat dan fit. 

Perawatan setelah masa mabung selesai

Setelah burung melewati masa mabungnya dimana saat ini burung tersebut mengalami pertumbuhan bulu-bulu barunya, bisa diberikan perawatan seperti berikut ini:  

  • Burung masih tetap diberikan full kerodong.
  • Bersihkan kandang setiap harinya. 
  • Pemberian mandi bisa dilakukan dengan porsi yang lebih banyak dari sewaktu mabungnya yaitu bisa diberikan dua hingga tiga kali sehari.
  • Setelah dimandikan burung diangin-anginkan lalu kembali diberikan full kerodong. 
  • Pemberian pakan dan Ekstra Foodingnya diberikan dengan porsi yang lebih banyak dari hari biasanya. 
  • Berikan Vitamin dan Suplemen khusus untuk membantu burung memiliki energi untuk menumbuhkan bulu-bulu barunya. 

Perawtan Harian Cucak Jenggot

Perawatan harian untuk burung cuak jenggot atau kapas tembak ini tidak lah jauh berbeda dengan jensi burung kicauan lainnya, seperti pemberian mandi dan jemur yang cukup, pemberian makan yang bergizi serta pemberian Ekstra Fooding yang harus rutin diberikan setiap harinya termasuk buah-buahan dan serangga.  

Dalam prakteknya banyak kicau mania indonesia yang juga memberikan resep khusus untuk burungnya agar menjadi lebih rajin berbunyi, khususnya burung bakalan. 

misalnyadengan cara memasukan potongan kecil atau irisan kecil jahe yang dimasukan dalam tubuh jangkrik sebelum diberikan pada burung tersebut, dan ada juga yang rutin memberikan mandi malam untuk burungnya tersebut dan dikeluarkan pada pagi-pagi hari sambil diberikan telur kroto setiap pagi hari. 

Untuk pemasteran cucak jenggot ini bisa menggunakan suara masteran dari burung burung seperti Cililin, Tengkek dan Gereja tarung atau suara masteran berspeed rapat yang suaranya bisa anda download disini.

Wednesday, December 7, 2011

Perawatan Ciblek

Siapa tidak tahu burung Ciblek , si kecil cabe rawit ini kini menjadi pujaan hati para kicau mania , siapa yang tidak jatuh cinta begitu mendengar suara tembakannya ( ngebren ) yang rapat dan berirama cepat itu .. Yup! Ciblek kini menjadi burung nomor satu di kelas menengah sejajar dengan burung burung macam tledekan dan decu , Namun memelihara ciblek ternyata gampang - gampang susah , tapi dengan perawatan yang maksimal dan tanpa melupakan makanan utamanya yaitu kroto dan binatang kecil seperti jangkrik atau belalang kecil akan bisa membuat burung ciblek kita menjadi jagoan di arena - arena lomba . 

Membedakan Ciblek Jantan dan Betina.

Burung Ciblek jantan ataupun betina bisa diketahui dari fisik dan warna paruh bagian bawah , hal ini berlaku juga untuk perenjak dan burung - burung jenis PRINIA . Untuk burung jantan yang masih muda perhatikan pada bagian bawah paruhnya yang berwarna putih apakah ada bagian ujung paruh yang berwarna hitam , karena jika ujung paruhnya berwarna hitam maka sudah dipastikan burung tersebut adalah burung ciblek muda jantan, sedangkan yang betina bagian bawah paruhnya berwarna putih polos. Untuk jantan dewasa bagian bawah paruhnya berwarna full hitam dan mata yang memerah menandakan bahwa burung tersebut sudah dewasa. Perbedaan Jantan dan betina juga bisa diketahui dari suara yang dikeluarkan burung ciblek tersebut , seperti misalnya burung jantan akan mengeluarkan suara yang bervariasi namun monoton dengan tembakan ciri khasnya ' ciklak .. ciklak .. ciklak ' dan biasanya diselingin dengan tembakan rapat ' crecetetet... " dan burung jantan akan langsung bereaksi begitu melihat burung lain sesama jenisnya. sedangkan burung betina bersuara monoton dan hanya membalas tembakan dari sang jantan 'ciap..ciap..ciap' dan sering bersuara memanggil ' ci .. ci.... ci ' . 

Bagaimana jika kita mendapatkan burung ciblek yang baru ditangkap dari hutan. tentunya agak susah karena burung tersebut masih belum terbiasa makan voer , juga karena tingkat stres yang tinggi sehingga kerap membuat burung ciblek yang baru kita dapatkan menjadi susah makan sehingga akibatnya menjadi fatal. burung akan sakit dan mati. 
Untuk mengatasi masalah tersebut , hal pertama yang harus kita lakukan saat baru mendapatkan burung ciblek yang masih liar adalah dengan memberikannya full kerodong untuk hari pertama dengan tidak lupa memasukan makanannya seperti kroto dan ulat hongkong kedalam cepuk makanannya. tujuannya agar burung tersebut belajar terbiasa makan dari cepuk makanan yang sudah kita sediakan. 
hari kedua setelah burung agak tenang , kita buka kerodongnya dan kita rawat dengan cara - cara berikut ini : 
Hari Pertama masukan Voer halus kedalam cepuk makanannya jika tidak punya voer halus ( voer yang biasa  / voer ayam di giling dengan blender ) taburi kroto secukupnya diatas permukaan voer tersebut dengan perbandingan 3:1 kroto 3 sendok dan Voer 1 sendok kecil. 
Hari kedua masukan voer basah (yang sudah dicampur dengan air bersih) kedalam tempat makanannya lalu tamburi permukaannya dengan kroto dengan perbandingan 3:2 kroto 3 sendok dan Voer 2 sendok kecil. 
Hari ketiga masukan kembali voer basah kedalam tempat makanannya dan kali ini kroto di aduk aduk bersama voer basah dan taburi kroto diatasnya . 
Hari keempat masukan kembali voer basah dan aduk dengan krotonya .. cuma kali ini jangan taburi kroto diatas permukaannya biarkan voer dan krotonya tercampur. 
Hari kelima masukan voer kering lalu aduk dengan kroto. 
Hari keenam berikan voer kering dengan campuran krotonya dan siapkan satu buah cepuk lagi untuk menaruh kroto di tempat terpisah. jadi total ada 3 tempat makan dan minuman didalam kandangnya. 
Berikutnya anda bisa memisahkan tempat untuk voer halus dan tempat untuk kroto, dengan harapan jika kroto habis maka si burung akan mau makan voer halus yang suidah disediakan dalam tahap ini anda bisa menggunakan voer halus dengan merek yang biasa anda pakai. 
Untuk mengetahui apakah burung anda sudah murni makan voer atau belum bisa diketahui dari kotoran burung tersebut yaitu jika kotorannya sudah membentuk dan berwarna kehijauan berarti burung anda sudah full makan voer tetapi jika kotorannya masih berupa cairan dan bercampur hijau dan putih beraarti anda tinggal selangkah lagi menerapkan metode diatas. Ok! 
Yang terpenting adalah biarpun burung anda sudah murni makan Voer jangan sekali - kali melupakan kroto dan jangkrik kecil ! karena kroto dan jangkrik kecil adalah makanan utama dari burung sejenis ciblek. panduan lain bisa dibuka disini

RAWATAN HARIAN BURUNG CIBLEK


Burung Ciblek adalah burung yang senang berpanas - panasan , jadi usahakan agar burung tersebut terkena sinar matahari paling lama 2 s/d 3 jam untuk daya tahannya. Setelah dijemur anda bisa menggantang di tempat yang sejuk. 
Jika dirumah anda terdapat beberapa jenis burung ciblek maka usahakan agar mereka tidak saling melihat satu sama lain karena dikhawatirkan akan membuat salah satunya menjadi Drop atau malah semuanya menjadi tidak berbunyi. jadi jika anda mempunyai banyak burung kicauan dirumah anda maka tempat gantangannya pun bisa diselang seling dengan burung lain agar ciblek tidak saling melihat satu sama lainnya, ingat ciblek adalah burung tempur yang akan bereaksi begitu melihat lawan jenis / sesama jenis. juga usahakan jika anda memelihara burung sejenis cendet/pentet jauhkan kandangnya dari kandang ciblek anda karena burung cendet/pentet akan langsung menyambar dan ini bisa mengakibatkan ketidak nyamanan bagi burung ciblek. ingat ciblek adalah makanan utama cendet di alamnya . @ariesmunandi
internet, sim card, hp

Friday, July 1, 2011

Rawatan Kacer ( bag 3 )

Waktu lomba burung enggak bunyi :
karena mentalnya drop setelah mendengar burung lainnya pada nembak2 dan bersuara lantang. Untuk mempersiapkan lomba baiknya burung diuntul (di adu dgn burung lainnya yg bermental enggak bagus hanya utk memancing birahi) Pas anda tiba diarena lomba baiknya burung jgn langsung dibuka krodongnya tapi biarkan dulu dia beradaptasi dgn lingkungannya kemudian buka kerodong tapi jgn langsung digantang di arena tapi agak jauh dulu biar mentalnya berani dulu baru masuk arena.
Burung kacer bersuara keras :
Faktor bakat.,Rajin dijemur dan ditaruh dikandang umbaran (melatih nafas),Berikan extra fooding yg cukup,Rajin dibawa ke latber.
Burung kacer suka kebawah :
Kebiasaan memberi makan jangkrik dgn tangan.Jarak tangkringan terlalu rendah.
Untuk mengakalinya :
Berikan kandang yg tinggi/ tidak terlalu lebar., Buat dua tangkringan.Dikrodong tapi retsletingnya jgn dikunci.

Waktu ganti bulu ??? Mabung

- waktunya utk memaster (tempel dgn burung isian)
- Perbanyak extra fooding.
- Semprot dgn anti kutu/daun sirih yg rajin.
- Berikan minyak ikan agar kelak bulu dpt tumbuh mengkilap.
Spy gak turun kebawah jgn dibiasakan memberi makan dari tangan lgs dan kalau sdh terlanjur manja coba gantang di tempat yg rendah (sekitar 1,5m diatas tanah) dan taruh ditempat yg sering dilalui orang serta jgn kasih makan dari tangan lgs. Apabila dia turun digusah (Indonesiane opo yo ??) spy nangkring lagi demikian seterusnya kalau sdh gak turun lagi coba di taruh di tempat tinggi kalau msh lakukan lagi treatment spy, ini berhasil saya lakukan pada Pentet cuman dlm jangka waktu 2 minggu mau tancep di tangkringan (cuman gak mau bunyi kecuali diadu hik..hik....). Atau coba dulu dg tangkringan double, atau didasar kasih karet gelang slg silang spy kaget kalau turun.
Fungsi Kerodong Bagi Burung
Bagi masyarakat kicauan secara umum, mungkin menganggap kerodong yang selama ini dipakai penutup sangkar hanya sebagai pelindung burung dari angin, jadi kalau tak ada angin atau burung berada didalam rumah tak perlu dikerodong. Anggapan seperti itu ternyata kurang dibenarkan dimata tokoh burung gaek.

seperti ditulis di artikel : kicaumania.org

Rawatan Kacer ( bag 2 )

memulihkan kembali mental kacer kembang yang stress
kacer tersebut di mandiin ama pasir....he..hee..(bukan disiram pakai pasir lhoh yaa..
Ketika kacer di jemur..coba sangkar taruh di atas pasir (yg biasa dipakai tuk..bangun rumah tu lho mas.) Pasirnya gak perlu terlalu banyak..cukup bisa dipakai untuk..."Berkipu" Begitu di taruh.., tarik dasar sangkar...sehingga klo burung turun ketanah..dia langsung nginjak pasir....klo dia gak mau turun... bisa di pancing pakai ulat/jangkrik ato yg lain di taruh di pasir.. pasti dech dia bakal turun..biarin aja sampai..dia mau berkipu. Lakukan itu.. 2 ato 3 hari sekali,

cara perawatannya setiap hari.Dipagi hari sebelum menjemur dimandikan dahulu : Masukan burung kedalam kandang mandi. Setelah selesai berikan Jangkrik sebanyak 5ekor, semua kakinya dicabut/dibuang. Mengapa dicabut karena kalau memakai kakinya juga nantinya/takutnya akan tersedak dikerongkongannya. Setelah itu dijemur sampai jam 11.00 semua Voer dan tempat minumnya diambil/tidak diberikan. Ini gunanya untuk menambah tebal suaranya.

Setelah selesai dijemur taruh kandang ditempat yang teduh untuk diangin-anginkan sampai mulutnya tidak mangap lagi kemudian masukan dahulu Voernya pasti dia akan memakan karena selama penjemuran kcaer tersebut tidak makan sama sekali.Kenapa Voernya dahulu yang diberikan adalah supaya sewaktu memakan voernya ikut tertelan juga lendir kering yang ada dikerongkongannya.

Setelah memasukan Voer makanannya selama 15 menit baru masukan air madu tidak usah banyak-banyak kira-kira setengah ukuran dari tempat minumnya. Air madu ini berguna untuk stamina burung tersebut.Kalau air madu tersebut diminum sampai habis baru kita ganti dengan air putih sampai esok pagi.

Sore harinya dimandikan lagi kacer tersebut, kemudian berikan lagi jangkrik 5 ekor. Menjelang magrib kandang burung tersebut dikerodong agar burung dapat beristirahat dengantenang tidak terganggu dengan apapun.
Cara pemeliharaan diatas ini dilakukan setiap hari. Untuk Extrafoodingnya Kroto hanya diberikan 1 sendok teh. Itupun hanya empat hari sekali atau dalam satu minggu berikan hanya hari kamis saja dan berikan diwaktu pagi hari.

seperti ditulis di artikel : kicaumania.org

Rawatan Kacer ( bag 1 )

Nama latin Kacer adalah Copsychus Saularis,
nama umum dalam bahasa inggris : Magpie Robin

LOMBA
Untuk maju ke lomba, perlu dilihat sejumlah aspek yang saya rangkum dalam 5W dan 1 H (mirip konsep bikin berita hehehe), yakni who, why, what, when, where, (5W) dan how (1H). Keenam unsur itu akan saling terkait dalam hal kita mempersiapkan burung untuk lomba.
Aspek WHO, adalah melihat "siapa" burung kita dan "siapa" saja burung lawan. Dalam hal ini, kita harus benar2 tahu, siapakah sesungguhnya burung kita itu. Pertanyaannya, benarkah burung kita sudah siap tarung; bagaimana pengalaman tarungnya selama ini jika bertemu burung2 lain.
Burung siap tarung adalah burung dalam kondisi fit dengan bulu cukup tua (tidak habis mabung; tapi kira2 2 bulan setelah mabung), dan punya senjata andalan. Kalau burung Anda tidak fit, lebih baik tidak diikutkan lomba karena hanya akan buang2 uang, tenaga dan waktu. Juga, untuk burung yang tidak punya senjata andalan dalam hal irama/lagu, volume/suara dan gaya, sebaiknya tidak perlu diikutkan dalam lomba. Namun hal utama adalah irama/lagu.

Kondisi burung fit pun, harus benar2 disiapkan jauh hari sebelumnya. Terutama sekali, tidak dipertemukan dengan burung lain (mendengar kicau tantangan dari burung lain), minimal 7 hari sebelumnya, agar dia punya cadangan stamina dan power yang banyak di arena lomba nantinya. Selama 7 hari itupun perlu penanganan khusus, misalnya dalam hal penjemuran. Penjemuran tidak perlu lama2, tetapi yg penting dia diletakkan di ruang yang relatif panas (misalnya digantung 0,5 m di bawah atap seng, selama pukul 9-11). Hal itu diperlukan untuk memperkuat/memperpanjang nafas. Banyak orang menjemur dari pagi sampai sore burung yg disiapkan untuk lomba, tetapi hal ini bisa merusak bulu (kusam/pecah2 dll).

Penjemuran/pemanasan seperti itu dihentikan 2 hari sebelum lomba dan burung tetap dirawat seperti biasanya, hanya saja sehabis mandi, dijemur pagi hari, lantas diangin2kan dan langsung dikerodong. Tujuannya agar burung tidak terlalu cerewet yang menyebabkan dia terlalu banyak buang tenaga.
Banyak di antara kita yang sering memberi makanan tambahan bagi burung yang akan kita lombakan. Baik dari sisi jenis makanan, maupun jumlahnya. Kalau biasanya dikroto 1 sendok, maka memasuki masa lomba diberi 2 sendok dsb, atau biasanya tidak diberi kelabang maka 1-2 hari sebelum lomba diberi kelabang. Tetapi menurut saya, cara ini sebaiknya tidak dilakukan karena dengan perubahan makanan, baik jumlah maupun jenis, sering membuat burung berubah dalam penampilan. Adanya penambahan/perubahan menu, biasanya menjadikan burung sangat2 agresif dan dia hanya terlalu banyak gerak di arena lomba tetapi pelit untuk mengeluarkan suara.

Aspek WHO berikutnya adalah tentang lawan2 kita. Siapakah lawan2 burung kita. Kalau Anda melihat calon2 lawan burung kita adalah burung yang sudah punya nama (karena memang bagus), maka Anda harus bertanya tentang aspek "WHY" dalam lomba. Ya, tanyakanlah pada diri Anda, "Mengapa saya ikut lomba?"
Kalau tujuan Anda lomba adalah untuk merebut juara, maka urungkan niat Anda jika Anda tidak yakin burung Anda punya andalan yang bisa mengungguli lawan. Tapi kalau niat Anda ingin mengetes kemampuan burung Anda, teruskan saja niat Anda... nothing to lose.

Untuk menggali lebih jauh tentang hal "who", baik untuk burung kita sendiri atau lawan2 kita, kita akan melihat aspek WHAT. Yakni event lomba apakah yang kita ikuti ini. Kalau eventnya adalah lomba tingkat nasional, maka kita harus yakin benar bahwa burung kita pernah berprestasi di tingkat lokal ataupun regional, atau bisa juga, kita baru saja menemukan burung dengan bakat besar dan kualitas bagus meski belum pernah ikut lomba. Jika memang demikian, jalan terus saja.

Terkait dengan masalah WHAT ini kita akan melihat pula apakah ini event yang harus kita hadapi secara "biasa" atau secara "luar biasa". "Biasa" dan "luar biasa" terkait dengan pengetahuan kita atas penyelenggara lomba dan personel juri. Penyelenggara lomba yang punya kredibilitas tinggi, tidak akan sembarangan menunjuk juri. Juri2 di lomba besar dengan insentif besar, biasanya malah tidak silau oleh gebyar sangkar atau penampilan para pemilik burung. Dalam menilai, dia benar2 berdasar pada kinerja burung dan bukan pada kondisi sangkar. Tapi ini bukan berarti bahwa juri dalam lomba yang biasa2 saja adalah juri yang tidak bisa dipercaya. Tidak, sama sekali tidak. Hanya saja, dengan pengetahuan kita tentang "event apakah ini", maka membuat kita siap mental bila terjadi "apa2" dalam hal penjurian.





Setelah who, why dan what, kita masuk ke masalah WHERE, yakni di manakah digelar lomba. Unsur "di mana" ini harus kita ketahui benar, misalnya dari sisi jarak tempuh dan kondisi riil arena lomba. Kalau jarak tempuh lebih dari 2 jam perjalanan darat, sebaiknya Anda datang sehari sebelumnya di kota tempat lomba. Hal ini untuk memberi istirahat yang cukup bagi burung sebelum tampil di arena.

Terkait aspek WHERE ini adalah kondisi lapangan yang Anda juga harus tahu sebelumnya. Pastikan Anda tahu apakah arena tersebut terbuka dari sinar matahari atau tertutup rimbunnya pepohonan atau ditutup dengan tenda. Pastikan burung Anda tidak akan terpengaruh dengan kondisi lapangan seperti itu. Atau kalau burung Anda tidak terbiasa dengan arena yang direncanakan untuk lomba, maka dengan mengetahui kondisi lapangan jauh hari sebelumnya, Anda bisa mengkondisikan burung Anda.
Aspek berikut adalah WHEN. Masalah "kapan" lomba digelar, Anda juga harus paham, terutama berkaitan dengan musim/cuaca. Jika cuaca berangin, maka pastikan bahwa sangkar burung Anda cukup berat sehingga tidak akan terayun-ayun di gantangan. Jika sangkar Anda terbuat dari bahan yang ringan, maka tidak ada salahnya pada dasar sangkar (dibawah jeruji dasar) Anda menambahkan batu/besi sehingga sangkar tidak akan terayun-ayun oleh angin.

Jika cuaca berangin, pastikan pula plastik yang biasanya kita pasang pada dasar sangkar sebagai pencegah sangkar kena kotoran burung, dilepas. Jika tidak dilepas, seringkali plastik ini tersingkap yang menyebabkan burung kita ketakutan dan tidak kerja di arena lomba.
Juga jika cuaca berangin, buatlah sangkar Anda sedemikian rupa sehingga tidak mungkin ada daun/kotoran dari pohon, menerobos masuk ke sangkar. Daun/kotoran yang masuk ke sangkar, biasanya menyebabkan burung macet bunyi dan malah memain2kan daun/kotoran itu.
Setelah persoalan2 5W saya kemukakan, maka perlu kiranya saya sampaikan sejumlah "HOW" mulai dari pakan sampai sikap kita dalam lomba:
1. Jangan pernah tinggalkan makanan, kecuali air minum, ketika burung mulai digantangkan di arena.
2. Jangan pernah teriak2 dalam lomba karena teriak2 tidak berpengaruh apa2 kecuali malah memberi "perlindungan" bagi juri yang akan berbuat tidak jujur dalam lomba. Adanya suara gaduh, membuat suara burung tidak terdengar jelas dari luar arena. Hal ini bisa membuat juri memberikan penilaian apa saja, dengan berpikir, "Toh kalian semua (pemilik burung) tidak mendengar apapun di arena lomba kecuali jerit teriakan."
3. Jangan pernah tinggalkan burung di kawasan lomba tanpa pengawasan.
4. Jangan gantung/letakkan sangkar di sembarang tempat. Waspadai keberadaan serangga/semut pengganggu burung.
Demikian kawan sejumlah hal yang bisa saya sampaikan untuk Anda semua. Barangkali masih banyak hal yang belum saya sampaikan di sini mengingat keterbatasan ingatan saya.
Mohon dikoreksi kalau ada kesalahan, mohon ditambah jika ada kekurangan.

seperti ditulis di artikel : kicaumania.org